Riya’ Sosmed

Standar

Beberapa minggu terakhir sebelum Bapak meninggal. Bapak berwasiat nasihat pada saya.

Kala itu kami sedang membahas mengenai Pesbuk. Entah kenapa tiba tiba Bapak bilang seperti ini.

“Memang… kalau status kita banyak yang nge-like, opini kita banyak yang nge-like itu kita jadi senang. Tapi kita harus hati hati juga kalau banyaknya like itu bisa berujung kepada Riya’”

Riya’ sebuah sifat yang hanya diri kita dan Allah saja yang tahu. Bagaikan semut hitam berjalan di atas batu hitam pada malam.yang gelap. Susaaah Cyyyn mengindentifikasinya. Antara ingin berbagi ilmu karena Allah dengan menunjukan diri bahwa ’gue keren’ nih tahu A B C itu betiiis alias beda tipiiiis, dan hanya yang bersangkutan yang bisa menilainya. Makannya memang ya, meluruskan niat itu memang harus di awal, tengah, akhir alias sepanjang proses dikandung badan (?).

Dan kemudian si gue jadi teringat pernyataan bu Elly R. di acara Basa Basi Trans TV mengenai akun sosmed anak (yang dibuatkan orang tuanya).

“Iya, buat apa?”
“Ya… buat berbagi momen aja”
“Iya, buat apa?”

bu Elly sampai ngulang 2x. Dan setelah dipikir pikir memang kebiasaan sharing momen, aktivitas, check in kmanaa gitooo, ituuuh memang rentan sekali jatuhnya pada Riya’. Eh ini mah ngomongin si Muti ya. Terkadang kalau mau posting sesuatu, saya sering mikir “penting ga sih… penting ga sih… apa gunanya buat orang lain”, tapi ujung ujungnya posting juga :p wkwkwkwkwkwkwkwk.

Itulah, saya pun terkadang bingung sama diri sendiri. Eksistensi dunia nyata bagi saya yang ekspresif ini ternyata tidak cukup. Butuh sarana dunia selain dunia lain, yaitu dunia maya. Aihhh. Pertanyaannya, mau sampai kapan Muth? Ya, pelan pelan lah Cyn.

Tapi kalau boleh meng-analogan dengan ini, boleh ga yaa… Sinih saya ceritain, jadi ceritanya saya pernah baca.

“Apabila kamu sedang Shalat, kemudian datang orang lain, dan kamu khawatir Shalatmu akan menjadi Riya’, maka panjangkanlah Shalatmu sampai hilang rasa Riya’ dalam dirimu”.

Nah, ini gatau hadist gatau opini orang (lupa, baca dimana). Nah jikalau memang seperti itu… bisa ga ya dianalogikan dengan kegiatan kita sharing momen, aplot foto di sosmed?

“sharinglah terus, sampai hilang rasa Riya’” wkwkwk

Etapi etapi… kalau Shalat kan niatnya jelas yak, karena Allah. Disuruh memanjangkan shalat artinya kita disuruh meluruskan niat lagi, disuruh lebih khusuk terhadap bacaan shalat kita, disuruh lebih larut luruh dalam penghambaan sedalam dalamnya.

Lha kalau sharing momen, aplot foto, niatnya karena apa Cyyyn? qiqiqiq. Ini jadi semacam nanya sendiri, jawab sendiri gitu yak :p

Yah, intinya mah engkau akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang kau niatkan. Macaaam hadiiist arba’ain ke-1.

Kalau kau niat karena ingin bersenang senang, maka akan kau dapatkan kesenangan itu. Kalau kau niat karena ingin eksiis, maka akan kau dapatkan eksistensi itu, kalau kau berniat karena ingin mendapat cinta Allah dan Rasulnya, maka akan kau dapatkan cintanya.

Mendapat cinta Allah? mauuuuuuu. Eits syaratnya bo ya dipenuhi tho Mut. Niat karena Allah, dan Caranya sesuai tuntunan (benar).

