Jejakmu dan Jejak Batu Crypton

Jejakmu..

Perlahan masuk, menembus dinding hati yang keras

Lebih keras dari baja

Kau hancurkan satu per satu bautnya, hingga terlihat jelas bentuk hati

Warnanya merah muda, indah!

Lebih indah dari Doraemon yang mengabulkan keinginan Nobita.

Kau lukiskan jejak-jejakmu dalam hati itu sehingga warnanya tak lagi merah muda, tetapi berwarna

Warna warni kehidupan!

Hingga kemudian, datang batu crypton yang dengan seketika menutupi kembali hati yang baru saja berubah warna

Bukan baja! Tapi batu yang dapat membuat seorang Superman menjadi lemah karena kesakitan

Sakit sekali, hingga mati rasa.

Harga diri sang pemilik hati ternyata yang terluka

Hingga akhirnya batu crypton itu hancur, tapi masih meninggalkan jejak di hati yang terlanjur terluka

Kini warna hatinya memudar, banyak lubang-lubangnya, tidak indah!

Seperti layaknya lubang paku yang tersisa di pagar, tetap ada jejaknya.

Dan pemilik hati itu pun berdoa

Agar dilapangkan, diluaskan, sehingga tak Nampak kembali jejak batu cryptonnya

Agar lubang paku itu ditutup oleh salju kehidupan yang tak pernah mencair

Sehingga…..

Jejakmu akan terlukis kembali di hati itu, kuharap lebih jelas kali ini.

Note: Untuk hati-hati yang pernah tersakiti, untuk seseorang yang pernah menyakiti, percayalah segala sesuatu yang berbau kebaikan itu harus diusahakan, seperti halnya memaafkan dan meminta maaf. Walaupun sulit tapi BISA! (harus)

Jangan Nodai Ukhuwah Kita :)

judulnya “Keberpihakan

Setiap orang secara naluriah memiliki suatu kecenderungan “keberpihakan” terhadap sesuatu. Dalam kehidupan berkelompok, “keberpihakan” tersebut sedikit banyak adalah kecenderungan dalam pertemanan.

Bagi saya pribadi, keberpihakan merupakan salah satu syarat mutlak dalam pertemanan. Keberpihakan disini bukan berarti seorang teman harus selalu sependapat dengan kita, tetapi lebih pada “teman tidak makan teman“.

friends never stab at your back

Saya rasa, kadar pertemanan dapat diukur dari situ. Coba perhatikan, jika Anda berada dalam sebuah grup, pertemanan bisa dilihat dari keengganan seseorang menggunjingkan seseorang yang lain. Itu berarti ia berpihak dengan orang tersebut, ia setia sehingga takkan mau menggunjingkannya.

Maka jika Anda berada bersama orang atau sekumpulan orang yang mengaku teman tetapi masih menggunjingkan Anda di belakang, Anda harus pertanyakan pengakuannya. Get away from them.(kalo yang ini saya kurang setuju bubu ;p)

“ini adalah salah satu tulisan saudara saya yang bernama ibu Bramantya Gautama, kenapa saya copas?? yaa..kata saya mah bagus aja dan rada sependapat dengan pendapatnya. Pengalaman pribadi Muth?hmmm.Mungkin”

Itu baru pembukaannya saja, yang saya ingin bahas lebih lanjut adalah bagaimana Islam itu sendiri mengatur hubungan seseorang dengan seseorang dalam ikatan hubungan ukhuwah islamiyah. Ukhuwah islamiyah adalah sebuah persaudaraan dalam islam, tak peduli bahwa orang itu seperti apa, mau tukang mabok, tukang judi, yang penting bila ada cap islam di jidatnya (cap  invisible) maka ada kewajiban – kewajiban dan ada hak – hak yang harus ditunaikan.

Dari Hudzaifah.org, dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita untuk menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf ukhuwwah yang telah dibina:

1. Tabayyun
mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima (QS 49:6)

2. ‘Adamus Sukhriyyah
tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain(QS. 49:11)

3. ‘Adamul Lamz
tidak mencela orang lain  (QS. 18:28)

4. Tarkut Tanabuz
meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap sesama muslim (QS 49:11)

5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan
Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut (QS 49:12)

6. Adamut Tajassus
tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain (QS 49:12)

7. Ijtinabul Ghibah
Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri

Begitulah kiranya saudaraku, dengan pernyataan di atas ini, saya selaku manusia biasa yang banyak khilaf dan salah (khilaf sama salah apa bedanya ya?), dengan ini membuka selebar – lebarnya hati saya untuk menerima, kiranya apa saja hal – hal yang perlu ditabayuni dalam diri saya. Silakan..silakan..walaupun mungkin akan ada paku yang menembus hati ini, semoga hati ini menjadi semaaaakiiin luuuaaaas dapat menerima segala kritikan pedas ( latihan bo..gimana nanti di Akhirat, dikritik sama Allah plus hukuman2Nya, Naudzubillah). Udah ah, I Love Them, my friends, walaupun kadang suka bingung ngungkapinnya, ya tapi beginilah caraku menyayangimu.

Dejan Mau Kenalan, Om Tantee…(Eps.1)

Perkenalkan, namaku dejan, kata emak dejan itu singkatan dari Dede Janin . Kenapa dede, soalnya dejan masih kecil banget dan belum berdaya dan kenapa janin soalnya kalo janin dalam bahasa inggris maknanya ada dua yaitu embryo dan fetus (lho apa bedanya mak??).

Emak menjawab “kalo embryo itu usia kehamilan 1-8 minggu, naah kalo fetus itu 8 minggu sampai kelahiran dimana organ utama dan system organ telah tebentuk. Jadinya emak namain kamu dejan aja ya”. *iyaaa..maak!*.

Selanjutnya apa lagi ya, oia ada yang tahu darimana asalnya dejan nggaaaak? Saat ini usia dejan masih 7 minggu jalan 8 minggu looh. Duluuuuu banget dejan terbentuk dari hasil fertilisasi internal (looh..emang ada yang eksternal ya mak!).

Emak Menjawab “ Ohh..ada sayang..fertilisasi eksternal itu adalah fertilisasi yang terjadi di luar organ reproduksi, kayak ikan contohnya. Kalo dejan ini kan ada di dalem organ reproduksinya emak, jadi disebutnya reproduksi internal”.

