Why So Serious?

Standar

Ini adalah kali ke-378, apa yang Ummi anggap lucu, tapi memalukan bagi my sensitive Boy…

“Mi… Lihat! Legonya sama Aidan difoto, supaya nanti bisa bikin yg kaya gini lagi!”

“Bagus! Keren!”

“Kirim ah ke Ummi (wattsap Ummi)”

“Sok”

Dia pun mengutak atik Wattsap Ayahnya. Daaan… jreng jreng…

“Mi… udah… yang ini kan Wattsapnya Ummi?”

“Liat aja fotonya, yg ada foto.Ummi” (Belum bisa baca, doi)

“Ini kan… ini kaan…” -Semangat membara

“Aa… itu mah….buahahahaha….” – ngakak ketawa, dan doi sadar kalau salah kirim

“Huaaa…. Huaaaa…” Ceurik deh..

Kalau pemirsa tahu, nangisnya my boy itu megatron desibel, pokoknya se RT kedengeran :p

“Aa tahu ga ini ngirim ke siapa?” – Bari seuri ngakak tea, da lucu (duh, maap ga Nyunnah yak :p)

“Jangan ketawa Ummi!”-Sambil teriak plus nangis super desibel

” Ini teh….buahaha… ngirim ke tukang kursi A… buahaha”

“Ummi maah…” Pundung ke kamar

“Aa… maaf Ummi ketawa, da lucu… ga bisa berhenti”

Sungguh, sebenarnya saya tahu harus empati, tapi da kumaha. Sambil nyetrika saya pun sambil nahan ketawa, sementara my little superman nyungsep ke kamarnya. Daaan… lempar lempar boneka.

“Aa…”
“Aa mah marah sama Ummi, soalnya Umminya ketawa”

Oh baiklah, sepertinya ini waktunya mematikan setrika, menghabiskan sisa energi seuri, dan menghampirinya.

Setelah melalui sedikit rayuan, ungkapan maaf, pelukan, akhirnya kami tertawa bersama. Entah apa yang kami tertawakan, tapi cukup membuat sisa energi seuri saya yang ternyata masih tersimpan, keluar!

Duh, maafkan ya Nak… Semoga bukan pertanda Ummimu yang kurang empati. Tapi sungguh, itu sangat lucu bagi Ummi.

Terkadang kita perlu sedikit rileks loh Nak, dan menertawakan diri sendiri. Keep Calm, Boy! Why So Serious?

Selamat 2 tahun di dunia, Boy!

Standar

image

Assalamualaikum..saya Aidan tepat 2 tahun yg lalu sy dihadirkan Allah ke duniaNya melalui mulut rahimnya ummi.

Kata ummi, walaupun ukuran badan tapi sy kecil tapi hati saya harus besar.

Kata ummi juga saya ditakdirkan Allah muncul ke dunia untuk beribadah, menjadi manusia bermanfaat, dan mengajak pada kebaikan.

Masih kata ummi, bila besar nanti saya tak pintar matematika saya tetaplah anak yang cerdas dengan kecerdasan lain yg saya miliki, dan ummi akan membantu sy menemukan itu, ya kan mi?

Karena kata ummi, setiap anak adalah unik dengan kelebihan yang dimilikinya. Limited edition
kalau kata bapanya stephen mah.

Kalau kata abi mah, sisi pisau yg tidak digunakan untuk memotong tidak usah dipaksakan untuk
diasah, asahlah trs sisi lainnya.

Oia terakhir kata abi, peganglah alquran dan sunnah maka saya akan selamat d dunia dan akhirat.

Salam sayang dan hormat untuk semuanyaa, doakan saya semoga menjadi pribadi harapan ummi dan abi ya…

Wassalamualaikum..wr.wb
Muhammad Aidan Hammam
110610-110612

Hey, Gadis 2 Tahun!

Standar

image

Hey, gadis kecilnya kami! ingatkah saat dua tahun lalu kita berjumpa? kau membuatku terheran heran semalaman, karena tak ada garis wajahku dan Ayahmu di dalam wajah kecilmu.

Hey, adik kesayangan Aa! Kaupun tumbuh menjadi peniru AAmu. Teriakan “Boboboi Api!” saat kesusahan membuka kulkas, sungguh menghibur hatiku yang pilu *tsah*.

Hey, gadis kecilnya Ayah! tahukah kau sering membuatku cemburu karna manjamu dengan Ayahmu? Sejak bisa merangkak kau sukaaa sekali dekat dekat dengan Ayahmu, mungkin kau jatuh hati padanya ya? Huh, kau lebih pandai merebut hatinya dibanding aku.

