Aidan, Ummi, dan Bizi Box (Aisha penonton, apalagi Ayah :p)

Standar

Pertama kali liat Bizi Box, ga berani liat lebih jauh karena takuuuuut semakin ngcai yang berimbas pada merayu rayunya saya kepada Ayahnyai untuk mengeluarkan pos yang sudah dianggarkan untuk ditabung. Rencananya saya akan menabung dari sisa sisa uang belanja. Tapi ternyata Allah Yang Maha Baik mempercepat rencanaNya. Seorang sahabat yang sebut saja namanya Pelangi tetiba mengirimkan Kotak Ajaib tersebut, kejutan! Ya Allah andai dia tahu, tiap antar jemput sekolah Aidan, saya selalu melihat toko alatjahit yang di depannya menumpuk kain flanel. Tiap lewat situ dalam hati berujar “Ya…besok beli..besok beli”. Tapi besoknya “Ah..bersabar aja deh, nabung dulu aja buat beli kotak Ajaib”. Hihi..begitulah ternyata Allah mengabulkan keinginanku lewat Sahabat Pelangi yang ternyata dia adalah ownernya si Bizi.Box tadi! Uluuuuh….kamana wae Muth…

Langsunglah si Emak nan lugu ini kalap. Ooh…bikin apa ya bikin apa ya…

Pada dasarnya saya memang senang ngerjain hal hal yang berbau seni, tapi seni tulis dan seni peran! Kalau buat ketrampilan tangan sejujurnya ga trlalu suka, cuma karena sering melihat ibu ibu lain yang super kreatif macam menggunakan barang bekas untuk berkreasi, terus membuat games dari bahan bahan yang lucu lucu, menjadikan bahan keterampilan jadi media edukasi, eeh jiwa kreatif yang entah berapa persen ini menggebu gebu minta dikeluarkan.

Jadilah yang semula hanya bab niat berprogress menjadi bab pelaksanaan. Gimana nih waktu pelaksanaanya? Dapat ide dari mana? Sebenernya ide itu muncul darimana sih? Ko bisa kepikiran buat kaya gitu? Memulainya darimana?

Saat hendak membuat karya, biasanya saya tanya ke Aidan anak saya yang pertama (4.5 tahun).

“Aa mau buat apa?”

Pertama, disini kita harus memancing dulu ide dari anak. Kalau anak pun bingung mau membuat apa, kita bantu dengan menyebutkan benda benda di sekitar kita.

“Mau apa aja Aa..terseraah…mau mobil, bunga, pohon, robot apapuuuuun”

Saat anak sudah memberikan idenya, jangan lantas kita berujar “Ah..susah buat itu mah”. Nanti otaknya khawatir shut down sebelum memulai. Kalau kita tidak bisa? Cobalah dengan meniru. Bisa melalui gambar di buku atau keterampilan yang sudah dibuat oleh para pendahulu.

Idealnya sih, menurut saya saat anak menemukan Idenya, kita lihat sejauh mana dia ’merealisasikan’ idenya. Beri bahan, eksplor sendiri, buat sendiri dan kita apresiasi bagaimanapun hasilnya.

Tapiii beda anak beda juga karakter, Alhamdulillah (asalnya mau bilang kebetulan..hehe) saya memiliki tipikal Anak Aidan yang harus supeeeer distimulus dengan cara, dimotivasi, dicontohkan, diberi arahan, agar ketidakpedeannya sedikit demi sedikit menghilang. Teringat ke masa silam, dimana Aidan bayi.yang harus distimulus lebih untuk guling guling sendiri (dia baru bisa guling guling umur 6 bulan) dan stimulus agar bisa merangkak (11 bulan), begitu pun dengan mainan seperti puzzle dan legolegoan yang harus super sabar agar dia bisa sabar..hehe.

Kata kata “Berusaha, Bersabar, dan Berdoa” Menjadi kunci saya dalam mengajarkan apapun ke Aidan. Ditambah apresiasi ’seaneh’ apapun karyanya, dan juga sedikit banyak doktrin ’otak berkembang’. Otak Aa bisa berkembang baik kalau…. dan tidak berkembang baik kalau…. . Aa semakin hebat tandanya otak Aa berkembang.

Haiiish..jadi kamana mana, asalnya mau review tentang Bizi Box aja. Wkwkwk.

Jadi gimana Mi selanjutnya? Sampai mana tadi..tuuuh kan jadi lupa.

Yups. Intinya ini adalah sebenarnya tantangan baru bagi saya, dimana saya menguji diri sendiri untuk dapat menstimulus Aidan (dan otak saya tentunya) berkreasi. Kenapa sih susah susah pengen banget daya kreasinya Aidan keluar? saya setuju dengan tulisan seseorang ibu yang sebut saja namanya teh Dewi bahwa daya kreasi akan memancing pemikiran yang out of the box-menghasilkan karya inovasi, dimana ini adalah bekal yang sangaaaat penting di masa depan. Jadi inget mata kuliah Manajemen Inovasi waktu saya muda dulu (situ tua Mut?), dimana si Inovasi ini betapa sangat pentingnya sampai sampai dijadikan subjek kuliah (sebenernya pengen cerita isi kuliahnya, tapi file memorinya nyumput :p).