Lanjutin ya om tante, peristiwa fertilisasi itu ga sembarangan looh, baik dari segi waktu terjadinya maupun mekanisme pertemuannya. Coba ya bayangkaaaan, fertilisasi itu bisa terjadi kalo sel telurnya emak PAS ada di saluran oviduct (kaya nama bebek ya mak!), tapi tenaaaang kita bisa tahu ko (baca: memprediksikan) kapan sel telurnya emak ada di saluran oviduck itu yaituuuuuuu..PAS MASA SUBUR..lah masa suburnya emak kapan ya?? Konon katanya masa subur itu hanya dua hari diantara siklus menstruasinya emak, yaitu waktu pertengahan siklus menstruasinya emak. Misalnya siklusnya emak 28 hari, 28 dibagi 2 kan 14, naah pada hari ke-14 itulah masa suburnya emak. Hari ke-1nya dimulai dari hari pertama emak menstruasi. (ngerti gaaak tantee om?? Kalo ngga ngacung aja ya). Terus ya tante om, itu kan dari segi waktu, terus dari segi mekanismenya gimana ya sampai dejan berusia 7 minggu ini, dejan udah bisa apa aja nih mak diusia 7 minggu ini? *kan emak udah bilang kemarin sama dejan, dejan aja ya yang bilang sama on tante*. Baiklah mak! Jadi begini om tantee, peristiwa fertilisasi ini merupakan peristiwa yang luaaaaaaar biasaaaaaaaa, peristiwa yang menunjukan kebesaran Allah, jadi menyimaknya juga harus sambil bilang Subhanallah ya, dan harus diperhatikan dengan seksama, ok? Siap ya…

Fertilisasi adalah peristiwa pertemuan 2 sel gamet, jantan dan betina, sel sperma dan sel telur. Sel sperma itu yang punya laki – laki, dia terbentuk sepanjaaang hayat dikandung badan (kayak lagu ya mak!), sperma itu terbentuk di dalem testis tepatnya di tubulus seminiferus (kalo gatau gambar testis, Tanya bapak google aja ya om tantee^^). Kalo dejan nanti laki – laki testisnya bakalan ada 2, yang terbungkus rapih di dalam scrotum. Tahu ga om tante, sebelum testis itu lahir, eh salaah.. sebelum seorang anak laki – laki itu lahir, testisnya ada di dalam abdomen loh (abdominal cavity), *dimana eta teh jan* pokonya di dalem mak! Ga diluar (baca : scrotum), barulah sesaat sebelum lahir testisnya ngacleng ke scrotum, kalo testisnya terus berada di dalam abdomen maka spermanya gaakan bisa terbentuk nantinya, suhunya itu loh om tante, panas!!! Kalo udah di scrotum, suhunya jadi 2 derajat lebih rendah, naah itulah suhu yang PAS untuk pembentukan sperma. Udah ya.. sekarang dejan mau cerita lagi (loh,,bukannya dari tadi kamu cerita ya jan?), setiap air mani (semen) yang dipancarkan itu, banyaknya 2-5 ml, yaa..sekitar 20-50 tetes pipet tetes kalo emak lagi praktikum, dikit banget kaaan. Tapi om tante, tahukah bahwa ternyata di dalam volum yang sedikit itu terdapat 50-130 Juta sel sperma, juta bo! Tapi yang lebih menakjubkan lagi hanya satu saja yang menjadi The Champion! (baca : menembus masuk sel telur).

Waaaa..ko bisa mak? Yang lainnya pada kemana mak? Terus ko sperma itu tahu kalo tujuannya sel telur? Siapa yang ngasih tahu mak? Terus mak, ko sperma anjing gabisa ketemu sama sel telur kucing mak? Dejan gaakan ketuker kan mak? Dejan terbentuk dari spermanya manusia kan mak? Kalo spermanya sperma kucing bakal kebentuk dejan ga mak? Emangnya gabakal disangka benda asing ya mak? Emak kan punya antibody, ga dilawan gitu mak?

*Nantikan jawabannya dalam “Kenalannya Dejan Eps.2”)

 

Sedikit curahan hati di malam hari (LELAH)

Lelah,,

Saat melihat idealitas dibenturkan dengan realitas..

Merasa tidak bisa berbuat apa – apa, merasa tidak mempunyai kekuatan apa – apa untuk melawan

Apakah dulu Rasul dan Sahabatnya mengeluh di blog?

Dimana tempat mengeluh mereka ya?

ah kalo saya di blog dulu saja,,,

 

Lelah,,

melihat orang – orang bersekongkol, mencari kekuatan, bergosip, menyindir

apakah dulu Rasul dan Sahabatnya pernah berprasangka buruk?

bukankah ada metode yang bernama Tabayun?

 

Lelah,,

dengan sesuatu yang berlabel katanya si ‘ukhuwah’

begitulah bila manusia dijadikan tempat bergantung!

bukankah hanya Allah tempat kita bergantung?

 

Lelah,,,

melihat orang kesetanan karena musik, berjingkrak-jingkrak, sampai bahkan ada yang mati karena tergencet

ingin rasanya berteriak di depan mereka “Sudah tak jamannya lagi ey!”

Apa saya yang ketinggalan jaman?

Hmm…sudahlah cukup pernah merasakannya, dan tak mau mengulanginya

kesenangan yang semu

 

Lelah,,

MElihat orang tak berprinsip

ikut-ikutan tren ‘dunia’ hanya untuk bisa diterima di lingkungan yang katanya ‘gaul’

Ya..Allah..ini bukan sirik kan namanya?

*katanya sih sirik tanda tak mampu*

TP SY MAMPU (kayanya mah)  HANYA TIDAK MAU!!

 

AH Muth! Tak berguna kau! hanya bisa mengeluh di blog…..

apa tindakanmu???

*gaada* jawabku.

 

.::ah apalah aku ini::.

 

M U A L

Kalau ditanya “Sudah siap Tia teh menjadi Ibu?” ternyata setelah dipikir – pikir saat ini, sepertinya saya belum siap untuk menjadi seorang ibu, karena sebelumnya saya belum pernah mengalami bagaimana rasanya menikah dan hamil  (ya iya laah). Jadi ini teh ceritanya saya sedikit shock. Lho ko bisa? tapi bagaimana pun juga, siap tidak siap, saya harus berusaha untuk mengondisikan agar siap.