Hey, sahabat kecilnya Ummi…
Aku ingin membersamaimu tumbuh menjadi sesosok wanita dewasa, menghantarkanmu ke pelana kuda pangeran pilihanmu. Mudah mudahan Allah mengizinkan.

Hey, Aishabira Mahdiya Hamda. Semoga kelak kau tumbuh menjadi Hamba yang pandai bersabar dan pandai memujiNya. Semoga kelak engkau diperjalankanNya selalu ke arah kebaikan. Semoga…

With Love, your Ummi :)
180513-180515

Pria Terrindu

Standar

image

Pria ini…
Pria yang melepaskan si gadis no.2 untuk pemuda gagah yang datang melamar, adalah pria yang yang paling kurindukan saat ini.

Pria ini…
Pria yang dengan genggaman tangannya melakukan ikrar ’mitsaqon ghalidza’ antara hamba dan Khaliknya, adalah pria yang paling kurindukan saat ini.

Pria ini…
Pria yang memegang kepala gadis no.2 dengan tatapan syahdu, adalah pria yang paling kurindukan saat ini.

Penggores Pena

Standar

Menulis itu… menghapus penat
Menulis itu… merekam jejak
Menulis itu… merasa rasa
Menulis itu… pengingat diri
Menulis itu… ’berbicara’
Menulis itu… mengikat idealisme
Menulis itu… mengingat idealisme
Menulis itu… menyenangkan
Menulis itu… butuh ilmu input

Ribuan kata bisa dibaca dalam sebuah tulisan, tapi RASA yang dirasakan dalam sebuah tulisan takkan pernah sama dengan sang penggores pena!

Maka menulislah! Ikatlah hikmah kehidupanmu dalam sebuah tulisan! Genggamlah idealismemu dalam sebuah tulisan! Buatlah rasamu sendiri!

Ya.

Selamat Lulus ASI Aisha

Standar

Ternyata, dilepas ngASI bertahap ini cocok untuk neng Aisha…

Setelah sounding yang banyaaaaaak sejak 20 bulan, dia pun selalu meyakinkan saya dengan wajah yang sangat meyakinkan.

“2 tahun ga nenen ya De”
“Iya…”
“gapapa?”
“gapapa”

Tegas jawabnya.

Kenyataannya, saat waktunya tiba dan dia minta nenen.

“siang ini ga nenen ya…”

Dia pun meraung raung. Heu.

Ada masanya tangan ini pegal karena dia minta dieyong saat mau tidur, ada masanya saya malah marah marah karena diapa apain juga ga mau, akhirnya dia tertidur dalam dekapan, paling sering adalah dia meminta terus, lalu saya ingatkan ini siang hari, rewel sedikit, dan dia pun minta dipeluk untuk tidur.

Owyah, biasanya saat dia minta ASI belum tentu saat dia mengantuk saja. Jadi saya selalu memberikan alternatif.

“Kalau lapar, kita makan. Kalau haus, kita minum. Kalau ngantuk, dipeluk Ummi”

Kemudian bertanya “Aisha ngantuk? lapar? haus?”

Daan… setelah sekitaaar kurleb 3  minggu ga nenen siang dengan berbagai dramanya. Akhirnya sudah dua malam ini Aisha berhasil tanpa nenen. Dan lebih mudah ternyata… Ga sampai drama dan tangan pegal gimanaa gitu…

Cukup kerjasama dari Aanya.

“Dede kan sudah besar, kalau Dede Almaira masih kecil, jadi boleh nenen”

Kemudian kerjasama dari Ayahnya.

“Sini… mau dipeluk sama Ayah bobonya?”

Dan peran yang besar dari ngadongeng.

Aisha sampai hapal, edisi Halo Balita Aku Bisa Tidur Sendiri, dia berceloteh saat Ayahnya bertanya.

“Ini lagi apa De?”
“Aanya (Sali) obo (bobo). Obonya ga nenen”

Aisha sampai hapal dongeng sounding dari Umminya.

“Kalau nenen buat siapa De?”
“Dede Ayi” (dede bayi)
“Kaya Dedenya Bunda ya?”
“Iya”
Kalau dede Almaira bisanya baru apa De?”
“nanyis” (nangis)
“masih kecil ya?”
“iya”
“Kalau Aisha udah bisa apa?”
“nyanyi… Alonkuuu…”
“terus?”
“abuuur…abuuur” (kabuuur-lari lari).
“Tuuuh… udah besaar sama kaya Aa ya?”
“Iya…”

Dan dia pun minta dipeluk untuk tidurnya…

180513-270415

Bapak dan Facebook

Standar

“Ummi, ini kalau facebook teh terhubung ke no telepon apa ke Handphonenya?”