Nah. Biasanya sebuah ide itu berkembang saat kita sudah melakukannya! misalnya saja semula Aidan ingin membuat Ulat, lalu untuk menambah skill fotografi (cie..padahal mah skill mencet kamera handphone doank), Ummi ajak dia ke kebun (eh saya ga punya kebun deng, cuma ada pot kiriman ibu yang tinggal satu tersisa karena ga dirawat T.T), itu pun tanaman lidah mertua yang katanya panjang dan terlihat tajam (naon sih Mut, jadi kesini, alhamdulillah mertua saya mah baiknya supeeeer). Nah pas di kebun itu tercetuslah ide baru dari obrolan saya dan Aidan (Aisha ikut ngariweuhkeun) tentang metamorfosis. “Aha..A…gimana kalau kita buat Kupu kupunya,telurnya, dan kepompongnya”. Maka jadilah karya satu siklus metamorfosis yang dapat dilihat di IG @muthiumminyaijualbizibox. Oalaah jadi situ jual Bizi Box Muth? Yagitu deh. Saya pengen semangat saya tertulari ke ibu ibu yang ada di dunia ini (lebai). Kalaupun ga Bizi Box bisa ga? Bisa buangeeeeet. Dengan berkreasi memanfaatkan bahan tak terpakai tentunya menjadi nilai tambah, sayangnya level saya belum kesana ey (mau manfaatin sampah organik aja masih di bab niat melulu), insyaAllah someday saya akan menuju level itu. Aamiin ya Rabb.

Ya. Begitulah ide itu muncul, saat kita sudah memulainya.

Mudahmudahan semangatnya saya ga musiman yak (hehe…karena biasanya sih gitu).

Penutup dari saya, mudah mudahan Indonesia di masa mendatang akan semakin maju dengan lahirnya produk produk inovasi dari anak bangsa. Tembus mancanegara! Taklukan dunia! (duuh kejauhaan..eits gapapa donk…siapa tahu ada malaikat lewat yang mengamini)

Aamiin.

catatan: tulisan teh Dewi.dapat dilihat di http://www.dewirieka.com/2014/11/siapa-bilang-bikin-prakarya-bersama.html?m=1

Aishastory

Standar

“Mi…aju (baju)” Ucapnya padaku sambil membawa baju Aanya…

“Mi…ana (celana)” Kemudian membawa celana Aanya

“Ke…ke…”

“Pake?” tanyaku
“Iya”

“Mi…atu (sepatu)”
“Sepatu? dipake?”
“iya”

Kemudian, dia mengambil Handphone..

“Mi..to..oto”
“Foto?”
“Iya”

Dan dia pun mengambil posisi.

image

#CeritaAisha
#18bulankurang5hari

Hari Ayah

Standar

Ini adalah pertama kali saya mengucapkan Selamat Hari Ayah, untuk Bapak…

Saya kirimkan via sms beberapa memori kenangan #bersamaayah yang telah saya tulis di status FB. Dan kemudian mendapat jawaban yang membuat hati ini….

image

Ah Bapak…

Ternyata mengirimkan hal hal semacam ini di momen momen tertentu dapat menjadi ajang yang sangat emosionil…

Ihiks…mengingat memang keluarga saya adalah keluarga yang tidak pernah mengungkapkan perasaannya secara verbal, baik itu “saya senang”, “saya marah” atau “saya sayang”. Maka momentum hari Ayah ini tak akan disiasiakan untuk menunjukan rasa sayang saya, dalam bentuk ungkapan yang lebih eksplisit.

Tak berapa lama pun, ada Nin (Ibu) yang membalas sms:

image

Duuh..semakin melankolis deh saya…

Memang SMS apa sih si Muti teh…hihi…niyh saya copasin aja ya  yg dr fb

kenangan #bersamaayah 1:
Dalam diamnya Ia usap betis yang memar akibat ngacleng dari motor, ya…dia berdoa dalam diamnya.

kenangan #bersamaayah 2:
Ia angkut tubuh kecilku di punggungnya menuju rumah saat tertidur di angkot, ya… aku pura pura terus tertidur agar bisa lebih lama menaiki punggungmu.

kenangan #bersamaayah 3:
Ia buatkan aku mainan dari kulit jeruk Bali, lalu aku giring keliling kompleks, bangga.

kenangan #bersamaayah 4:
Ia ajari aku memandikan bayi merah, merawat tali pusar, membersihkan kotoran bayi, ya! dia!

kenangan #bersamaayah 5:
Dalam sorot mata tuanya, fisik yang mudah lelah karena jantung yang kian melemah, Ia berjalan seorang diri ke rumahku “Bapak ingin menenangkan hati dan pikiran di rumah Ummi”

Bapak yang kian menua, semoga di sisa perjumpaan kita, Allah berkenan mempererat ikatan hati kita, dan menjadikan aku sebagai hamba yang pandai bersyukur..