Sedikit banyak dalam kehidupan yang baru saya alami ini telah membuat kepala saya shock. Oh..Oh..Oh.. Ntah mengapa setelah menikah perasaan ingin diperhatikan lebih, kemanjaan over, dan hal – hal lain yang berbau ‘ketidakdewasaan’ dalam diri saya muncul. Apakah ini wajar? Ah seharusnya sih biasa saja, nanti juga kembali normal (mereun), hanya butuh proses.

Karena judulnya blognya MUAL, saya akan bercerita sedikt mengenai rasa mual ini.

Pada awalnya sih, rasa mual tidak dirasakan menjadi – jadi, tapi memasuki minggu ke 6/7 an lah rasa itu meningkat, dan konon katanya akan terus meningkat hingga minggu ke-11 (hiksTT).  Itulah yang saya bilang tidak siap, saya tidak siap untuk merasakan mual ini! kalau dipikir – pikir saya ini orang yang sangat jarang mual bahkan sampai muntah, dan sekarang saya harus merasakannya setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik (heu.lebai)! tapi memang benar itulah yang saya rasakan.

Berbicara tentang mual, pasti ada kaitannya dengan makanan. Kalau boleh memilih, ingin rasanya makanan yang masuk itu tidak lewat mulut. Yaa..lewat apa saja, yang penting tidak lewat mulut tapi badan ini terpenuhi nutrisinya (ngehayal^^).  Beberapa hari di awal ketika rasa mual yang semakin menjadi ini, saya memutuskan untuk tidak makan, dan alhasil tubuh ini menjadi tidak berdaya. Terkapar tak berdaya di rumah yang hanya ditemani oleh dinding bisu, rasanya menyakitkan, serasa tidak ada yang mendukung, serasa tidak ada yang memperhatikan (kalo yang ini mah curhat >< hehe). So? if ur wife sendirian ketika hamil muda, dan Anda tak ada disisinya ..saya sarankan untuk meneleponnya setiap saat, hanya untuk menyuporrtnya, mendukung, memberii semangat agar dia mau makan atau ketika memang istri Anda tak berdaya (membeli makan saja sulit) , titipkanlah dia pada tetangga, teman, atau saudara sebagai bentuk perhatianmu untuk kembali membangkitkan semangatnya. Bukankah salah satu kewajiban seorang suami ketika istri hamil adalah memperhatikan nutrisi yang dimakannya? Kalau istri anda bandel karena gamau makan terus, masih ada 1000 cara untuk membuat istri Anda makan, so? jangan menyerah ya para suami!hehehe..

Berbagai tips diberikan oleh teman-teman saya yang sudah melewati ‘masa ini’ dan pada intinya memang rasa mual ini wajar dialami, hanya saja kadarnya tidak sama bagi setiap ibu hamil. So? bagi ibu hamil muda,,jangan merasa sendirian ya,, karena jauuuh di luar sana banyak bumil lain yang merasakan hal itu. Nutrisi bumil, sebenarnya sama saja dengan pelajaran waktu kita SD yaitu 4 sehat 5 sempurna, paling ditambah vitamin-vitamin tambahan seperti asam folat, calsium, dan zat besi. Cuma masalahnya apakah makanan 4 sehat 5 sempurna itu bisa dimasukkan secara sekaligus? yap, kalo yang itu mah rellatif, karena terkalit rasa mual itu tadi. Bila merasa tidak bisa sekaligus dimasukkan, bisa dengan cara dicicil, 2 jam sekali misalnya, yang penting jangan sampai lambung kosong dan nutrisi terpenuhi. Teorinya sih begitu, tapi saya yakin prakteknya jauh lebih sulit. So? bersabarlah para bumil! kalo kata temen saya mah..”Demi!”

“Pastilah Allah memberikan ‘rasa’ ini diiringi dengan sebuah hikmah”

Rasa Mual yang dirasakan karena pengaruh peningkatan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh Bumil. Dampak dari peningkatan itu salah satunya  meningkatkan produksi asam lambung, dan produksi asam lambung  itulah yang menyebabkan rasa mual. Jadi salah namanya bila ketika rasa itu datang, asupan makan kita malah nol sama sekali. Karena itu akan dapat lebih meningkatkan asam lambung. Konon katanya (kata ahli kandungan), rasa mual itu dapat melindungi janin dari  racun.  Masa trimester awal adalah masa – masa rawan pembentukan organ, dan ketika pembentukan itulah secara ‘alami’ tubuh menyeleksi makanan yang masuk ke dalam tubuh kita yang mungkin banyak mengandung racun – racun invisible.

Masih banyak ilmu tentang kehamilan ini yang belum saya ketahui, semakin ku mengenal ilmuNya, semakin ku percaya bahwa Allah menciptakan sesuatu itu tidak sia – sia.

 

So?? SELAMAT menempuh titian ibadah yang luaaaaaaaaaaaaaaar biasaaaaaaaaa INDAH ini  ya.. :)

(percayalah! indah! bahkan lebih indah dari menulis skripsi ^^hehehehe (kerjain muth!))

Catatan : mohon doanya smoga kandungan ini lahir pada waktu yang tepat, normal, sehat, dan lahir menjadi anak yang lebih soleh dari ibu bapaknya. Mohon doanya juga saat ini saya sedang diare, dan konon katanya diare dapat mengganggu janinTT. Sip. Semangat truSs!!

 

Did I Marry The Right Person ?

Sebuah Terjemahan Bebas dari “Did I marry the right person?”

Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih single maupun yang udah nikah. Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

“Apakah Saya telah Menikahi Orang yang Tepat?”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!” “Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabanya.
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, rasanya ga sabar untuk selalu bertemu dengannya,betapa anda merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai sikap-sikapnya yang romantis,gentle dan penuh perhatian.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan.
Ngga perlu berbuat apapun ,Makanya dikatakan “jatuh” cinta.