“Ummi, ini komen aki banyak yang nge like”

“Ternyata Fesbuk teh saling bertautan, si A ngobrol B, tapi si A teh ga tau kalau B sodaranya Bapak”

Perkenalkan…

Ini Bapak saya, Bapak yang 68+ tahun yang lalu lahir ke dunia

Baru saja beliau meminta saya untuk membuatkan akun facebook.

“Namanya Abah Udin aja”

“Ummi, fotoin Aki… bentar Aki mau nyamar dulu”

“Yang ini aja atuh Ki, kasep” Saya pun memilih foto yang sudah ada di gallery.

“Ah… ga mau pengen yang baru”

Bapak pun mengambil peci dan kalung, sambil peci dimiringkan Bapak bilang

“Gimana Mi? Ga mirip kan sama Aki, biar orang ga pada tahu ini Aki”

Hari itu, hari Bapak meminta dibuatkan akun Facebook, bibir ini tersenyum, tapi hati ini sebenarnya menangis.

Tingkah bapak dari dulu memang misteri, menyimpan sejuta maksud.

Dan Entah kenapa hari itu saya menangkap maksud lain dari Bapak.

Ya! Ke’konyolannya’ menyiratkan bahwa beliau ingin dikenang sebagai pribadi yang humoris.

Ya! Beliau hanya ingin meninggalkan kenangan kenangan manis saja.

Ini hanya satu per sejuta kenangan manis saya bersama Bapak.

Saat sendiri…

Kenangan – kenangan tersebut melintas tanpa disuruh di dalam pikiran. Masuk ke dalam hati.
Terejahwantahkan dalam doa.

Bapak…
Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wafuanhu

291046-140315

Bapak… I Miss U sooooo Much

image

Tips Menghadapi Penggosip

Standar

Sebenarnya mudah melihat siapa yang akan mengumbar Aib kita. Gimana cirinya? dia tak segan segan bercerita tentang Aib orang lain (tanpa solusi) pada kita. Kalau dia berani mengumbar Aib orang lain pada kita, kenapa Aib kita tak berani dia umbar ke orang lain?

Dia berbicara hanya untuk memuaskan lidahnya saja. ’Udah weh, so?’ Gaada kelanjutannya, minta solusi atau apapuun.

Saat hidup di lingkungan pertetanggaan tipikal semacam ini sangat buanyaaak. Bahkan sempat saya bingung bagaimana meng-cut-nya. Kalau bersama teman teman yang sefrekuensi sih mudah, tinggal kata kata reminder ’hei..hei…ghibah…udahan…udahan’ juga cukup.

Sampai pernah suatu waktu saat ada keperluan yang memerlukan waktu 30 menit, tapi ternyata molor sampai 1 jam lebih gara gara ’terjebak’ pada pembicaraan yang sebenarnya saya ga perlu tahu. Lantas suami saya pun memberi beberapa tips

menjumpai hal serupa.

1.Jangan memancing pembicaraan yang menjadikan seseorang itu bercerita PxL tentang orang lain. Misal dengan bertanya, “Kabarnya bu Anu suaminya kawin lagi ya?”

2.Bila dalam situasi mengobrol lebih dari 2 orang, alihkan pembicaraan atau pergi aja, tunjukkan respon tidak antusias.

3.Bila sedang mengobrol 4 mata. Bisa di cut dengan kata kata ’Ih…da saya juga banyak kekurangannya, kalau saya apa Bu kekurangannya?’ kalau perlu ada kata tambahan ’ngomongin jeleknya orang mah ga ada habis habisnya ya Bu, da sama kita juga banyak jeleknya’

Syekian tipsnya. Muda mudahan bermanfaat

Komunikasi Pasangan

Standar

Saat kita menemukan dia yang menjadi jodoh kita, berjuta mimpi dan harapan tentunya kita miliki dalam rangka membangun sebuah istana rumah tangga.

“Bersama berjuang di jalan dakwah!”

“Setiap hari saling mengingatkan shalat tahajud!”

Dan mimpi mimpi lainnya.

Mimpi mimpi itu, ada yang terwujud, ada yang mundur teratur, tapi ada juga hal hal yang ternyata muncul menjadi ’riak riak’ penghambat mimpi.