Karena sesungguhnya

Hanya kenangan baiklah yang ingin aku ingat tentangmu, Bapak…

Selamat Hari Ayah

*langsungsmsbapak*

———————
Ya..begitulah…mungkin untuk beberapa orang mengirimkan hal semacam ini adalah hal yang menggelikan (seperti suami saya contohnya). Ya, tidak apa apa , bentuk ungkapan sayang dan syukur memang bisa dalam bentuk apa saja toh. Yang jangan adalah ketika kita tidak menunjukan rasa sayang itu sama sekali, baik itu dalam sebait doa. Ihiks. Jangan jadikan aku sebagai hamba yang kufur nikmat ya Rabb.

Aisha 17 Bulan

Standar

image

Ihh..sering banget sih Ummi nulis tentang Aisha…

Bukan apa apa… Itu karena dalam waktu sebulan perubahannya keliatan bangeeet, sayang aja sih kalau ga didokumentasikan dalam bentuk tulisan, keburu lupa lagi entar.

Oia, BTW tulisan tentang Aidan suka Ummi bacain looh ke Aidan. Mulai dari hamil Aidan, lahir, Aidan bayi, dll dll. Dan dia senaaaaang banget! Mudah mudahan Aisha juga seneng ya, kalau Ummi bacain tentang Aisha…

Jadi apa yang unik Mi, di usia Aisha yang ke 17 bulan ini? Ada satu momen terpenting sekali yang membuat umi bungah sampai hidung kembang kempis kembang kempis. Apa ituuuu? siap siaaaap yaa…jreng..jreng…

Aisha bisa bilang “Ummi”

Buset, kirain apa. Wkwkwk. Eit jangan salah, itu adalah kata yang dinantikan sejak lama kali pun. Secara Aanya mah pertamakali nyebut ya nyebut Umminya. Seneng, soalnya dia udah bisa mengungkapkan keinginannya dengan menyebut nama Ummi.

“Mi…nenen”
“Mi… A” -> minta disuapin
“Mi…ninum” -> minta minum
“Mi… Ais”

Kemampuan meniru bahasanya pun semakin canggih. Paling seneng ditunjukin gambar gambar di buku, terus dia niru apa yang ditunjuki. Kalau Ummi nolak buat bacain, bisa pundung dia. Kalau dulu gaya pundungnya Aidan nonggeng trs terus tiarap, kalau Aisha gaya pundungnya Muter muter sambil nangis plus mukul. Heu.

Hm. Trus apalagi ya. Owyah. Dia suka banget dinyanyiin. Pasti nagih. Dan dia pun berjoget. Kalau berhenti, pundung deh. Kalau ikut ke TK Aa dia suka nimbrung baris trs joget di paling depan, lalu menjelajah mainan  di TK sendiri.

Kosa kata yang nambah,diantaranya: enyaak, lagi, aduu (madu), mau, tadet (kaget), Atiit (sakit),  aon (balon).. Ah pokonya jadi semakin banyak da, walaupun belum bentes.

BTW lagi, Aisha s.d umur segini sudah memecahkan satu buah cangkir.dan sebuah piring mangkok yang bweeeeesar loh.. Ihiks. Dan dia pun lempeng saat mecahinnya, cuma bilang ’tadet..tadet’.

Owyah..gini gini Ummi suka galak loh ke Aisha. Heu kasian yak. Bukan karena GTM tapi biasanya karena Umminya aja yg lagi sensi. Aidan kena, Aisha pun kena. Sampai Aidan suka nangis dan bilang “Ummi jangan galak sama dede, kan dede masih kecil”. Heu. Memang yak Ummi ini masih dangkal banget praktek mengelola emosinya…

Yu ah..Heup… Nampaknya harus mengelmu dan merayuNya lagi niyh.. Biar dikasih lampion di otaknya.

Yuk ah… sekian dulu ceritanya. Bye Bye

Saat Aidan Bertemu Aisha (part 2)

Standar

image

Suatu hari saat Aisha menangis terbangun dari tidurnya dan Ummi sedang solat, Aa pun bergegas menghampiri Adiknya…

“Mau ke Ummi dek?”
“Iya”
“Sok atuh bangun yu, sok sini turun” dengan intonasi yang supeeer dewasa.

Seneeeng pake buanget kalau sifat kolotnya Aidan keluar. Sifat kekanakkanakannya ada ga? kalau yang ini buanyak banget pake sekali..wkwkwk..yaiyalaah wong masih anak anak.

Saat ini usia Aidan 4.5 dan Aisha 1.5, mereka sudah bisa main bareng, main lego, main mobilan, walaupun seringnya mah si neng yang ngintilin (baca:ngegganggu) Aanya main. Kalau lagi kompak ya kompaaaak, sampai susah disuruh tidur dan harus dengan paksa memisahkan mereka. Kalau lagi error ya error, etapi jarang sih kalau yang ini mah

Aisha sangat menduplikasi perilaku Aanya, mulai dari ekspresi ketidaksukaan (si taar teh dikerung kerungkeun), ekspresi mengancam, sampaaaai ungkapan intonasi ’maap’ kalau melakukan kesalahan.