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta” Bayangkan ekspressi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Sering juga orang mengatakan bahwa Cinta itu Buta.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi,setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun perlahan memudar..
Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang menjengkelkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin bete yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai “berhasrat” menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas.
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, dugem,nonton tv/dvd sampe bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN
KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, SECARA TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan.
Cinta NGGA AKAN PERNAH terjadi begitu saja.
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya.
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK….
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu físika (seperti gaya Gravitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat dan sehat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat dan awet. Ini merupakan reaksi Sebab Akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa
“MEMBUAT” cinta bukannya “JATUH ” cinta.

Karena cinta dalam PERNIKAHAN sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN.

My Lovely Grandma

Eyang mamah’, panggilan itu yang senantiasa terucap dari mulut cucu-cucunya yang berjumlah 23 orang, mulai dari kakakku sebagai cucu tertua sampai dengan adik kecilku Vira yang baru berumur 3 tahun. Eyang mamah dimataku adalah sesosok bunda yang luar biasa, terlepas dari segala kekurangan yang dimilikinya. Sabar dan Ramah adalah sifat dominan yang dimiliki eyang mamah. Sabar atas musibah yang dihadapinya, mulai dari masalah anak, keuangan, sampai dengan masalah menantu-Subhanallah, semoga Allah merahmati eyang-. Rasanya masih ingat terakhir kali eyang tersenyum, sebelum penyakit itu menyerang secara membabi buta yang akhirnya menjadi sebab atas meninggalnya eyangku tercinta itu-semoga Allah merahmatinya-

Kronologis penyakit eyang, rasanya masih segar dalam ingatanku, ketika itu hari terakhir LMD (Latihan Mujahid Dakwah) di Salman yang kuikuti, 17 Januari 2006. Saat pikiran ini masih dipenuhi oleh ‘rasa berdosa’ akibat pencucian otak selama LMD, tiba-tiba saja aku mendapatkan telepon dari ibu. Kabar yang kuterima sontak membuat mataku yang sudah tebal a.k.a sembab menjadi beberapa centi lebih tebal lagi. Singkat cerita, saat ibuku menelepon, eyangku sedang menjalani operasi untuk yang pertama kalinya. Sebuah operasi yang tidak disangka-sangka sebelumnya, karena bila dilihat secara fisik, eyangku terlihat bugar, hanya satu yang sering dikeluhkannya yaitu sakit perut. Sakit perut yang semula diduga sebagai penyakit maag itu kemudian menjadi sakit yang luar biasa menyiksa. Pagi hari sebelum operasi eyangku divonis mengidap kanker usus besar stadium 4. Daging hitam yang besar akhirnya berhasil dikeluarkan dari tubuh eyang, operasi berhasil. Masih ingat dalam ingatanku, saat sudah tersadar dari operasi aku mengaji di sebelah eyang, hanya ada aku dan eyang, dengan kualitas mengaji yang masih terbata-bata dan tajwid yang acak-acakan, ketika itu kupaksakan dengan berat hati untuk mengaji. Ya..berat hati, karena sebelum masa ‘pencucian otak’ di LMD aku sama sekali tidak pernah mengaji. Rasa berat hati itu dikalahkan oleh sebuah dorongan yang kuat, yang datang tiba-tiba padaku. “Pokonya aku ingin mengaji untuk eyang!”. Sebuah kalimat pendek keluar dari mulut eyang ketika itu ‘Haturnuhun Tia..’

Pasca operasi, mengharuskan eyang menjalani kemoterapi, dan kemoterapi pun dilakukan. Semangat hidup eyang yang tinggi membuat eyang cepat pulih pasca kemoterapi itu. Makan terpola dan terjadwal, itulah yang harus diperhatikan betul oleh eyangku. Bulan demi bulan terlewati, eyang pun tetap melakukan aktivitas kesehariannya, menyulam, mengajar ibu-ibu menyulam, menyiram tanaman, merawat tanaman, arisan, jalan – jalan ke rumah anaknya di Sumatra dan Sulawesi, dlsb. Sampai suatu ketika saat control ke dokter, ternyata ada daging yang tumbuh kembali, di tempat yang sama. Operasi kedua pun dijalankan, tetapi kali ini tidak diikuti kemoterapi. Segala macam saran pengobatan, mulai dari pengobatan tradisional sampai dengan modern, sudah pernah dicoba tetapi keadaan eyang tidak juga mambaik. Dalam sakitnya pasca operasi ke-2 ternyata eyang ku masih dapat beraktivitas seperti biasanya. Sampai akhirnya bulan Mei kemarin eyang menjalani operasi ke-3 karena daging tumbuh kembali di tempat yang sama (lagi!). Kuhantarkan eyang mulai dari ruang perawatan sampai dengan depan pintu operasi, lagi-lagi dengan senyum ramahnya eyang berkata kepadaku ‘Eyang mah pasrah’. Pasca operasi ke-3 ternyata keadaan fsiknya tidak terlalu baik, berbeda dengan pasca operasi ke-1 dan ke-2, kali ini kondisi eyang semakin harinya semakin menurun. Ketika itu keluarga kami sedang mempersiapkan acara untuk pernikahanku. Eyang sangat senang ketika mendengar kabar aku akan menikah, berulang kali eyang mengatakan kepadaku dan ibuku ‘Dugi teu nya ka nikahana Tia? (artinya : sampai ga ya ke nikahnya Tia?)’. Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan kepada eyang untuk menyaksikan cucunya ini menikah.

Tepat dua bulan setelah aku menikah, 11 Septeber 2009, eyang menghembuskan napasnya yang terakhir dalam usianya yang ke 82 tahun 5 bulan. Terlihat jelas penurunan kondisi di tiap minggunya, mulai dari tidak bisa melihat sebelah mata, tidak bisa berjalan, kurang mendengar, dlsb. Allah mengambil satu demi satu kenikmatan yang dulu pernah dirasakannya. Kalimat Tahlil ‘Laa illa ha illallah’ terus saja diucapkan saat rasa sakit menjalar di tubuhnya terasa. Kanker itu seperti rayap, menggerogoti sedikit demi sedikit, kadang sakit, kadang tidak. Sampai Senin kemarin, sama sekali tidak ada makanan yang bisa masuk, dan dirujuklah beliau ke RS. Sehari itu eyang masih sadar, keesokan paginya eyang tidak berada dalam keadaan sadar alias koma. Matanya terpejam erat, seperti tidur, denyut jantung, Hb, dan tekanan darahnya normal, kali ini eyang tidak merintih kesakitan, tenang. Bila ada yang membacakan ayat suci AlQur’an di matanya terlihat ada air yang menggenangi, Ya..dalam komanya eyang mendengar. Sampai hati Jum’at tiba, tekanan darahnya drop drastis, suhu tubuhnya sudah mulai dingin, proses sakaratul maut sedang berlangsung. Keluarga memutuskan untuk membawa eyang pulang pada malam harinya, sejam setelah tiba di rumah, dalam tempat tidurnya, mata eyang tiba-tiba membuka perlahan, menatap satu per satu anak-anaknya, dan terpejam kembali untuk selama-lamanya, tenang, tak ada suara.