#selfreminder
#proses
#haruslebihbaikdonkah

Sang Pencuri Amal

Standar

Ramadhan kali ini nampaknya Ayah ’mengambil’ jatah pahala yang buanyaaaaaak sekali. MasyaAllah.

Semoga Ayah melakukannya dengan ikhlas ya Yah… Karna Allah. Da Ummi mah gabisa membalas apa apa selain ngesun Ayah, seperti yang Ayah sering minta. Hehe. Semoga Allah membalas segala kebaikan Ayah dengan balasan yang lebwiiiiiiih baik lagi, dengan rezeki yang barakah. Rezeki apapun, anak, materi, ilmu, kesehatan, ukhuwah, dll dll dll.

Setiap ngedengerin ceramah tentang peran Ayah…

“Laki laki sejati itu memberi memberi memberi” Ah ini mah Ayah pisan. Superhero banget lah Ayah teh, ngepel, beberes, nyuci piring, nyuci baju, jemur. Belum harus mencari uang.

“Nafkah untuk istri itu meliputi makanan, pakaian… Termasuk seharusnya makanan yang sudah jadi” Ah ini mah Ayah pisan, nyiapin sahur, nyiapin tajil, bantuin goreng, bikinin susu, bikinin makanan buat anak anak.

Terimakasih ya Ayah… hanya Allah yang pantas membalas kebaikan Ayah. Da Ummi mah apa atuh, kadang mengucapkan terimakasih aja sering lupa, inginnya kaya Ratu yang dilayanin terus. Hiks. Maaf ya Ayah, insyaAllah saat ’badai mual’ sudah mereda, Ummi akan lebih baik lagi dalam melayani Ayah.

Selamat 6 Tahun Pernikahan, Suami.

#latepost

Villa Kancil

Standar

image

Alhamdulillah datang hari Jumat, karena prediksi akan sepi ternyata benar! Sepi karna ternyata Jumat itu harusnya tutup… qiqiqiqiq…

Tapi mungkin karna musim liburan, dan melihat muka anak anak yang haus akan kukucuprakan, tempatnya buka, Alhamdulillah.

Namanya Villa Kancil, dari Rancaekek mah setengah jam kurang lah, deket. Dengan membayar 35rb tarif normal (tarif liburan 45-50rb) Anda bisa menikmati  kolam air panas, air dingin, ember tumpah, sorodotan, hujan hujanan, tempat ganti baju, toilet, kursi buat duduk, saung, dan semilir angin yang berhembus.

Masih bagusan kampung batu yang di Baleendah sih, tapi lumayan laah, buat bocah mah.

Kalau mau menikmati.wahana di luar berenang juga bisa, ada pasar terapung, outbond anak anak, mancing, nangkep kelinci, dengan tarif terpisah.

Selamat liburan Bocah! Karna tiap hari bagi mereka adalah liburan!

Melekatlah, ’Alaqah…

Standar

Hai gumpalan daging, kau tetiba saja ada di rahim Ummi Nak…

Tanpa kata dan tanpa suara, hanya sinyal mual saja yang kau berikan padaku sebagai tanda kehadiranmu…

Kan kusambut engkau dengan guratan di bibir tanda bahagia. Disini ada Ayahmu, Ummimu, Aamu dan tetehmu yang lucu, yang siap menyambutmu saat tiba waktu itu.

Ah. Tumbuhlah dengan kasih sayangNya hai gumpalan kecil. Tumbuhlah dengan petunjuk dariNya hai segumpal daging. Tumbuhlah menjadi bayi yang sempurna dan disempurnakan.

Melekatlah hai Alaqah! diamlah disana sampai datang sebuah ruh di dirimu… diamlah disana sampai datang sebuah ketetapan kepadamu.