Kalau lagi error ituuuu….biasanya kalau Aanya ngerebut dan Aishanya nangis. Lalu Aanya tidak mau Ummi nasihati ’untuk bilang baik baik’, ’Dedeknya jadi sedih tuh direbut mainannya’. Kalau udah ga mempan gitu, biasanya Ummi sengaja pake drama ” Aa seneng ya Dede nangis, yaudah sok aja kalau Aa seneng mah. Terus De nangis yang kenceng…” Heu, cara itu gatau bener atau salah siy, tapi biasanya itu digunakan sebagai cara terakhir, dan berhasil :D

Oia, mereka tuh sekarang lagi seneng parebut Ummi dan Ayah. Kalau Ayah pulang kerja, pasti dua duanya langsung menyambut, dan minta diAis “Ais Ayah…Ais..aku dulu” lalu si neng pun mengikuti “Ais…Atuu..atuu”. Kalau Ummi lagi berdoa selesai solat, pasti dua duanya ingin dipangku, sambil pa dorong dorong, “Ummi aku ini mah, Ummi aku” lalu dilanjut oleh neng geulis “Atuuu..Atuu”.

Oiah, satu lagi yang penting adalaaaah… Tentang menjaga aurat masing masing. Saat ini Ummi belum bisa saklek, untuk tidak mempertontonkan Aurat masing masing. Walaupun sudah berusaha untuk tidak lagi mandi bareng lagi, tapi susahnya itu adalah si neng kecil yang pasti harus ikut kalau Ummi lagi mandiin Aanya. Aanya sebenernya udah bisa mandi sendiri, tapi masih ala koboi, jadinya Ummi batasi mandi ala koboinya seminggu 2x.

Terakhir, sebuah harapan dan doa dari Ummi, semoga kalian tidak hanya menjadi saudara formalitas akibat keluar dari satu rahim, tetapi juga menjadi saudara yang silih asah ailih asih silih asuh.

image

image

image

E8e*z’s Family

Standar

mukadimah (naon deuih)

Rasanya kurang lengkap kalau ga nulis salah satu part hidup saya yang satu ini. Its about e8e*z’s family. Sama si gue dikasih tanda bintang tuh, karna bahasanya super duper sopan sekalee :p. Seinget saya, yang sumbang saran ngasih nama ini ya saya, whehe. Alkisah seorang teman sekampung yang sebut saja namanya Intan sering pisan berucap ’ih si Muti e8e*z dasar’ ’ih dasar e8e*z’. Sebuah diksi yang kala itu geli geli gimanaaa gitu. E8e*z sendiri beranggotakan 8 orang, itu kenapa Bnya diganti 8. Jadi begini saudara saudara, kalau jaman sekarang musim tulisan 4LaY, bisa dilihat tuh cikal bakalnya dari mana :p whehehe..Kabooor.. Awalnya entah gimana ceritanya kami menjadi dekat satu sama lain, seinget saya yang pelupa ini, awalnya gegara satu dua orang yang saling dekat. A dengan B dekat, C dengan D dekat, lalu lama kelamaan loh ko ABCD kalau ngobrol nyambung ya. Nyambung dalam hal per-e8e*z an maksudnyah. Gitu kali yak.

Sedikit nih si saya mau bernostalgila tentang genggong yang satu ini.

smp 1 bandung, the begining…

Walaupun masih esempeh, dengan posisi esempeh di kota Bandung tercintah, tapi setelah dipikir pikir kami adalah genggong hore hore yang Alhamdulillah bisa dikatakan ’selamat’ dari kenakalan remaja, yaaah nakal nakal dikit mah wajaar laaah. Entah ya waktu eSeMA gimana, kayaknya sih sama kayak saya, pernah mengalami ’fase baong’ itu :p. Ah..lu aja kali Mut :D Dengan posisi sekolah yang strategis, maka kami tak menyianyiakan kesempatan itu. Kesempatan untuk mengeksplor kota Bandung! Whehe. Naik ke atas, ketemu Istana Plaza, Lembang, Sarijadi, Sukajadi. Ke kanan ketemu BIP, ke bawah ada saritem..ups..ga segitunya kalee. Yah begitulah kami dulu, tukang main! Sepertinya gegara masa kecil yang kurang bahagia :p Kalau dulu jaman sahabat Rasul umur segitu udah persiapan jadi imam, jadi pemimpin perang, jadi guru besar, lha kitaaaa? Bukan kita aja kalee, pada umunya kan memang ada kemunduran yak ’waktu Matang jaman rasul dengan jaman sekarang’, iiish…jadi ngelantur kemana mana. Lanjoet ceritanya,:D

hobi main

Ah..ga sering sering juga kooo, paling pulang sekolah kalau ga les, paling weekend, paliing pas mabal..Eits…ga pernah donk kita mabal mabal gitu, kita kan genggong ceria, disiplin, dan penuh tanggung jawab. qiqiqiq. boong. Hampir 3 tahun dipersatukan karena kelasnya g berubah ubah! bosen juga sih kalau dipikir pikir :p Si gue yang terkenal moody kan jadi ’terkungkung’ selama 3 tahun, kalau mau berubah jadi satria baja hitam agaaak susaaah gitu, karena cap dari lingkungannyan ya sudah begitu.

