Wanita “sesuatu” Dalam Hidupku

Wanita “sesuatu” Dalam Hidupku

mungkin akan terus bertambah..sampai dengan umur saya yang ke 24 ini..dia..dia..dan dia..adalah wanita hebat dimataku..

#1 Dia adalah wanita pekerja keras, membantu suaminya dalam mencari nafkah. Sejak usianya yang ke-20 dia sudah bisa mencari nafkah sendiri untuk dirinya dan adik2nya. Menikah di usianya yang tidak muda, 28 tahun. Bukan karena dia tidak ingin, tapi tidak ingat ^^. Subhanallah saking sibuk dan polosnya dirimu bu. iBU ibu no 1 di dunia :) walaupun masa kecil sy hampir lupa oleh ‘sentuhan’ ibu tapi yang saya yakini perjuangan, pengorbananmu untuk anak-anakmu kaulakukan dengan keringat/tangisan yang tak murah, yang tak bisa kubayar dengan barang semahal apapun di dunia ini.

#2 Dia, yang selalu mengantarku kemana-mana bila ada acara di TK, SD, senyum manismu selalu membayangiku sampai saat ini. Saat senjamu kau habiskan dengan mengajar menyulam dan membuat cucu-cucumu bahagia. 1000-2000 selalu saja kau berikan padaku saat aku mengunjungimu, padahal kutahu kau saat itu tak punya uang. Ah..eyang.  teringat pesan terakhirmu ketika aku akan menikah “ulah pasea nya..” (jangan bertengkar ya).

#3 Teman curhat semasa kecil, s.d sma.. ah sekarang juga masih, tapi jarang. Dia..dia..tempat curhatanku, teman bermain, berdebat, bertengkar. Walaupun banyak konsletnya, tapi deep in my hearth sy sayaang sekali dengan wanita yang satu itu.

#4 Dia sahabatku yang lempeng. Tak pernah aku sesayang ini pada wanita, mungkin melebihi rasa sayangku kepada diriku sendiri. Heuheu. Kenapa ya, mungkin karena sifatnya yang lebih baik mengalah, menghindari konflik. Saya jatuh hati pada karakternya. Sampai suatu saatkami  harus berpisah kamar, kami menagis berdua usai shalat. Tanpa bicara. Mungkin rasa sayang dia padaku tidak sebesar rasa sayangku padanya. Tak apalah, tak masalah buatku. dia…dia..dia memang teman yang menyenangkan untuk siapa saja, tidak hanya untukku.

#5 dia adalah teman HIJRAH ku untuk pertama kalinya. dia yang menemaniku menghafal anNaba, dia yang menyemangatiku untuk hal apa saja, dia yang menjadi tumpahan ‘sampah’ semua curhatanku. Persamaan sifat “pundung” pada diri kamu sering membuat kami konslet. Terlalu banyak kenangan bersama dirinya, mulai masuk kuliah, hingga akhir kuliah, sampai dia yang menemaniku di saat-saat sidang :) . Dia..dia…walaupun kita terpisah jarak, doa akan mengikatkan kita, kan? Aku sayang sekali dengan dia yang beralis tebal itu :)

#6 Dia..dia..adalah teteh yang galak! hehe..dia yang sering mengingatkan aku tentang apa sajaa, dia yang bisa menebak perasaanku dan sering benar tebakannya. Sering konslet, tapi entah mengapa semakin sering semakin sayang juga aku padanya. Teteh koleris melankolis. Teteh penyayang dan tegas. Teteh yang menangis, saat aku harus ‘diambil orang’.  Teteh komentator tentang gambar2ku. Teteh yang mengerti gaya puisiku. Aku sayang teteh :)

#7 Dia..adikku yang adalah juga temanku, sifatnya hampir sama dengan sahabat yang paling kusayangi, tingkahmu membuatku tidak bisa marah, takut kau marah. Rindu TT

#8 dia sahabatku yang super heboh..dia yang kekanak-kanakan menurutku, ternyata bisa menjadi sangat super dewasa. Sangat teteh banget di depan adik mentornya, tapi di depanku dia menjadi dirinya sendiri yang ga bisa dieeeem, heboh, dsjb. Dia adalah wanita hebat! bertahan di kota bandung semasa kuliah! jauh dari orang tua! sekarang merantau pula ke ibu kota. Cita-citanya menjadi super WOMAN dijalaninya dengan serius, segala ilmu amal yang datang dijalaninya dengan SEMANGAT! ya SEMANGAT itulah dirimu sahabatku.