“Untuk eyang yang telah memberiku pelajaran untuk tetap tegar dan sabar, yang menggoreskan banyak kenangan di hati ini, ah..rasanya terlalu banyak kenangan indah bersamamu, yang. Betapa cucumu ini akan selalu merindukanmu, dan semoga kelak kita dipertemukan sebagai sebuah keluarga di JannahNya”

Aamiin ya ghafur…

Perjalanan Menuju 11 Juli 2009

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiyâi’: 89).

5 Mei 2009, jam 09.33

Asrama Salman. Setelah aku selesai dengan urusanku di kamar mandi di HPku tertulis, “2 missed call” . Ternyata itu telepon yang tidak terangkat dari Murabbiku. Langsung saja aku sms “Hadir teh! punten tadi teh kebelakang”. Beberapa detik kemudian Murabbiku menelepon, kurang lebih isinya seperti ini “Muth, insyaAllah ada biodata ikhwan yang masuk untuk muthi, teteh kirimkan via email ya, mungkin 10 menitan lagi sampai”. Ketika itu kujawab “Ogitu.. Biodata? (dengan nada tenang) Haduh teh..(nada panik) deg-deg an teh ( tambah panik)”. Dasar Muthi! Kepanikan itu terjadi karena aku tidak menyangka akan secepat itu aku mendapatkan biodata ikhwan (awalnya kuprediksikan yaaa, paling akhir tahun, atau tahun depan). Tapi Bismillaah, bila hati ini sudah berazam, maka konsekuensi apapun akan kuterima. Yup, inilah langkah yang kuambil, aku ingin meraih RidhaMu Rabb. Walaupun diri ini merasa belum baik adanya, setidaknya ada satu langkah yang kuambil yang kuharap dapat membuat Engkau lebih menyayangiku .

Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.” (Qs. Yûnus: 85-86).

Sepuluh Menit kemudian, “hm, ini dia email yang dimaksud dengan judul ‘Sedikit ttg sy.doc’”. Lalu kudownload filenya, dan kubaca pesan dari Murabbiku, “Silahkan dipelajari biodatanya, putuskan dalam keadaan ruhiyah terbaik, jangan lupa istikharah. Butuh waktu berapa lama untuk menjawabnya?” Lalu kujawab “Seminggu..eh..mmm..tiga hari mungkin teh”. Kemudian kubuka filenya, Pertama yang kulihat adalah NAMA dan FOTO. “Hm. ..tak ku kenal” ucapku dalam hati, lembar demi lembar aku telusuri dan kubaca, sampai akhirnya terhenti pada aktivitas organisasi yang membuatku harus mengingat keras (siapa sebenarnya sosok lelaki ini) “ Anak KARISMA Salman? Fisika Teknik? 2003? MUFTI?”. Langsung saja aku teringat pada sesosok lelaki yang dulu sering kulihat keluar masuk gedung kayu Salman, yang suka memakai jaket MUFTI warna krem ada garis-garis hijaunya dan suka bawa helm. Spontan saja aku menjawab “Oooo..akang itu”. Tapi tetap saja tak kukenal, hanya tahu saja, bahkan wajahnya pun lupa. Hanya jaketnya saja yang kuingat dengan jelas. Ok, akhirnya kupelajari biodatanya. Lembar demi lembar pun kubaca, dan “hmmmm” secara garis besar tidak ada hal-hal yang bertentangan denganku bahkan aku telah “jatuh hati” (dikutipin lo ya ^^) pada kecintaannya mengajar dan latar belakang orang tuanya yang adalah seorang guru.

-Mimpiku bukanlah menjadi istri saudagar kaya.. mimpiku adalah menjadi seorang guru- Bu Muslimah-Laskar Pelangi

7 Mei 2009, jam 20.00 Meminta restu dari ibu dan bapak untuk menjalani proses selanjutnya, dan mereka pun setuju. Akhirnya kuputuskan malam itu untuk mengSMS Murabbiku. “Bismillaah..setelah melihat, menilik, dan kemudian saya memutuskan tidak ada alasan untuk muthi (saat ini) untuk menolak, Lanjutkan teh!”. Seperti membeli kucing dalam karung ga Muth?(kalo ada yang nanya^^) Awalnya sih merasa seperti itu, tapi setelah aku berdoa, istikharah, menyerahkan sepenuhnya kebenaran data itu pada Sang Maha Yang Mempunyai Hati ini. Tiba-tiba mengalir perasaan tenang dan mantap dari dalam diri ini.

Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’râf 89).

17 Mei 2009, jam 14.00-15.00

Bertempat di sebuah masjid yang lumayan sepi, ditemani dengan Murabbi dan beberapa Sesepuh lainnya^^. Ta’aruf pun dilakukan. Sesosok ikhwan di biodata itu, ternyata bukan fiktif dan dia benar-benar nyata kawan!, aku melihatnya sekilas dan dalam hati aku berkata “Tuh..kan bener..akang itu” selanjutnya aku tidak berani lagi melihat wajahnya. Intinya pada proses ini kami berdua saling mengajukan pertanyaan yang tidak ada dalam biodata dan dirasa penting. Lagi – lagi, ntah kenapa aku merasa mantap hari itu. Akan tetapi untuk lebih memantapkan lagi diberi waktu 3 hari untuk menjawab apakah proses ini akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya atau tidak.

“Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’râf 23).