mobil

Kalau jalan jalan pake apa? mobil donk! mobil angkot..qiqiqiqiq. Seringnya sih gitu, tapi tahukah saudara saudara, saat jaman unyu unyu itu, salah seorang dari kita sudah memiliki SIM? ya benar SIM mobil. Inget banget kalau udah jalan bareng dengan neng Dayen sang supir cantik, posisinya itu loh, engga banget, bertiga di depan (sama neng Dayennya), dan sisanya? di belakang lah! ada yg duduknya maju, ada yang duduknya mundur, mirip banget kayak abang kenek angkot yang maksa maksain angkot kapasitas 7-5 jadi 10-10 wkwkwk. Tapi justru disitulah serunya. Its so memorable.

basecamp

Biasanya yang dijadiin basecamp ya rumahnya Ndon kalau ga Nty, rumah yang paling deket dengan sekolah. Paling sering ke ’basecamp’ ya buat ngerjain tugas, tugas sekolah dan tugas yang diada adakan (baca:main) :p. Kalau ada tugas kelompok yang mengharuskan kita berpisah, yaues kita membelah menjadi dua. Walaupun ada basecamp, rasanya hampir semua rumah anggota e8e*z pernah dikunjungi, termasuk si saya, iya saya yang rumahnya super duper paling jauuuh iniii. Duuh jadi terharuuu, makasih ya udah mau main ke rumah Muti kala itu :”).

tipikal

Genggong hore hore ini ga jauh jauh lha yaaa dari yang namanya, musuhan, hosip, bertengkar, egois, geng di dalam geng. Yaah itung itung sebagai bumbu lha yaa. Kalau ada pembagian tugas yang mengharuskan membelah dua, biasanya suka berat sebelah tuh..wkwkwk. Hayoo ngakuuu. Biasanya sang dominan mengatur pion pionnya. “Da aku mah apa atuh, hanya pion yang ditiup langsung ngapung” Hiyaa….Mut…gitu banget siyh…Mungkin hukum ’kesamaan’ disini berlaku. Misalnya waktu disuruh buat kelompok pas seni musik, sesama yang gaptek musik berkumpul dan sesama yang jago musik berkumpul. Whehe. Ga ada tuh yang namanya asas keadilan, yaaa…wajar lah wong masih piyik. Jiwa sosial, empatik, keselarasan, dan kesinambungannya baru banget diasah. Toh sekarang mereka bertambah dewasa kan? Sudah banyak yang berubah, termasuk si saya yang semakin inosen dari waktu ke waktu ini. Hueks.

jalan jalan

Pernah jalan jalan ke mana aja? banyaaak. Saking banyaknya jadi ga inget. Yang diinget dulu pernah jalan ke sekitar dago ataaaaas, lalu kita turun di bukitbukitan (?) yang bisa ngeliat kota Bdg dari atas, daaaan kita gambreng alias hompim pa, bukan mau maiiin petak umpet, bukaaan, tapi gambreng untuk menentukan ’siapa yang duluan nikah’ whihihi…ade ade aje. Pernah juga kita main ’e an’ namanya, semacam permainan mistis yang ternyata itu teh musyrik tau! whehe. Gapapa lha yaaa, da dulu mah belum tahu. Hanya 1 orang yang keukeuh ga mau ikutan, Nty. Selepas SMP, kita masih suka jalan bareng juga looh. Kali ini ada kemajuan, kita ga desek desekan banget karena Ndon pun sudah berSIM kala SMA. Jadi lumayaan lah, bisa ngarenghap.

the personilz

Masing masing punya tempat sendiri di hati saya, walaupun saya dan mereka dipertemukan dalam kondisi yang serba ’rapuh’ sangat tidak matang, dan hal hal berbau kwtidakdewasaan. Percayalah..percayalah..kalau kata lagunya so7 mah ’Aaku..takkan pernah menyesal..menjalani semua dengaaanmu’ Karena bagaimanapun juga, kebersamaan dengan kalian menjadi salah satu keping puzzle dalam kehidupan kedewasaanku. Cieee..Muti udah dewasa…cie…yaiyalaah..walaupun suka error dikit. Berikut mereka di mata saya:

Dian Syamnurlia: Dee, Dayen, Dian ini adalah ratunya e8elz, kalau di serial AADC, Dian ini adalah Cintanya. Yups. Cantik? iya, pinter? banget. Beberapa kali kita suka tukeran barang ya Dee, dompet, cardigans. Dee juga temen pertama Muti waktu les di GO dulu. Berpisah saat SMA dipertemukan kembali di ITB. Walaupun waktu ’gede’nya kita udah jarang barengan lagi yaa Dee. Oia, neng Dian ini orang pertama yang ngasih tahu kalau Muti keterima di ITB ’Muut..selamat yaa…lulus SPMB’ ’Oia Dee? aah paling UPI’ ’Engga Muuut..depannya 25 kooo…itu kan kode ITB’ ’Iya..beneraan? beneraaan?’.