Hal itu adalah realitas, yang ternyata tidak sesuai dengan idealisme kita, dalam memandang sebuah lembaga bernama pernikahan. Diri kita terkaget kaget, menjumpai bahwa ternyata…

Kebiasaan sehabis mandi si doi berbeda dengan kebiasaan saya yang setelah selesai mandi selalu mengembalikan odol, sabun, sikat gigi ke tempat semula.

Kebiasaan si doi main games ternyata ga ketulungan! suka lupa waktu!

Yaampuun susah banget deh doi perihal yang satu ini, ini handuk selesai mandi ko ya dijemur lagi gitu loh!

Dan ’riak’ perbedaan lainnya.Perbedaan perbedaan tersebut menjadikan, tanpa sadar, diri kita seriiiiing sekali memberi stempel pada pasangan kita.

“Iya, Ayah tuh memang tukang tidur! berubah donk Yah!”

“Ummi nih ya, kebiasaan dari dulu sampah abis jajan dibuang donk ke tempat sampah, piring abis makan juga ditaruh sembarangan”

Berapa banyak stempel yang telah kita berikan pada pasangan kita?

“Kita itu bukan mengecap stempel di wajah pasangan kita! Stempel di wajah bisa dihapus! Tapi kita mengecap stempel di wajah jiwa pasangan kita!” Ucap bu Elly Risman menggebu gebu.

hohoo…jleb deh bu.

Masalah-masalah yang sama berulang teruuuus, seolah dari dalam diri ada yang berteriak.

Sampai kapaaan begini terus!! Oke… oke aku harus bertahan, tapi sampai kapaan?”

Mengapa sih hal tersebut kerap muncul dari dalam diri kita? Mengapa sih ko rasanya susah bangeet komunikasi dengan pasangan kita itu?. Ko ga berubah berubaaah? Kenapa cobaaa?

1. Ternyata kita selama ini ga sadar! bahwa Allah menciptakan otak laki laki dan perempuan itu berbeda loh!

2. Kita lupa! bahwa doi yang sekarang itu wiring di otaknya sudah terbentuk! Sebuah jalinan sel saraf hasil pengasuhan kedua orang tua dan lingkungannya dulu sudah terbentuk masbro mbasis! Wiring doi tidak sama dengan yang yang kita dapatkan dulu donk ya. (Lebih lengkapnya tentang wiring ini ada di sini).

Lantas apakah perbedaan itu dipakai untuk saling meng’aku’?

“Da aku mah gini orangnya, terima aku apa adanya donk!”

Bukan. Bukan seperti itu, perbedaan tersebut digunakan kita untuk MODAL, MODAL MEMAHAMI sesosok tak sempurna bernama suami/istri.kita.

So, PR pertama dari seminar Komunikasi Pasangan kemarin adalah, STOP MEMBERI LABEL PADA PASANGAN KITA!

Lantas, bagaimana cara menjembatani perbedaan perbedaan tersebut? Komunikasi.

Komunikasi, dalam hal ini antar suami dan istri menjadi sesuatu yang pueeeentiiiing, karena:

1. Komunikasi Suami-Istri ituuuu fondasi keluarga. Komunikasi yang baik/luwes dapat menciptakan iklim keluarga yang baik juga, begitu pun sebaliknya.

Saat salah satu tak mau MEMAHAMI, dan bersikukuh pada egoisme masing masing maka bersiaplah menghadapi iklim bersitegang, saling merendahkan, menyalahkan, diam diaman. Krik krik deh.

So, Komunikasi yang cantik baru akan terjalin bila tahapan MEMAHAMI dulu, sudah bisa dilalui, tidak judging duluan, tidak stempel duluan, tidak frontal reaktif mengkritik duluan.

Haishhh. Hesye. -_-. Gapapa. Gapapa. Terus latihan. Latihan terus. Bila kelepasan, tak usah gengsi minta maaf. #selftalk

2. Komunikasi secara tidak langsung berhubungan dengan kesehatan pribadi. Komunikasi yang menyenangkan ini eraaaaaaat kaitannya dengan bagian dalam otak kita yang bernama sistem Limbik. Dia adalah tempatnya pusat perasaan manusia, rumah cinta. Cara kerja ’rumah cinta’ ini bisa dilihat di sini. Ternyata selain sebagai pengatur perasaan, limbik ini pun berhubungan dengan sistem lainnya yang secara tidak langsung berhubungan dengan cara kerja organ (jantung, paru paru, ginjal, dll) di dalam tubuh. Sistem limbik seseorang yang dipenuhi cinta tentunya akan berbeda dampak pada organ tubuhnya, dengan sistem limbik yang dipenuhi tekanan.