#9 dia..dia..tetehku yang tidak senang dengan dorama jepang/korea dan film2 yang baginya hanya menghabiskan waktu saja. Dia membandingkan dengan membaca buku yang isinya lebih ‘bermakna’ dibanding dengan film. Dia yang terbuka menerima curhatanku, keluh kesah, bersedia meluangkan waktunya untuk memberi penjelasan tentang taklimat taklimat entah apa itu. Dia wanita hebat, seorang pengajar. Ibu dosen yang sederhana dimataku.

#10 Yang ini sahabatku yang saya sama sekali tak pernah melihatnya marah ^^ kalau pun lagi sedih, pasti sedihnya sambil tersenyum. 11-12 dalam hal curhat masalah keorganisasian..hehe…11-12 juga dalam hal partner membuat jelly drink. Sekarang dia sedang berjuang melalui GANASnya ibukota.

#11 nah yang ini adalah teteh saya yang bijaksana bijaksini..temen curhatan saya dan tak jarang si teteh pun curhat sama saya. Salah satu teteh yang menasihati saya dalam hal interaksi ^^ wkwkwk… yang pasti mah si teteh ini partner saya dalam hal perumahtanggaan, parenting dan semasa kuliah dulu dalam hal dakwah di prodi ^^.

#12 Nah kalau yang ini teteh yang super sabaaar. kalau ngeliat wajahnya meuni teduuh pisan. lembuut but but. Teringat nadanya kalau sedang memanggil “miiut”. Merantau jauh diluar pulau sana ^^.Semoga teteh disana baik-baik saja dan tetap menebar kebaikan ya teteh :)

#13

 

bersambuung

Anak Hilang

Anak Hilang

Suatu siang menjelang sore @kantin Salman

 

teh Ratih : Muti titip tas ya, abim P*P

Abim pun meninggalkan Aidan di sudut sana yang sedari tadi mereka asik mendorong-dorong kursi kantin

Aidan : AA..AA (nyariin mas abim)

Ummi : Sini sayang,, mas abimnya P*P dulu

Aidan pun dibawa oleh si Ummi, dan ternyata semeliwir bau harum muncul dari balik celananya. *yaelah ni anak ikut2an mas Abim*

Ummi : Bentar ya sayang, nanti ombehnya gantian sama mas Abim

menit..demi menit… Dari kejauhan ummi lihat Ua Ratih sudah selesai mengombehi Abim. Saat Ummi sibuk dengan Aidan yang ingin terus-terusan main dorong-doronan kursi, eeeh si Ua menghilang. Aidan pun nyungsep, ngadat di lantai karena dilarang si Ummi main dorong-dorongan lagi. Gaya khas Aidan kalau lagi ngadat, nyungsep-nonggeng-terus nangkuban di lantai. Sementara Aidan nyungsep, Ummi sibuk pulang anting teu puguh mencari Ua Ratih.

Aidan : Masih nyungsep di lantai

Ummi : duh, Nak bentar ya..mana atuh si Ua teh..

Pulang anting nyariin Ua

Ummi : Eleuh ini anak siapa lagi yang nyungsep!

Maksudnya mah bercanda dengan bilang “ini anak siapa”, tak tahunya ada mahasiswa yang mendengar ocehan Ummi kala itu.

Mahasiswa : mba, ini anak hilang? gaada ibunya? Sambil menunjukan wajah penuh iba.

Ummi : Oooh ini Anak saya ko dek *sambil nahan ketawa*..

Begitulah cerita Anak Hilang kali ini. End.