Ya Allah Ummi berlindung dari apa apa yang tidak Ummi ketahui sesudahnya. Tetapkanlah rezeki kebaikan kepdanya. Mampukan kami dalam mengemban amanah baru ini. Jadikan kami sebagai hamba yang semakin bertakwa kepadaMu. Aamiin.

*jelang4bulan*
*si no.3*

Ramadhan 1436: 5 Tahunnya Aidan

Standar

image

Marhaban ya Ramadhan

Sebelum usia 7 tahun, bagian otak yang berkembang pesat adalah pusat perasaannya. So, sebisa mungkin membuat Ramadhan ini menjadi sesuatu yang menyenangkan buat Aidan. Gimana caranya?

1. Membuat tempelan tempelan menarik sebagai tanda bulan Ramadhan tiba. Tempelan yang saya buat:
-Tulisan Marhaban Ya Ramadhan
– Tanda tanda (gambar) ga boleh jajan, ga boleh makan minum, ga boleh ngambek, belajar iqro.
-Kolom tanda bintang, kalau dia berhasil bangun sahur, puasa, solat berjamaah, belajar iqro.
-Kolom balapan ga ngambek (sama ummi), kalau berhasi ga ngambek hari itu dikasih tambahan bintang.

image

2. Mengajarkan anak puasa dengan reward bintang. Tentunya si saya ga ngoyo amat, kudu harus sampai tamat (yaiyalaah). Wong belajar shalat yang sama sama wajib aja baru umur 7 tahun, kan?. Tapi kenapa engga dimulai latihan menyenangkan dari sekarang? Caranya, dengan reward Bintang.

5 Bintang kalau dia berhasil bangun sahur: jumlah paling banyak, karena paling syusyaaah :p

1 bintang kalau bisa puasa sampai dzuhur, 3 bintang sampai maghrib

1 bintang tiap dia shalat berjamaah bareng Umminya.

1 bintang kalau belajar iqro.

3. mengganti jumlah reward bintang dengan sejumlah uang (besarannya disesuaikan, 1 bintang 200, 500 perak, misalnya). Nanti dia bisa beli apa aja dari hasil usahanya. Tapiiiiiiii yang ga kalah penting, bukan rewardnya tapi pemahamannya, kenapa harus puasa, bulan ramadhan itu apa, dan tentunya pemahaman bahwa ’hadiah’ dari Allah akan jauh lebih besar kalau kita melakukannya dengan ikhlas.

Ada sebuah cerita anak orang yang ga pake gini ginian tapi berhasil mengajarkan anaknya Full puasa sejak umur 5 tahun. Caranya? selain pemahaman, si anak disibukkan dengan aktivitas bermain. Jadi si ibu ga berhenti membuat sebuah permainan di rumahnya. Nah tips terkhir ini yang ga kalah penting, menyibukkan diri dengan aktivitas bermanfaat. Ini masih PR besar juga buat saya, target latihan puasa Aidan di usia 5y ini untuk saya mah, dia mau bangun sahur juga udah Alhamdulillah ;)

Happy Ramadhan :)

(inspirasi reward bintang by teh Nova P)

Why So Serious?

Standar

Ini adalah kali ke-378, apa yang Ummi anggap lucu, tapi memalukan bagi my sensitive Boy…

“Mi… Lihat! Legonya sama Aidan difoto, supaya nanti bisa bikin yg kaya gini lagi!”

“Bagus! Keren!”

“Kirim ah ke Ummi (wattsap Ummi)”

“Sok”

Dia pun mengutak atik Wattsap Ayahnya. Daaan… jreng jreng…

“Mi… udah… yang ini kan Wattsapnya Ummi?”

“Liat aja fotonya, yg ada foto.Ummi” (Belum bisa baca, doi)

“Ini kan… ini kaan…” -Semangat membara

“Aa… itu mah….buahahahaha….” – ngakak ketawa, dan doi sadar kalau salah kirim

“Huaaa…. Huaaaa…” Ceurik deh..