“Kalau istri sakit sakitan di usia yang muda, cek suaminya. Kalau Suami sakit sakitan di usia muda, cek istrinya” Kata bu Elly Risman teh. Tentunya terlepas dari penyakit ’bawaan’ sebelum seseorang itu menikah yak, itu mah beda lagi.

3. Berhubungan dengan kesehatan anggota keluarga lainnya. Ya, kalau si ibu sakit, nular deh ke anaknya, nular deh ke adiknya, dll dll.

4. Komunikasi pasangan menjadi CERMIN kekuatan/kelemahan sebuah pernikahan.

5. Komunikasi Pasangan ini berpengaruh pada kelanjutan dan Kepuasan Hidup. Dampak dari komunikasi yang tidak luwes ini ternyata bisa menjadi BOM waktu saat salah satu pihak merasa ’terkurung dalam dirinya’ dalam jangka waktu yang lama. Seperti membawa kerikil di bawah kaki kita. Ga nyaman. Puncaknya adalah saat usia paruh baya. Pernikahan berada di titik terendah. Anak anak beranjak remaja, bermasalah. Ibu dan Ayah bermasalah. Heu >.< Na’udzubillahimindzalik. Yuk berdoa yuuuk. Semoga yang membaca ini senantiasa dituntun oleh Allah menjadi semakin baik setiap harinya, semakin semangat berilmu Agama. Yosh. Aamiin ya Allah.

So,  How Atuh?

Setidaknya untuk berkomunikasi dengan baik luwes dengan pasangan kita, perlu beberapa keterampilan yang dimiliki. Kenapa disebut keterampilan? karena perlu latihan berkali kali. Salah-instropeksi-coba lagi, sampai benar benar terampil.

1. Memiliki kemampuan untuk mengenal diri sendiri. Caranya adalah dengan sering sering ’look in’. Tentang ’look in’ ini pun pernah saya tulis disini.

2. Mengetahui perbedaan laki laki dan perempuan.

Lha Otaknya Beda

Setidaknya terdapat 7 perbedaan mengenai otak laki laki dan perempuan.

a. Ukuran otak perempuan lebih kecil daripada laki laki. Ada ungkapan yang mengatakan perempuan itu ’pendek pikir’nya.

b. Corpus colosum (CC) pada perempuan lebih tebal dibandingkan laki laki. Corpus colosum ini adalah area antara otak kiri dan otak kanan, seringnya perempuan berpindah pindah menggunakan otak kiri ke otak kanan, bulak balik menjadikan CC perempuan lebih tebal. Ini pun menjadi penanda bahwa perempuan memiliki kemampuan multitasking, dapat mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Bahkan untuk kondisi stress sekalipun, karena perempuan memiliki senyawa kimia ’pereda stress’ yang bernama serotonin lebih banyak dibandingkan laki laki.

c. Cerebal Korteks atau topi berpikir perempuan berkembang setahun lebih cepat dibandingkan laki laki. So, gausah buru buru memasukan anak lelakinya ke SD ya Mak ;)

d. Otak laki laki terpusat pada hubungan dan kegiatan spasial. Maksudnya otak laki laki lebih kuat fungsi otak kirinya, berpikir secara terpusat yang menjadikannya fokus.

e. Kadar serotonin perempuan yang lebih banyak dibandingkan laki laki. Akibatnya dengan kemampuan ’multitasking’ dan rentan stress, dapat cepat diredakan dengan serotonin tersebut.

f.  ga kecatet :p

g. Struktur otak laki laki dan perempuan berbeda

Karena struktur otak yang berbeda itu pulalah, maka fungsinya pun berbeda. Perbedaan-perbedaan yang ’bertentangan’ yang dapat menimbulkan salah pengertian, seperti.

a. Laki laki (L): Merasa dirinya mampu, perlu dihargai, bukan diingatkan.
Perempuan (P): Memiliki kecenderungan untuk mengingatkan (bertanya).

b. L: Mudah tenggelam dalam pikiran/masalahnya dan tidak mudah menceritakannya pada perempuan.
P: Senang bercerita dan saat pasangan tak mau bercerita akan timbul perasaan merasa diabaikan/tidak dipedulikan.

c. L: Sulit untuk peduli, mengerti dan respek. Misalnya saat istrinya sudah membereskan rumah sampaaaaai cliiing, tapi respon yang diterima tidak sesuai dengan yang diinginkan.
P: Berharap respek/peduli pada hal detil. Menunggu agar peduli, akhirnya pundung deh karena merasa tak dihargai. Lantas suaminya bingung “Apa salahku?”

d. Kebutuhan berbicara laki laki 7000kata per harinya, sedangkan perempuan 20000. Makannya perempuan sering dianggap bawel, dan laki laki sering dianggap cuek. Lha otaknya memang di set begitu. Kata Bu Elly,.apa akibatnya saat seorang perempuan/ibu tidak terpenuhi kebutuhan berbicaranya? Maka jangan kaget bila ’meledak’, akumulasi dari perasaan tak ada yang mendengarkannya.