 

Aidan 16 Bulan

Aidan 16 Bulan

Rasanya sudah seabaaad ga nulis tentang anak Ummi nan kasep itu. Akhirnya setelah kau berumur 16 Bulan, sel telur Ummi kembali berproduksi ^^ ihiiy. Itu tandanya si Ummi bisa subur lagi, dan nambah anak lagi. Tapi, lagi-lagi belum di ACC abi. Kalau dipikir-pikir memang memperkecil mudharatnya sih. Kalau Idan sudah 2 Tahun kan sudah lepas nenen, itu artinya si Ummi tidak usah membagi 3 nutrisi yang Ummi makan. N then pengennya Idan sukses toilet training dulu, baru punya adik lagi, meminimalisir keriweuhan, kan si Ummi tidak ada yang membantu untuk urusan P (Pekerjaan) RT. Iyah cup deh, InsyaAllah setelah Aidan 2 Tahun. Kalau ternyata sekarang dikasih? Ya ga pa pa. Alhamdulillah sekali :)

Aidan usia 16 bulan, terlihat tanda-tanda kesolehannya. Baik yang soleh beneran maupun soleh yang dikutipin -> “soleh”. Hehe. Semakin senang ikut Ummi wudhu, selalu minta/ambil sajadah sendiri terus dikasiin ke Ummi untuk tempat dia solat, walaupun gerakannya hanya “allahuakbar”-sujud-kabur deh *gangguinumminya*. Idan juga udah bisa bilang “punteen..punteen” kalau ada orang yang menghalangi jalannya. Duh solehnyaa ^^.. Semakin cerewet saja, terutama kalau ada abi dan tamu yang datang.

Kalau “soleh”nya Aidan, sekarang Aidan jadi sering ngadat/tantrum kalaaaau si Ummi perhatiannya ga sama dia (lagi ngepel/langi ngajar privat). Doh. Udah sih itu aja “soleh”nya Aidan mah. Oia sama kalau dibuatin makan tapi mogok makan,membuat si Ummi rada-rada kesel gimanaaa gtu. Doh mi, apalagi anak banyak, ayoayo kamu lebih dewasa dari anak kamu,la taghdab..la taghdab..la taghdab *harus sering diingetin nih*

Aidan masih mungil! perambahan beratnya hanya 0.2 kg saja tiap bulannya. Heu. Kurang asupan yang berlemak sepertinya. EVOO yang katanya bisa memboost BB juga belum pernah dikasih, alpuket juga jarang dikasih, hmm. baiklah akan Ummi coba bulan depan ya Dan.

Kosa kata Aidan juga sudah nambah, apedah (sepeda), yuputih (kayu putih), nulis, banyak dah. Setiap ada orang di luar baik laki=laki maupun perempuan, yang kecil atau yang besar pasti dipanggil “AA”..”aa”. Sejak bisa bilang abi, dia lupa bagaimana menyebut Ummi -_-.. Sampai sekarang pun menyebut Ummi masih suka Abi..atau Ammi. -_-

Udah dulu ah sudah malam (kesempatan membuka internet yang serius hanya malam sajah saudara2, jadi weh). Yuk ah,selamat bobok. Wassalam.

Ummi, Kemana aja?

Ummi, Kemana aja?

Hadirhadir..Ummi disini!!

kemarin-kemarin itu si ummi sibuk pindahan, lalu sibuk beradaptasi, kemudian sibuk di dunia maya lainnya (sok-sok sibuk).

Kabar Aidan alhamdulillah baik, ga sabar u menuliskan milestone nya Idan, tapi sekarang udah malem buanget, nanti dah Ummi buat di judul baru.

Kabar Ummi, alhamdulillaah juga baik, nambah amanah baru jadi pengajar, pengajar bimbel dan privat, Subhanallah ghirah ini muncul kembali.

Kabar Abi juga Alhamdulillah baik, lagi sering PP ke BEkasi u nyelesain proyek yg ga selesai-selesai itu. HEhe. Tapi Alhamdulillah, abi mengakui bahwa ilmunya bertambah sejak dicemplungin ngurus sesuatu yang baru buat beliau.

Kabar koperasi Sampah? Alhamdulillah udah dapet info, nanti di sharekan, tapi untuk kongkritnya saya masih malu2…haha…masih adaptasi sama lingkungan baru. Jangan kelamaan adaptasinya ya Mi!