20 Mei 2009, jam tidak tercatat

“Muthi InsyaAllah, dari ikhwannya berniat akan melanjutkan pada tahapan selanjutnya. Bagaimana dengan Muthi?”. Begitulah kira-kira isi SMS dari Murabbiku ketika itu. Lalu kujawab “ iya teh, insyaAllah saya pun begitu”. Kemudian Murabbiku menjawab lagi “Alhamdulillaah, insyaAllah nanti akan dijadwalkan kapan Fauzi bisa bertemu dengan orang tua muthi”

“Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan ‘Aku pasti melakukan itu esok pagi’. Kecuali dengan mengatakan ‘insyaAllah’….”QS. Al-kahf 23-24

24 Mei 2009, jam ba’da asar@Asrama Salman Hari ini kang Fauzi ke Rumah di Rancaekek. dari pagi perasaan udah ga tenang, ntah kenapa, mencoba menghilangkan ketidaktenangan dengan berolahraga, tapi tetap saja. Makan ga nafsu, walaupun hanya 2 kali, keduaduanya tetep aja ga abis. Ya Rabb..maafkan aku atas kemubadziran hari ini, tapi ntah ini namanya sindrom apa setiap makanan masuk ke dalam mulut, pahit! Gada rasanya. Heummm. Sampai akhirnya bapakku mengSMS isinya “Caminku ngirim apel, brownis, pis mol Amanda”. Caminku? Awalnya aku berpikir bahwa Camin itu nama orang, “Camin, siapa ya?” Oalah.. setelah beberapa saat berpikir, Camin itu ternyata singkatan dari Calon Minantu (Calon menantu.red). “Bapak..Bapak..ada-ada aja”^^. Setelah bapak SMS mulailah hatiku sedikit tenang, sepertinya langkah awal yang bagus yang mengindikasikan bahwa “kg Fauzi ternyata ga diapa-apain sama bapak” hehe. Lalu aku balas smsnya “Gimana pak, udah interogasinya?”, lalu bapak balas dengan balasan yang membuatku lebih tenang lagi “Udah dong, mengharukan, tinggal Tia yang ta’aruf dengan orang tuanya, tunggu tanggal mainnya. Memohonlah terus kepada Al Waduud (Sang Maha Pemberi Cinta.red)”.

“,,,Ingatlah dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang” QS.Ar-Ra’ad 28

25 Mei 2009

SMS dari Murabbi, yang merupakan forwardan dari SMS kang Fauzi “Teh, tolong tanya ke akhawatnya, kalau 2 minggu lagi dilaksanakan khitbah, bagaimana? Saya akan mempersiapkan keluarga saya”. Spontan ketika itu kuberteriak dalam hati “What? Khitbah? main tembak aja, diskusiin sama bapak dulu lah”. Mengingat saat itu kondisi keluargaku yang belum stabil (eyangku pasca operasi yang belum pulih, sementara itu di bulan Juli ada acara reuni Akbar Keluarga) aku jadi sedikit terbawa emosi. Pokoknya ketika itu aku merasa ‘ditembak’. Lalu kujawab (via MBku) yang pada intinya biarlah santai sedikit, lihat kondisinya seperti apa dulu dan aku menyarankan agar kang Fauzi bertemu dengan bapakku lagi dan aku mengenal keluarganya terlebih dahulu.

28 Mei 2009

Disela masa-masa UAS, akhirnya aku memberanikan diri untuk berangkat ke Cipendeuy, Banjaran. Ke Rumah kedua orang tuanya. Ditemani adiknya yang ternyata seangkatan denganku, aku janjian di terminal Ledeng, naik BIS damri, turun di Tegalega, terus naik yang ke Banjaran, terus nyampe terminal naik keretek (delman.red). Pengalaman baru dan seru! Ternyata ada juga kawasan Bandung coret yang lebih jauh dari Rancaekek^^. Selama perjalanan aku bertanya-tanya tentang adik-adiknya, ibu-bapaknya, aktivitas, dan pastinya tentang dirinya. Di Rumahnya aku berkenalan dengan kedua orang tuanya, dan satu pesan tak tertulis dari keduanya adalah “Lulus dulu”. Hehe. Pesan yang sama dari bapakku, ketika kg Fauzi untuk pertama kalinya datang ke rumah kedua orang tuaku.

30 Mei 2009. Jam 14.30

Hari ini kg Fauzi bertemu dengan bapak lagi, tema pembicaraannya adalah “Obrolan Campur Aduk dan pembicaraan rencana khitbah”. Bertempat di rumah eyang di Cihanjuang akhirnya aku pun datang (setelah terjadi insiden pemaksaan dari ibu dan bapak agar aku datang (lebai..) dan atas izin Murabbi untuk datang dan tidak ngaji a.k.a liqo a.k.a mentoring, akhirnya aku datang.hehe). Bismillaah, tibanya di rumah eyang aku kaget ‘Walah banyak saudara, ternyata mang-mang dan bibi-bibi saat itu sedang kumpul di rumah eyang’ Sontak saat itu saudara-saudaraku menggodaku “Adeuh teh Tia, ada si aa tuh di dalem”. “Hiaa..aa?”jawabku. Komentar yang sama datang dari bibi-bibi dan eyangku “Mirip sama teh Tia ya, tinggal dikerudungin tapi, jodoh memang”. Pembicaraan saudara-saudaraku saat itu tak kumasukkan ke dalam hati. Biarlah Allah yang menentukan apakah dia jodohku atau bukan, karena Dia yang lebih mengetahui segala yang tidak kita ketahui.

“Ya Allah yang memutarbalikan hati. Tetapkanlah hatiku pada jalan agama-Mu”.