Saran bu Elly, bila suami sedang dalam keadaan cape dalam meladeni ’ocehan’ istrinya, maka tak usah menanggapi terlalu banyak, dan pura pura lah mendengarkan :p. Wkwkwk.

Sedikit tips dari bu Elly untuk para istri, bila hendak membicarakan hal krusial/penting/urgent, bicarakanlah setelah selesai melakukan HSI (Hubungan Suami Istri).

e. Saat istrinya bercerita mengenai suatu masalah, disangkanya meminta solusi, dan kemudian diberi saran. Kebanyakan seorang wanita bercerita hanya untuk didengarkan, diterima, dan dimengerti, udah aja cukup.

Heu. Tapi sepertinya itu ga berlaku bagi saya :p. Saya mah kalau cerita masalah sama suami, ya karena memang pengen tahu sudut pandangnya. Jarang banget cerita masalah, yang hanya sekedar ingin cerita ga butuh saran.

f. Perempuan senang melakukan hal hal detil untuk menyenangkan hati suaminya. Sedangkan laki laki tak terbiasa. Saat Istrinya merasa tak dihargai dan kemudian ngambek, suami akan merasa ’yaudah ga usah repot, daripada marah marah’

Salah pengertian, salah pengertian di atas adalah bukan sebagai ’bahan’ justifikasi, tapi sebagai bahan saling MEMAHAMI – diulang ulang… diulang ulang… biar fahim :p

Saat ada masalah…

Laki laki membutuhkan waktu dan ruang. Masuk ke ’gua’nya sendiri. So, kalau lagi gini, gausah direcokin ya Mak Emak :p

Perempuan memiliki kecenderungan ingin berbagi cerita, didengarkan, disentuh, dipeluk oleh yang dicintainya. So, Pak Bapak, jangan kabur ya kalau istrinya lagi BT, ajak belanja aja pasti senyum lagi.:p Hahaha…

Perbedaan Psikologis…

L: Psikologisnya lebih kepada pencapaian tujuan, kerja, logika, kekuasaan.

P: Intuisi, cinta, komunikasi dan keharmonisan hubungan.

L: Kesadaran tentang masalah menyempit. Fokus pada satu, lupakan yang lain.

P: Kesadaran tentang masalah melebar. Dapat memikirkan/menyelesaikan beberapa masalah dalam satu waktu yang berdekatan. Sehingga terkadang lupa terhadap kebutuhan dirinya sendiri.

L: Saat stress terfokus pada penyelesaian masalah dan dirinya

P: Saat stress semakin sadar berbagai masalah di sekitarnya.

L: Tanda stress: menarik diri, diam, grumbles.

P: Tanda stress: “kepenuhan”. Reaksi berlebihan dan kelelahan.

Dalam hal Komunikasi

L: Diam sampai dapat poin yang ingin disampaikan aka mikir dulu baru ngomong.
P: Terus bicara sampai dapat poin yang ingin disampaikan aka sambil ngomong sambil mikir.

L: Melihat dari detail ke komplit (jadi yang diingat gambaran besarnya)
P: Melihat dari komplit ke detail.

L: Ibarat ’dompet’, simpel.
P: Kerumitannya ibarat ’Isi tasnya’ (segala ada, segala dibicarakan, segala dipikirkan)

h: Saat menelepon – fokus
P: Saat menelepon- bisa multitasking

L: Saat menyetir- gabisa diganggu
P: Saat menyetir- inginnya sambil diskusi

Wes. Poin tentang perbedaan laki laki dan perempuan wes selesai. Selanjutnya masuk ke poin ke-3, mengenai keterampilan yang harus dimiliki agar komunikasi dapat terjalin ciamik.