Kabar Rumah Madu Aidan, Cuti dalam waktu yang belum bisa ditentukan dulu, yang pasti mah lagi nunggu ‘panggilan’ buat diajak beternak lebah.

Kabar masak memasak, Alhamdulillah setiap hari masih masak, walaupun belum nambah ilmunya..heuheu…rencana jualan di UNPAD pun belum terlaksana..Doh Ummi..banyak rencana nih..

Kabar pembinaan diri, masih berlanjut InsyaAllah, saya masih berada di lingkaran “mentoring” yang orang-orangnya bisa membuat semangat, memacu gairah, memotivasi, untuk jalan ini (jalan naon mi?) karena Allah InsyaAllah. Walaupun diri ini meuuuniiii semangatnya naik turuuun ginih! malu atuh sama Sodara2 kamu! malu sama Allah! Aiih..udah ah! -_-

Kabar siapa lagi ya? cukup sekian. waktunya tidur  sodarasodara.

Apa Yang Kau Perjuangkan, Ummi?

Apa Yang Kau Perjuangkan, Ummi?

Karir tinggi, gaji besar, disanjung tetangga, tapi anak dan suami terlantar? Tidak, bukan itu yang saya perjuangkan, bukan itu. Lantas apa gunanya orang tuamu menyekolahkanmu tinggi-tinggi kalau kau hanya mengabdikan dirimu untuk anak dan suamimu? Yang jelas bukan untuk karir tinggi dan gaji besar.

Teringat kata-kata seorang bapak kepada anaknya (yang pasti bukan bapak saya), begini katanya “Bapak menyekolahkanmu tinggi, agar kelak bila anakmu dewasa kau akan menjadi teman diskusi yang baik (nyambung) bagi dirinya”. Yup saya setuju. Atau kata-katanya ibu Ainun H yang pada intinya “untuk apa bekerja, tapi sebagian uang kita diberikan kepada pengasuh anak kita/daycare, sementara anak kita kurang mendapat sentuhan dari ibunya”.

Saya tidak menafikan seorang ibu yang mempunyai karir, toh ibu saya sendiri pun adalah wanita karir. Tapi yang ingin saya garis bawahi adalah tidak setiap ibu berpendidikan itu harus bekerja dan digaji orang. Itu mindset lama kawan! Mengapa tidak kita ubah “Setiap ibu, harus produktif menciptakan manfaat untuk sekitarnya dengan menciptakan lapangan kerja”.  Kenapa menciptakan lapangan kerja? itu artinya kamu adalah seorang bisniswoman. kenapa bisniswoman? karena waktunya bisa fleksibel, tidak terikat jam kerja kantoran, dan artinya kamu masih bisa bersama anakmu dan mengatur urusan rumah tangga lainnya.

Jauh-jauh hari sebelum menikah saya sudah memikirkan hal ini, pilihannya dua, antara menjadi guru yang jam mengajarnya pun fleksibel atau menjadi bisniswoman.  Kalau pun saya ditakdirkan untuk menuntut ilmu sampai s3, tidak masalah bagi saya, karena memang menuntut ilmu itu sepanjang hayat, bukan? Aktualisasi dari ilmu yang didapat? ya dengan mengajar.

Tapi, sekali lagi, untuk apalah semua itu kita perjuangkan bila anak dan suami kita terlantar. Sebuah kutipan dari seorang ibu di itbmotherhood (teh Rina Andriani) yang membuat ‘jleb’ bagaikan pisau yang mengiris-iris hati saya (lebai), berikut kutipannya :

Terpikir oleh saya membalik kalimat terakhir dari kutipan surat Kartini. “Dan, bagaimana ibu bumiputera itu sanggup mendidik anaknya, bilamana mereka sendiri tidak berpendidikan?”
Sehingga bila dibalik kalimat tersebut menjadi “Bagaimana bilamana ibu bumiputera yang berpendidikan tidak sanggup mendidik anaknya?” 