Deasyany Pramitasari: Cie, Deees… yang ini niiiih sobat SMA, kita sebangku ya Cieee waktu kelas dua. Ah Cie mah tau banget gimana ’baong’nya Muti waktu SMA. Keep silent yak. Ssst…tong beja beja. Cie adalah partner Muti pertamax keluar maleum. whihihi. Nginep di rumah Cie, curhat curhatan, jadi pager ayu di nikahannya tetehnya Cie. Aah..sayang pisan lah sama makhluk yang satu ini teh…baik baik ya kamu disana Cie.

Gina Fauziah Hazairin: Ogin..Gin..inget ga pertamakalinya kita jadi deket waktu dimana? di dufan! yaa btuuul. Ogin pertamax e8e*z yang berhijab secara konsisten. Salut pisan sama orang ini! Ikutan DKM waktu SMP..solehah pisan lah…Si Ceriwis yang satu ini punya belahan di dagunya, geulis! Daan Ogin ini pintar looh saudara saudara. Hasil Ngepoin buku wisuda UPI,ternyata si neng yang usianya paling kecil ini bisa lulus cum laude looh.

Resty Halida: Nty, Ninis…iih inget banget deeh sama mamahnya Nty kalau udah bilang Niniiiis… Tahu ga Nty sosok Nty dan Mamah Nty itu adalah sosok teromantiiiiis ibu dan anak yang pernah Muti liat kala itu. Suer deh. Iri tau ngeliatnya. Keliatan banget si mamah teh sayaaaaang pisan sama anak gadisnya yang satu ini. Keliatan juga hasil dari didikan mamahnya, Nty ini jadi yang paling dewasa diantara kami. Betul apa betuuuuul? Suaranya haluuus banget, kaleeem banget orangnya. Pinter? gausah ditanya lagi.

Rizkiatin Adriani: Ndooon sang sanguinis sejati. Ah Ndon, kamu teh multitalented banget sih jadi orang. Nari? bisa. Ekting? bisa. Yang kamu gabisa apa sih Ndon? Sosok Ndon waktu esempe ini ga lebih kaya sosok artis masa kini. Cantik? iya. Serbabisa?iya. Banyak temennya?iya. Gaul?Banget. Pinter? gausah ditanya itu mah. Inget bangeet duku Ndon paling suka warna pink! koleksi kaset baratnya banyaaak. Ndon yang pertamax punya Hape diantara kita. Iya Hape. Dulu hape barang langka Gan! Inget Ndon inget juga papah sama mamah Ndoon yang supeeeer baik syekaleee,makannya kita betah kali ya main di rumah Ndon :D

Silvya Rahayu Rizki: Ipyyyyyy….. aga aga sebelas dua belas untuk masalah per erroran ya Py. Ntah apa yang terjadi di otak kita. Mungkin orang tua kita membeli suplemen yang sama saat kita kecil dulu. Ipy iniiii…..sulit dideskripsikan, karena serasa mendeskripsikan diri sendiri..wkwkwk…Eh iya Ipy kan patrner Muti waktu nonton AADC yang fenomenal ituuuh, yang ngantrinya hampir mau pingsan tea. Bersama Gilang, yang entah dia teh makhluk dari mana sih Py? Cerita Ipy tentang ’kaos kaki’ akan selalu melekat di otak Py, suer itu tragedi paling lucu sekaligus memilukan yang Muti tahu dari Ipy. Bertemu kembali di kampus, tapi kita jarang ketemu ya Py..Dirimu seringnya sama neng Dayen yak, mungkin karena gedung kita jauhan yaaa, jadi jarang banget ada momen saling sapa.

Renny Listiani: Nah..ini personil termenghilang nih. Entah kemana dan ada apaaaa denganmuuu hooo ooo (peterpan mode). Sejak lulus SMP jarang banget kita ketemuan ya Niii… Sengaja looh Muti searching dirimu.di FB waktu FB lagi heboh hebohnya. Pengen nyambung lagi tali silaturahim,Alhamdulillah ya ternyata masih bisa tersambung ya Ni.

Dan akhirnyaa…

Meskipun saat ini jalan takdir kita sudah berbeda beda. Engkau dimana dan aku ada dimana. Engkau dengan kesibukanmu begitupun aku….

Percayalah…ada ikatan dalam bentuk lain yang bisa kita lakukan saat ini selain wattsapan :p yaitu doa. Jangan lupa selipkan nama Muti ya Dears di doanya. Meminta agar kita dipertemukan kembali di Akhirat. Bukan sebagai sahabat yang saling menuntut, bukan sahabat yang saling menyalahkan, tapi sahabat yang dengan kehangtannya dapat berbincang kembali di SurgaNya kelak.