3. Mengetahui keterampilan mendengar

Mendengar bukan berarti hanya DIAM di depan pasangan. Mendengar berarti mencari tahu apa yang dimaksudkan lawan bicara. Buatlah kesepakatan bahwa tujuan kita berkomunikasi ini adalah dalam rangka untuk saling mengerti, saling memahami, komitlah untuk menyisihkan ’keuntungan’ pribadi (egois), komitlah untuk menjauhi prasangka, dan sama sama belajar untuk melihat dari sudut pandang pasangan.

Bagaimana cara mendengar yang benar? mulailah dari sebuah NIAT 3M1B. Niat untuk; Mengerti,  Menikmati, Menolongnya, dan Belajar darinya.

Terdapat beberapa kesalahan mengenai mendengar ini, disebut juga Mendengar Palsu. Apa itu? mendengar palsu ini

bukan diniatkan untuk 3M1B tadi, tapi mendengar untuuuuuk…. jreng… jreng…

1. Membaca pikiran: “Ini maksudnya apa nih, pasti dia ngira kalau aku selebor!” – dalam hati

2. Gladi resik: Membuat skenario sendiri dalam pikirannya, dan menjalankannya sendiri, versi dia.

3.Menyaring: Hanya mendengar apa yang ingin kita dengar.

4.Menilai: “Ummi aja itu mah yang suka mancing mancing!”

5. Berkhayal: “Kalau aku jawab gini, Ayah mungkin jawabnya ini, kalau aku jawab ini….”

6. Memberi saran: “Ummi baiknya ngelakuin A, B, C” (ga mau mendengarkan utuh cerita)

7. Menjadi lawan

8. Selalu benar: “Ah pokonya mah gini da kata Ummi mah!”

9. Menghindar: “Yaa… Ummi kan lagi ngobrol serius, ko Ayah kabur sih”

10. Segera setuju: ” Iya deh… iya… iya…”

So, bagaimana cara mendengar yang baik? Yaitu dengan cara mendengar aktif. Terdapat beberapa poin dari mendengarkan aktif ini.

a. Merumuskan ulang: Rumuskan ulang apa yang baru saja dukatakan pasangan dengan bahasa sendiri.

misal: “Oh… jadi Ayah teh mau Ummi yang menyiapkan semua makanan ini?”
Jadi dengan kata lain Ayah ga suka kalau Ummi facebookan terus”
Ayah merasa kalau Ummi ini ga cantik?”
Ayah teh sebenarnya ingin mengatakan bahwa Ummi harus lebih perhatian lagi ke Ayah?”

Untuk Apa Merumuskan Ulang ini? – Menghindari niat diluar 3M1B yang menjadi penghalang mendengar tadi.
– Meluruskan dugaan/ interpretasi yang salah
– Memberikan pasangan ’hadiah’, karena perasaannya didengarkan.
– Meredakan marah
– Membantu mengingat apa yang dikatakan pasangan.

b. Mencari Kejelasan. Dengan mencari kejelasan, dapat membantu mendapatkan gambaran yang lebih luas.

-Bisa dilakukan dengan rumus 5w1h (what, why, who, where, when, how)
-Bisa dilakukan dengan bertanya bagaimana perasaan pasangan tentang sesuatu hal.
-Bisa dilakukan dengan bertanya pendapat pasangan ’bagaimana menurutmu?’

c. Memberi Umpan Balik. Dilakukan setelah merumuskan ulang, dan mencari kejelasan.

d. Komunikasi Timbal Balik
Dengan sebelumnya memperhatikan bahasa tubuh: eye contact, posisi tubuh, hindari gangguan (HP,TV).

Saat jadi pembicara:
-mulai bicara dengan mengatakan ’saya’ untuk mengungkapkan maksud dan perasaan (Pesan Saya).
– Usahakan tidak menyalahkan/memberi gelar
-Usahakan untuk.tidak menggunakan kata ’selalu’ “Ummi nih yaa, selaluuu aja gitu”

Saat jadi pendengar:
-Berikan perhatian penuh
-Hindari debat, memperbaiki.
-Ajukan PERTANYAAN untuk memperjelas maksud pembica.

Dan hal terakhir yang perlu dilakukan saat komunikasi timbal balik adalah, empati. Dengan empatj artinya kita mencoba untuk mengerti situasi pasangan seperti apa, dengan empati artinya kita mencoba untuk memakai kacamata dari sudut pandang pasangan, dengan empati artinya kita meyakini bahwa setiap orang memiliki caranya masing masing dalam memandang suatu masalah.

Yosh. Selesai! komunikasi Pasangan ini tak akan ’berarti’ saat kontennya tidak merujuk pada sesuatu yang mutlak. Maka pesan terakhir dari terakhir, kembalikanlah segala permasalahan ’konten komunikasi’ kepada ajaran Agama kita, dan gunakanlah AlQur’an Hadist sebagai rujukan utama kita.