Dengan kaki yang gemetar dan jantung yang berdegup kencang akhirnya aku masuk melalui pintu samping rumah eyang, jalan menuju ruang tamu, lalu kemudian aku melihat Jaket krem garis-garis hijau itu di kursi ruang tamu, ‘Tapi mana orangnya ya? Ah tak peduli’ jawabku dalam hati. Lalu seperti kebiasaanku pada umumnya bila aku ke rumah eyang tempat yang dituju pertama kali adalah adalah Kamar Eyang, dengan langkah gontai lalu aku masuk ke kamar. Dan ternyata aku melihat sosok itu berada di kamar eyang, spontan aku berteriak “Hiaa..” lalu aku berbalik kebelakang dan berjalan secepat mungkin ke dapur, dengan ekspresi yang entah seperti apa. Pokoknya hari itu kulalui dengan perasaan malu, deg-degan, salah tingkah dan sebagainya. Tanggal khitbah pun ditetapkan 4 Juni 2009. Tanggal itu ditentukan karena bertepatan dengan datangnya kedua anak eyang yang dari Sulawesi dan satu dari Sumatera dengan tujuan menjenguk eyang, dan pada tanggal itu pun merupakan hari terakhir salah satu Bibi berkunjung di Bandung. Alhamdulillah. 4 Juni 2009 Peristiwa itu, khitbah namanya akhirnya terjadi juga. Jam 15.25 lelaki itu datang. Memakai baju yang kalo kata mang Deni (paman saya.red) mah atas warna merah bawah kuning (Kayak bendera semapoer^^), sedikit kulihat dari balik tirai kamar eyang ternyata dia memakai baju warna biru, ya?. Dia dan keluarganya akhirnya datang, solat asar dulu di masjid masa kecilku tercinta (Andai dia tahu arti masjid itu bagiku J, masjid ath thaariq namamu ). Saat acara, bapakku tercinta bertugas multifungsi. Naskah yang telah dibuat dua hari sebelumnya dibacakan, ternyata ada hal-hal yang bapak tambahkan yang aku tidak tahu, dan itu membuat air mataku hampir tumpah J . Bapak..bapak.. Akhirnya tanggal ditetapkan, 11 Juli 2009, jarak waktu yang sangat singkat menurutku dari khitbah ke akad. Sebuah tanggal yang telah lama ditetapkan bukan untuk pernikahanku, tetapi untuk momen reuni Akbar Keluarga dimana keluarga eyang menjadi tuan rumahnya. Akan tetapi Reuni Akbar tidak jadi dilaksanakan, mengingat kondisi eyang yang semakin menurun pasca operasi. Jadilah, rumah yang semula disewakan untuk reuni akbar menjadi rumah untuk pernikahan Muthia Husnul Lisani dan Fauzi Fajrudin.

Dan dalam hati ini pun aku masih bertanya-tanya,, apakah dia yang akan menjadi suamiku kelak? Apakah dia jawaban dari doa-doaku dan doa orang tuaku? Apakah dia yang akan menjadi pendamping hidupku?? Apakah dia pemimpin, nahkoda, pilot rumah tangga yang akan membawaku dan keturunannya ke JannahNya kelak? Aamiin Rabb.

Ya Waduud, Sang Maha Pemberi Cinta, munculkanlah rasa cinta antar keduanya, rasa Sayang antar keduanya, silih asah silih asih silih asuh . Berkahilah setiap langkah yang diambil, setiap tetesan keringat yang keluar, dan setiap hembusan napas yang keluar. Lindungi kami dari keputusasaan rahmatMu, dan rasa malas. Istiqomahkan kami di jalan ini, jalan yang dicontohkan para Nabi dan Rasul. Ajari kami bersabar dan bersyukur. Muliakan kami di duniaMu dan matikan kami dalam keadaan syahid di jalanMu. Bismillahitawakaltualallahilahaulawalakuwatailabillahiladzim.

“Maka Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” QS.Ar-Rahman 16

Gadis Kecil Lays! (Aku Ingin Melihat Senyummu, lagi…^^)

Jum’at, 3 Juli 2009

Saat diri ini dipenuhi kesombongan

Aku berjalan seolah hanya akulah pemilik dunia ini

Berjalan di kegelapan malam

Hanya untuk mencari jawaban ‘Mengapa Aku Seperti Ini?’

Sombong, padahal sesungguhnya tak ada yang kupunya,,,Lalu?

Entahlah…

Ketika itu aku hanya ingin mencari jawaban lewat jalanan malam yang panas tapi tak berkeringat

Sampai kemudian aku bertemu dengan Gadis Kecil itu..

Tingginya hanya seinggi betis orang dewasa (lebih dikit)

Berceloteh sambil menepukkan kedua tangannya, bernyanyi tak karuan.

“la..nya..ibu…bapa..prok..prok..prok..nanana..”

Bibir yang dipaksakan untuk tersenyum, baju kumal, rambut tidak disisir

“Rabb..mana ibunya?”

Lampu hijau pun menyala, seorang wanita paruh baya segera memberikan Lays yang dimilikinya untuk gadis kecil itu. Gadis itu pun mengambilnya kemudian pergi dan  berlari.

Menunggu di trotoar, sambil mendekap Lays yang lebih besar dari tubuhnya, dia pun berteriak dengan suaranya yang kecil tapi lantang.

“Makasih Teteeeeh!”

Disertai senyum terlebar yang kulihat untuk anak seusianya. Senyum yang menampakkan kebahagiaan yang teramat sangat. Dengan Sorot mata kebahagiaan. Mata yang mencirikan kesyukuran, bersyukur karena hari itu dia bisa makan makanan yang jarang (atau bahkan tidak pernah) dia nikmati.

“Ah..apalah aku ini..”

Bagaimana Cara Mendapatkan Jodoh?

Satu pertanyaan yang menimbulkan reaksi jawaban yang berbeda-beda tentunya. Tapi tahukah teman? (nggaak..) ternyata islam telah memberi petunjuk ummatnya untuk dapat berikhtiar a.k.a berusaha dengan cara-cara yang telah disyariatkan yaitu……(ngambang.heu).