Ya, menjadi ibu berpendidikan tinggi katakanlah sarjana, bukan berarti dia mampu mendidik anak-anaknya atau memanajemen rumah tangganya dengan baik. Jadi, inilah yang ingin ummi perjuangkan, Nak (anak ummi), bi (abi)..Menjadi istri dan ibu solehah yang sanggup mendidik anak-anaknya dan sanggup memanajemen rumah tangga dengan baik. Ingatkan ummi selalu ya bi (abi) bila perjuangan ummi sudah menyimpang, atau bila semangat ummi menurun. Ya, Ummi akan berjuang untuk itu.

Nak, Kau Tersesat Terlalu Jauh

Nak, Kau Tersesat Terlalu Jauh

Siang ini solat ummi tidak khusuk, pasalnya..

 

24 Agustus 2011, Dzuhur @Salman

 

Ummi : Nak, duduk disini ya sayang jangan kemana-mana..

Ummi yang sudah terlambat solat berjamaah, segera mengenakan mukena berwarna putih. Biasanya ketika ummi solat, jagoan kecil ummi suka duduk di depan ummi, atau meniru-niru gerakan solat Ummi. Tapi kali ini jiwa petualang Idan yang berbicara.

Aidan : (cluk..ucluk..ucuk) -> Jalan ke depan batas shaf

Aidan : (cluk..uclu..ucluk) -> Jalan terus ke kiri..teruus..teruus..teruus ke kiri (ni anak baru bisa jalan, mau show dia)

Sesekali ummi melihat ke arah Idan (yang ini udah ga khusuk) untuk memastikan dia tidak diculik oleh penjual bayi atau kalaupun diculik minimal ummi kenal siapa orangnya.

—–

Aidan : mi..mi..mi..

Aidan : mi..mi..mi..

Nampaknya Idan mencari-cari ummi..

Ummi : dalam hati ‘ini sayang..ummi disini..ummi disini‘ (yang ini juga udah ga khusuk). Ingin rasanya melambaikan tangan ketika itu.

Berharap Idan segera menemukan umminya. Sepertinya Idan terlalu exiting dengan masjid Salman atau dengan wanita-wanita bermukena putih (?), yang menyebabkan dia bereksplorasi lebih jauh, mungkin.

Semua nampak sama di mata Idan, maka dia pun melanjutkan petualangan mencari umminya

Aidan : mi..ummi..mi..gaada

Aidan : mi..gaada

Terdengar satu kali  rengekan Idan. ya hanya sekali. Selanjutnya..

Aidan : mi..gaada..gaada..

Aidan : gaada..gaada..

Yang ada di bayangan ummi setiap Idan bilang “gaada” itu artinya Idan melihat wajah bermukena yang bukan ummi. Teruuus begitu sampai akhirnya..

——-

Rakaat terakhir…

Aidan : miii..(sambil menggabrug si ummi yang sedang tahiyat akhir)

Akhirnya kau bisa menemukan ummi, jalan pulangmu.

——–

 

Kelak bila di kehidupanmu kau tersesat, jangan terlalu jauh ya sayang. Berdoalah agar Allah selalu menunjukan kembali ke jalan pulangmu, jalan yang lurus.

 

Pesan : Untuk menjaga kekhusuan solat,  titiplah anak Anda kepada orang yang terpercaya.

Kolik

Kolik

Kolik adalah makanan khas berbuka puasa yang terdiri dari pisang dan kuah santan manis. Ahahai. Dimulai dengan garingan, diisi dengan yang serius-serius.  Yang tadi bercanda kawans, yang ini baru serius.

Kolik adalah suatu keadaan dimana terjadi sesuatu pada perut sang Bayi (semacam kram perut). Biasanya dialami oleh newborn (0-3 bulan), tapi ternyata ada juga yang lebih dari itu. Tanda-tanda kolik adalah, perut kembung, tegang, bayi menangis menjerit, tidak mau disusu-i, ngamuk-ngamuk, terlihat mukanya kesakitan dsj. Siapa pun yang melihat bayi kolik pasti hatinya teriris, karena tak tega, kasihan mendengar jeritannya.

PEmbahasan kolik di baby book nya Dr.Sears panjaaang sekali, mulai dari cara menggendong bayi kolik, penyebab-penyebabnya, dan pengurang rasa sakitnya. Saya sarankan untuk calon ibu memiliki buku tersebut, karena berisi banyaaak sekali ilmu tentang pengasuhan sang buah hati.