Karena sebaik baiknya perjalanan hidup kita ada pada akhirnya…

Aa Aidan 4y4m

Standar

image

Hai anak Ummi yang melo…

duhduhduh…apa yang harus diceritain tentang Aidan yaaa…

Terlalu banyaaaaak…:)

Ummi tulis random aja ya Nak

1.Aidan masih se mello dulu, paling gabisa liat umminya marah, dia pasti ngejar ngejar Ummi untuk minta maaf. Kenapa si Ummi teh suka marah marah aja? heuheu. Aidan sekarang seneeeeng banget ngahajakeun, seneeeeng banget ngajebewan :p, seneeeeng banget ngalelewe. Hasil praktik pencontohan di sekolahnya tuh :D. Yaudahlah ya, da kita juga gabisa ngesterilin anak trs menerus, justru itu jadi momentum yg tepat buat ngasih tau yang mana yang baik yang mana yang engga.

2.Eksim. Ya Eksim Aidan baru muncul di usia segini. Ada turunan dari ayahnya dan ninnya. Muncul di kaki, ga sembuh sembuh gegAa dikasih obat yang biasa ayahnya pake. doh. akhirnya ke dokter deh.

3.say good by to TV… udah lama Aidan ga nonton kartun di TV. Mudah mudahan seterusnya ya Nak.

4.Still Book’s Lover. Alhamdulillah lama kelamaan buku berdebu yg ummi beli jaman purba akhirnya dibacain juga :p

5.Belum begitu tertarik dengan huruf dan angka. Tapi dia suka berhitung dan buku. Moda awal lha yaa…

6.Masih takut diguyur air ke kepalanya. Tapiiii hujan hujanan mah seneng. Heu. Dasar bocah.

7.BB masih iriiiit. 12 Kg aja.

8.Suaramu masih mengGlegaaar kalau nangis :)

9.Mulai seneng ’tricky’ untuk mendapatkan keinginannya/agar tidak disalahkan.

10.Kadar keberaniannya meningkat dibanding dulu. Mau salaman sama orang walaupun moody, mau diminta tolong beli sesuatu ke warung.

11.Kadar kehebohannya pun meningkat dibanding dulu, ga sekalem dulu, dan berani ’melawan’ kalau ada yang mengganggu dia.

12.Suka pengen ikutan main sama anak yang lebih besar, tapi suka disuruh pulang lagi -_- Alhasil sering dia pulang dalam keadaan sedih…heu…

13.Udah bisa mandi, makan, pakai baju, dan ombeh sendiri. Tapi kalau makan dan mandi mah seringnya dibantu Ummi :D

14.Senaaang sekali mengarang lagu sendiri.

15.Ga bolehin Umminya berdoa, gegara pernah liat Umminya nangis waktu berdoa :p “Ummi jangan berdoa, nanti sedih” heuheu.

Udah ah cukup.
15 poin aja ya Nak

Bapak

Standar

Pagi itu berbekal satu orang putri di dadaku dan satu orang putra di belakangku, aku mengendarai motor hendak membeli makanan. Rencananya aku hendak mengunjungi rumah Bapak dan Ibu. Akan tetapi di tengah jalan aku melihat sosok tua berjalan seorang diri di panas yang terik walaupun masih pagi.

“Bapak, mau kemana?”
“Mau, ke rumah Ummi”
“Ummi baru mau ke rumah Kaktus (rumah ibu bapak)”
“Yaudah kuncinya aja sini, Bapak mau menenangkan hati, mau menenangkan pikiran”

Ada sorot mata kesedihan terpancar dari mata berkantungnya. Dalam perjalanan membeli makanan, aku tak berhenti memikirkan  Bapak. Sosok tua yang terlalu tua ketika menikah dan memiliki anak. Sosok tua yang dalam lika liku perjalanannya berusaha untuk menjad lebih baik.

“Bapak itu lahir dari keluarga broken home, tumbuh di lingkungan emosionil dan sentimentil” Ucapnya disuatu kesempatan. Hidup di lingkungan yang seperti itu tentu tidak mudah saat kemudian harus membesarkan anak anaknya. Sedikit mendapatkan kehangatan seorang ibu, sedikit mendapatkan koin jiwa dari orang tuanya. Hal tersebut akhirnya menjadi salah satu bahan untuk bisa dapat memahami sesosok tak sempurna bernama Bapak.

“Bapak tahu ga? masa Tia sampai pernah nulis ’Haruskah Aku menuntut orang Tuaku di Padang Mahsyar” Ucapku dalam suatu diskusi ringan tentang pengasuhan.

“Terus gimana? Mau ga Tia?”

“Ya..engga atuh…”

“Kenapa?”

“Ya engga atuh da… Kalau Tia mentafakuri kembali, rasa sayang orang tua Tia jauuuuuuh lebih banyak daripada hal yang menurut Tia salah” Ucapku sambil berkaca kaca.