Pernah saat saya duduk di bangku SMA saya meminta izin kepada Bapak saya untuk pacaran “Pak..Tia boleh pacaran ga?”. Lalu jawab Bapakku ketika itu adalah “BOLEH asal diridhai oleh Allah“, tapi dasar bocah SMA, ketika itu yang kuingat dan kugarisbawahi (sampai di Bold dan garis miring) adalah kata BOLEHnya (empat kata selanjutnya kuhiraukan begitu saja) dan aku baru tersadar setelah aku mengetahui tentang siapa aku dan apa tujuan hidupku, ternyata itu ungkapan halus dari bapakku bahwa dalam islam tidak mengenal kata pacaran (karena setahu saya tidak ada pacaran yang diridhai oleh Allah, kalau ada tolong beri tahu saya ya? kita diskusi bareng-bareng). Lalu pertanyaannya sekarang, adakah jalan lain mendapatkan Jodoh selain dengan pacaran? (Adaaaa…^^). Berikut saya ceritakan cerita teman, pribadi, saudara tentang bagaimana mereka bertemu dengan jodoh mereka (semoga bisa menjadi hikmah dan inspirasi^^)

Kasus 1 : Seorang co bertemu seorang ce dalam suatu aktivitas, keduanya saling mengenal dalam aktivitas tersebut, hari demi hari pun berlalu. Pada mulanya tidak terdapat rasa antar keduanya, akan tetapi lama-kelamaan timbul ‘rasa’ dari co pada diri ce itu. Karena sang co merasa diri belum siap menikah, maka dia tidak menyatakan ‘rasa’ itu pada sang ce. Barulah pada kuliah tingkat akhir ce tersebut tahu tentang perasaan co yang sebenarnya, karena mereka tahu bahwa perasaannya itu akan menjadi tidak sehat bila tidak diffolow ap i oleh sebuah lembaga pengesahan bernama PERNIKAHAN, maka keduanya meminta izin pada orang tua masing-masing untuk menikah. Kondisinya saat itu sang co sudah lulus dan belum bekerja, dan sang ce tingkat akhir dan merencanakan lulus Oktober. Ada satu hal yang lucu, keduanya berkata kepada masing-masing orang tua “Pak ..bu..setelah menikah tolong biayai kami untuk sementara waktu (karena melihat sang co belum memiliki penghasilan)”. Karena kedua orang tua dari masing-masing pihak melihat niat baik mereka a.k.a niat untuk mencari RIDHA ALLAH maka kedua orang tua masing-masing pun menyetujuinya. Kebesaran Allah diperlihatkan saat kedua belah pihak keluarga besar itu mempersiapkan pernikahan, apakah itu? Tidak lama setelah lamaran, sang co mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yang lumayan besar, dan sang ce pun yang semula ditargetkan lulus Oktober ternyata bisa lulus Juli. Sebuah skenario yang tidak sesuai dengan perkiraan awal, dan saya pribadi merasa Bila dalam diri ini sudah diniatkan hanya untuk mencari Ridha Allah saja, maka kemudahan itu akan datang dengan cara yang tidak kita diduga-duga  (ini kisah nyata loo^^)

Kasus 2 : ini adalah kasus yang paling sering saya jumpai, yaitu dipertemukan melalui Murabbi a.k.a Guru Ngaji a.k.a teteh/akang mentor a.k.a Ustad/Ustadzah. Bagaimana caranya? Murabbi adalah seorang guru yang mengajari masalah pembinaan keislaman, masing-masing memiliki binaannya dan ketika ada binaannya yang sudah siap untuk menikah sang Murabbi meminta binaan tersebut untuk mengisi biodata (isinya apa aja muth? ya..kurang lebih kaya CV ditambah dengan deskripsi kesiapan menikah, visi-misi hidup, dan foto). Singkat cerita (kalo mau versi panjang, jangan ragu tanya saya ya?), ketika kedua insan tidak menolak biodata  yang ada dihadapannya (BTW ada kode etiknya lo, biodata ini bersifat sangat rahasia dan kita dilarang bercerita tentang biodata siapa yang kita dapatkan), maka tahapan selanjutnya adalah proses ta’aruf. Yaah..pada intinya mah ta’aruf itu hampir sama kaya yang di film AAC, dan bila keduanya merasa cocok. baru berlanjut pada tahap selanjutnya. selanjutnya dan selanjutnya (kalo mau tau lebih lengkap, ask me ok?) sampai akhirnya lembaga pengesahan bernama pernikahan pun terjadi.

Kasus 3 : Nah ini lain lagi, walaupun kata orang sekarang bukan zamannya siti nurbaya lagi, tapi masih banyak loo, yang menggunakan cara ini, yaitu Perjodohan Orang Tua. Menurutku selama caranya diridhai oleh Allah, kenapa tidak, asalkan ketika memutuskan tidak berada di dalam tekanan dan paksaan oleh pihak manapun. Ceritanya begini, alkisah Ustadz A dan Ustadz B sudah berteman dengan baik, dan masing-masing memiliki anak sholeh yang ternyata setelah dita’arufi orang tuanya, memiliki kesamaan dalam visi-misi-pandangan hidup. Maka akhirnya jadilah mereka sebagai sepasang anak adam yang Halal.

Kasus 4 : Perjodohan melalui teman. Hal yang menurutku paling bahaya adalah ketika co mengungkapkan perasaannya pada ce secara langsung padahal kesiapan dalam diri masing-masing untuk menikah belum ada. Oleh karena itu disarankan bagi para ce atau co yang memiliki perasaan tertentu untuk tidak mengungkapkannya secara langsung (emang kenapa muth? coba baca tulisan saya yang judulnya PERANGKAP SYETAN ITU BERNAMA CINTA di notes FB juga ada ko ;p).Naah, jadi gimana dong? begini… biasanya seorang co yang memiliki ketertarikan terhadap ce akan bertanya pada sahabat sang ce tersebut. Nanya apa aja muth? macem2, bisa tentang rencana sang ce menikah, kesiapan menikahnya, karakter spesifiknya, dll. yang pada intinya saat tahapan bertanya ini, sang sahabat tidak boleh berkata apapun kepada sang ce bahwa ada co yang menanyainya. Setelah itu apa? setelah itu, bila dari ce dan co nya sudah siap. Maka kita sarankan agar sang co dan ce tersebut berta’aruf lebih dalam (bukan berduaan tentunya). Selanjutnya bila ternyata keduanya menemukan kecocokan.ya..lanjut..

Ada lagi yang punya kasus? saya sudah kehabisan kasus ini. Sebenernya saya suka membahas yang seperti ini dan saya sarankan untuk membaca notes saya yang judulnya diatas tadi, beserta komentarnya..insyaAllah bisa menginspirasi (buat saya mah da iya..hehe). Ini dia linknya http://www.facebook.com/profile.php?id=705679274&ref=name#/note.php?note_id=51852289234

smoga bermanfaat :)

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah

dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shaleh,

jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,

dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan…”

(Asy-Syuara : 83-85)