Anak saya sendiri termasuk yang mengalami kolik, mulai dari usia 2 bulan sampai dengan 4 bulan. Perasaan saya? SEDIH. Sedih karena menganggap itu sebagai akibat dari STERSSnya saya waktu hamil, merasa bersalah pada Aidan, dan tiap Aidan nangis menjerit, hati ini pun ikut teriris. Bila koliknya Aidan sudah kambuh, bisa sampai 2 jam ummi menggendong, mulai dari nangis menjerit sampai dengan tertidur pulas. Dua jam itu, ummi harus menggendong Aidan dalam posisi berdiri, dan si ummi harus jalan-jalan.

Andai saja dulu sudah ada grup ITBmotherhood, pasti si ummi sudah curhat ke ibu-ibu disana. Tapi yasudahlah ya itu sudah terjadi, minimal sekarang si Ummi mendapatkan informasi mengenai CARA AMPUH menangani bayi kolik dari grup tersebut. Ini adalah metode 5S yang dikenalkan oleh Dr.Harvey karp : Swaddling, Side/Stomach postion, Sushing, Swinging, and Sucking  . Untuk lebih jelasnya, berikut link videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=ddRkI5wVIqQ . HAPPY WATCHING!

Berdasarkan komentar ibu-ibu di grup itbmotherhood, metode itu cukup berhasil. Mungkin ada juga yang tidak, oleh karena itu saya tetap menyarankan membeli baby book sebagai alternatif lain solusi.

Surat Keterangan ITU-ITU JUGA

Surat Keterangan ITU-ITU JUGA

Tahukah kalian apa itu SURAT KETERANGAN ITU-ITU JUGA?

Itu adalah JUDUL surat resmi yang dikeluarkan oleh kantor desa Cipe**deuy, Kec.**njaran, Kab.Ba**ung..

Begini ceritanya..

suatu hari Bank yang sedang berurusan dengan abi menelepon abi, dan memberitahu bahwa no.KTP di Kartu Keluarga berbeda dengan no.KTP yang tertera di KTP, jadi untuk dapat melanjutkan proses KPR di Bank tersebut, si pihak Bank meminta surat keterangan yang menyatakan bahwa orang yang di KTP dan orang yang di Kartu Keluarga adalah SAMA.

Surat pun dibuat,

Surat I : SALAH. Karena surat pertama menyatakan bahwa KTP sedang dalam proses pembuatan. Nah loh, saya juga gatau ini miskom ada disiapa. Lalu untuk mencegah kesalahan yang sama, dibuatlah kotretan/contoh surat oleh Abi.

Teorinya kan kalau sudah ada contoh surat, si petugas jadi terbantukan. Iya ga..iya ga? Tapi entah yang salah ada dimana, entah si petugas desa yang merasa contoh surat itu tidak layak atau contoh surat itu hilang yang pasti, si isi surat menjadi..

———————————————————————————————————————————–

KOP SURAT

——————————————————————————————————————————

No : blabla

Perihal : SURAT KETERANGAN ITU-ITU JUGA

Yang Bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa, pemilik KTP dengan No : 1386735498263, dengan pemilik KK dengan No : 184t6q37t49823y, Adalah orangnya itu-itu juga.

TTd Petugas Desa

Setelah abi bercerita, saya tidak bisa tidak tertawa, aduh maaf ya Pak, bukan menertawakan Bapak, tapi karya yang Bapak buat sungguh menghibur saya dan suami. Hehe. Penutup, sepertinya perlu ada perbaikan di Kantor Desa, minimal sang petugas perlu mengikuti kursus surat-menyurat, karena itu penting, penting sekali, ikuti saran saya ya Pak.

Koperasi Sampah #1

Koperasi Sampah #1

Mulanya saya mendengar istilah ini dari teh dewis, beliau adalah salah satu anggota itbmotherhood yang punya anak namanya sama kaya anak saya, Hammam (haiah..ga penting).