Catatan:

Sebenarnya pulang dari seminar kemarin itu dikasih PR banyaaak. Kenapa? karena memang aslinya pelatihan ini dilakukan selama 5 hari. Jadi kebayang donk betapa disingkatnya seminar kemarin itu. Masih ada 5 poin keterampilan lagi yang harus kita ketahui setelah poin mengetahui diri sendiri, perbedaan laki laki dan perempuan, keterampilan mendengar, yaitu bagaimana komunikasi yang bersih dan jelas itu, bagaimana kita memiliki kemampuan negosiasi, bagaimana merubaj sesuatu yang terlanjur salah, dan bagaimana belajar menerima pasangan apa adanya. Hohooo…

Nah mari kita list PR yang kemarin dikasih bu Elly.
1. Buat list kekurangan dan keunikan pasangan kemudian Coreeet semua stampel negatif. Azamkan mulai sekarang sebut pasangan dengan keunikan/kelebihannya.
2. Buat jadwal ngedate bersama pasangan kita, titipin anak anak. Kita perlu waktu untuk menjadi suami-istri. Ayooo sini yang mau nitipin anaknya, kita gantian yok ;)
3. Buat list mimpi dan harapan. Kenapa? Karena otak kita dan pasangan akan membuat jalur jalurnya, ikhtiar, dan biarkan skenario Allah berjalan atas kehidupan kita. Misal membuat Impian sederhana seperti ’ingin ngeliat cucu cucu tumbuh’, ’ingin haji bersama anak anak’, ’ingin ngajak jalan jalan cucu’, dll.
4. Mulai membiasakan mencari topik yang bisa dibicarakan setiap hari. Keep kontak minimal 3x sehari dengan kalimat menggantung “Aidan hari ini meni soleh pisan, nanti ceritanya di rumah yaa”, misalnya seperti itu.
5. Mengisi kertas kerja, salah satunya mengenai evaluasi komunikasi yang telah terjadi, dianalisis.
6.Praktek segala ilmu yang telah didapat, evaluasi- salah- coba lagi. Karena ini adalah sebuah keterampilan, tak bisa langsung terampil tanpa latihan dan evaluasi.

Syip. Mudahmudahan sharingnya bermanfaat. Selamat berilmu, selamat menyemai kebaikan AyBund :)

Wallahualam bi shawab

Hai Pria Ganteng

Standar

Dear pria ganteng yang berhasil mencuri hatiku…

Aku mau kau menjawab pernyataan cintaku padamu.

Ya! Pernyataan cinta saat kita berdua menatap langit jingga di pinggir pantai Anyer.

Ah… tapi kurasa tak mungkin kaulakukan, karena mungkin itu terlalu sulit bagimu. Sulit untuk memenuhi syarat dariku kalau kau menjawab “ya, aku benar benar mencintaimu” :p

Tapi aku masih menunggu hai pemikat Asaku! Menunggu, menanti, sebuah jawaban cinta darimu.

Ups. Sepertinya aku melupakan sesuatu…

Bahwa kau bukan roman picisan yang pandai menyusun kata gombal seperti diriku.

Bahwa kau lebih suka menunjukan cintamu padaku dalam bentuk kesabaranmu.

Bahwa kau lebih suka menunjukan besaaarnya cintamu padaku dalam bentuk tanggung jawabmu dan kerja kerasmu mencari sebutir batu akik untukku.

Bahwa kau lebih suka menunjukkan dalamnya cintamu padaku dalam bentuk kasih sayangmu padaku dan anak anakku.

Bahwa kau lebih suka menunjukkan luasnya cintamu padaku dalam bentuk perhatianmu terhadap orang tuaku.

Ah. Iya, aku lupa, bahwa kau tak pandai berkata kata. Tapi sikapmu melebihi penggombal terhebat pencuri hati Ratu tercantik sejagad. Sikap tanpa kata kata indah, sikap tanpa kata kata bualan.

Ah… pria gantengku… Tapi tak apa ko bila kau mengirimkan sebait puisi gombal untukku. Aku senang ko digombali, apalagi datangnya darimu, darimu yang tak pandai berpuisi puitis :p

empat kali empat enam belas…
sempat tidak sempat harus dibalas :p

Barakallah Fii Jatah usia yang tersisa Ayahku sayaang…

I Love U coz Allah…

kepala tiga ey sekarang maah! traktiiiir :)