“Tia sampai berdoa sama Allah…ya Allah..tolong lembutkan hati Tia..Tia ga mau menuntut mereka” Tangisku pun pecah.

“Itulah Kuasa Allah Tia, Allah telah memberikan kemuliaan dalam hati Tia. Bapak pun dulu sama, begitu besarnya Bapak kecewa dengan orang tua Bapak. Tapi setelah bapak mengenal Islam lebih dalam, tiba tiba Allah menghapus rasa benci terhadap orang tua” Tabarakallah.

Bapak. Bapak. Bapak.

Seringkali aku membandingkan dirimu dengan A B C. Mengapa Bapak tidak seperti A B C. Rasanya senang bila memiliki bapak seperti A B C. Sesosok idola di mataku.

Bapak. Bapak. Bapak.

Mungkin telat bagiku untuk mengidolakanmu. Baru belakangan ini aku belajar menjadi hamba yang bersyukur. Dan ternyata mutiara dalam dirimu teramaaaat sangat banyak sampai sulit aku hitung.

Bapak. Bapak. Bapak.

Engkaulah yang mengajariku mengurus bayi, memandikan bayi, merawat tali pusar. Engkaulah sosok kebijaksanaan, pemberi nasihat, dan keteladanan di masa tuamu.

Bapak. Bapak. Bapak.

Dalam sorot mata tuamu, semoga selalu berada dalam kasih sayang Allah.

Dalam putihnya rambutmu, semoga kelak menjadi cahaya penerang dalam surgaNya.

Dalam kulit yang semakin keriput, tenaga yang semakin melemah, detak jantung yang semakin usang, semoga jiwamu semakin terang benderang.

Di sisa perjumpaan usia kita, izinkan aku Anakmu, Anak yang kau beri nama yang sangat Indah ini untuk berbakti.

Allahumaghfirli waliwalidaiya warhamhuma kamaa rabbayanii saghiiraa..

Aisha 16 Bulan

Standar

image

Aishaku udah gede aja Nak! udah banyak katiasanya.

Motorik Kasar: Jalannya makin cepat, suka niru Aanya loncat loncat, manjat manjat kursi, kasur, pinggiran kursi *lapkeringet*.Korban dari kehebohan motorik kasarnya adalah bibir ticatrok dua kali,berdarah! lalu dia main lagi kaya biasa dengan kondisi darah yang belum berhenti *garuklantai*.
Memang ga seheboh Eijaz sepupunya sih, dan juga g sekalem Aidan waktu seusianya. Yaah..sedeng laah.

Motorik halus: Hm..apaya yang bisa diperhatiin dr sini. Joget nang ning eu termasuk motorik halus bukan ya :D Kalau mukul termasuk yg mana ya. Iys si neng ini suka mukul kalau ngambek, ngikutin Aanya T.T, bedanya kalau Aidan ga pernah mukul Umminya, kalau si neng Umminya suka jadi korban donk donk. Untuk usia se Aisha sih palingan dialihkan ya, dipegang tangannya,dipeluk, lalu dialihkan untuk sayang sayangan.

Meniru: Di usia segini juga Aisha seneng banget meniru. Niru Aanya mah jelas yak. Terus niru gerakan solat, niru bahasa kita, walaupun untuk segi kemampuan bahasa ini Aisha belum bentea banget. Kata kata yang bentes palingan Ayah, Aa, Dede, Dadah, Nene, Ua yang lainnya seperti Jatuh, sakit, takut, lagi, nin, nyanyi, ayam, meng, hanya Ummi saja yang mengerti kalau dia sedang mengucapkan itu :p

Kemampuan mengenal tubuh: Aisha udah tahu yang mana kaki, tangan, kepala, perut, telinga, hidung, gigi, dan mata. Walaupun kadang masih suka kebalik balik, tapi lumayanlaaah, kelihatan banget perkembangannya.

Toilet Training: Ummi sih ga mau buru buru ya untuk urusan TT ini, mau ngikutin Aanya dulu aja. Dimulai ketika sudah siap, dan ternyata bisanya cepet. Tapi si neng ini tanpa diajarkan yang gimanaaa gitu, dia udah bisa mengungkapkan kalau mau EE. Yaudaj sekalian aja deh, cuma tantangannya adalah saat dipindahkan ke Kamar Mandi,dia ga mau jongkok dan dibutuhkan waktu yang lama sampai hajatnya keluar *malah main air deh*

Kemampuan sosial: Aisha benar benar anak yang engga bauan. Asal menunjukkan tampang bersahabat, dia pasti langsung mau. Beda banget nget deh sama Aanya dulu yang nempeeeeel banget sama Umminya. Mungkin bener kali yak ungkapan “anak.cowo mah milik ibunya” whehe, dari kecil membuat si ibu jadi posesif garagara ditempelin mulu sama anak :D

Hm. Apalagi yak. Oia gigi Aisha sekarang sudah hampir 6 biji! BBnya juga ga nambah nambah amat sejak dua bulan yang lalu. Heu. Udah kali ya report ttg Aisha. Sekarang mau nulis tentang Aanya aaah ;)