Jadi intinya si anggota koperasi yang menyetorkan SAMPAHnya, tinggal tunggu saja uang mengalir ke rekeningnya. Loh kok bisa? gimana caranya? managemennya gimana? si SAMPAHitu dikemanain? Nah itu saya juga belum tahu. Konon katanya yang menginisiasi Koperasi SAMPAH di dekat rumah teh Dewis itu alumni bio itb juga, angkatan jadul. Duuh si saya jadi semakin penasaran. Lalu saya kirimlah massage untuk teh dewis.

saya : asw. teh dewiiis, kalo sy mau tahu info lebih ttg koperasi sampah itu, kayanya hrs berkunjung k sana ya teh? sy pengen tau managemennya, dan impian jangka panjang saya memang tentang sampah teh..ada ide?

setelah lama tidak dibalas, krik..krik..jamuran..

Akhirnya dibalas juga..

teh dewis : punten baru bisa ol, kompi lg diservis..kmrn dah minta alamat & no kontak koperasinya, tp detilnya mah nanti aja habis lebaran ya ;).

Lalu saya jawab : asoooy ..siap teh..haturnuhuun.

Nah..nah jadi bagaimana ini teh? Eit,,tenang aja sekarang kan belum Lebaran, jadi saya juga ga tahu bagaimana mekanisme detailnya. Sabar ya, kalo ada info nanti saya tulis sini.

semangat! road to juragan SAMPAH Rancaekek!!

Beli Baju

Beli Baju

Hari ini, hari pertama seharusnya saya itikaf di masjid, eh si abi malah ngajak jalan-jalan. Si Abi merayu-rayu pengen beli celana (ngga merayu juga sih). Padahal kan si itikaf sudah kita rencanakan sebelum Ramadhan. Ah Yasudahlah. Minimal dapat sogokan gamis dan pasmina dari abi..ahahai..haturnuhun bi.

Saya termasuk yang sangat jaraaaaaaang sekali beli baju, bahkan si mamah Banjaran kalo melihat saya pakai baju yang itu-itu juga pasti komen “ka si aa atuh teh muti, pang ngaggaleuhkeun acuk“. Atauga si mamah yang bilang langsung ke aa “A..teh muti pang ngaggaleuhkeun acuk”. Yah intinya mah si mamah merasa prihatin dengan baju saya yang itu-itu juga. Sebenarnya ada beberapa landasan tindakan mengapa baju saya yang itu-itu juga:

1. Baju saya itu banyaaaak-nya : kaos -> itu baju fav. saya kalau kuliah, dan sayangnya si kaos tidak berkancing depan yang menyebabkan tidak bisa digunakan karena saya masih menyusui anak saya yang mengharuskan baju saya ada kancing di depannya. So, si kaos eta rencananya akan dihibahkan sajah lah bagi yang mau, ada yang mau, mau, mau?

2.ada kebawahan-ga match sama keatasan, kebawahan ada-keatasan ada-eh si kerudung ga punya, ada keatasan-gaada kebawahan yang cocok. Jadi yang klop, cocok, matching ya cm itu-itu aja. Andai saya bisa me mix n matchkan sesuka saya, kuning dengan ungu, hijau dengan biru mungkin saya tidak akan terlihat sebagai orang yang pake baju itu-itu aja. Jadi sebenernya baju saya teh banyaaak, tapi banyak yang tidak (belum) match karena tidak ada pasangannya. Apa dikasiin aja ya tuh baju anak bawang? daripada numpuk di lemari..hmm..bisa dipertimbangkan

3. kayanya hanya dua alasan itu..

lalu..lalu bagaimana ceritanya tadi saat membeli baju? ah biasa saja, yang tidak biasa adalah ketika mencari baju untuk Idan..Bo ya harganya itu…masak celana jins anak kecil harganya 1/3 jins bapak-bapak, padahal usia, ukuran, kemampuan, intelegensi si anak sangat  jauh dari sang bapak. Alhasill tadi si Idan hanya beli topi merah yang lagi diskon, kata abi beli celananya di deket pasar dangdeur aja ya Nak, murah meriah =p. Gaya no 100 yang penting nilai gunanya terpenuhi dulu lah.