Kalau pemirsa tahu, nangisnya my boy itu megatron desibel, pokoknya se RT kedengeran :p

“Aa tahu ga ini ngirim ke siapa?” – Bari seuri ngakak tea, da lucu (duh, maap ga Nyunnah yak :p)

“Jangan ketawa Ummi!”-Sambil teriak plus nangis super desibel

” Ini teh….buahaha… ngirim ke tukang kursi A… buahaha”

“Ummi maah…” Pundung ke kamar

“Aa… maaf Ummi ketawa, da lucu… ga bisa berhenti”

Sungguh, sebenarnya saya tahu harus empati, tapi da kumaha. Sambil nyetrika saya pun sambil nahan ketawa, sementara my little superman nyungsep ke kamarnya. Daaan… lempar lempar boneka.

“Aa…”
“Aa mah marah sama Ummi, soalnya Umminya ketawa”

Oh baiklah, sepertinya ini waktunya mematikan setrika, menghabiskan sisa energi seuri, dan menghampirinya.

Setelah melalui sedikit rayuan, ungkapan maaf, pelukan, akhirnya kami tertawa bersama. Entah apa yang kami tertawakan, tapi cukup membuat sisa energi seuri saya yang ternyata masih tersimpan, keluar!

Duh, maafkan ya Nak… Semoga bukan pertanda Ummimu yang kurang empati. Tapi sungguh, itu sangat lucu bagi Ummi.

Terkadang kita perlu sedikit rileks loh Nak, dan menertawakan diri sendiri. Keep Calm, Boy! Why So Serious?

Selamat 2 tahun di dunia, Boy!

Standar

image

Assalamualaikum..saya Aidan tepat 2 tahun yg lalu sy dihadirkan Allah ke duniaNya melalui mulut rahimnya ummi.

Kata ummi, walaupun ukuran badan tapi sy kecil tapi hati saya harus besar.

Kata ummi juga saya ditakdirkan Allah muncul ke dunia untuk beribadah, menjadi manusia bermanfaat, dan mengajak pada kebaikan.

Masih kata ummi, bila besar nanti saya tak pintar matematika saya tetaplah anak yang cerdas dengan kecerdasan lain yg saya miliki, dan ummi akan membantu sy menemukan itu, ya kan mi?

Karena kata ummi, setiap anak adalah unik dengan kelebihan yang dimilikinya. Limited edition
kalau kata bapanya stephen mah.

Kalau kata abi mah, sisi pisau yg tidak digunakan untuk memotong tidak usah dipaksakan untuk
diasah, asahlah trs sisi lainnya.

Oia terakhir kata abi, peganglah alquran dan sunnah maka saya akan selamat d dunia dan akhirat.

Salam sayang dan hormat untuk semuanyaa, doakan saya semoga menjadi pribadi harapan ummi dan abi ya…

Wassalamualaikum..wr.wb
Muhammad Aidan Hammam
110610-110612

Hey, Gadis 2 Tahun!

Standar

image

Hey, gadis kecilnya kami! ingatkah saat dua tahun lalu kita berjumpa? kau membuatku terheran heran semalaman, karena tak ada garis wajahku dan Ayahmu di dalam wajah kecilmu.

Hey, adik kesayangan Aa! Kaupun tumbuh menjadi peniru AAmu. Teriakan “Boboboi Api!” saat kesusahan membuka kulkas, sungguh menghibur hatiku yang pilu *tsah*.

Hey, gadis kecilnya Ayah! tahukah kau sering membuatku cemburu karna manjamu dengan Ayahmu? Sejak bisa merangkak kau sukaaa sekali dekat dekat dengan Ayahmu, mungkin kau jatuh hati padanya ya? Huh, kau lebih pandai merebut hatinya dibanding aku.

Hey, sahabat kecilnya Ummi…
Aku ingin membersamaimu tumbuh menjadi sesosok wanita dewasa, menghantarkanmu ke pelana kuda pangeran pilihanmu. Mudah mudahan Allah mengizinkan.

Hey, Aishabira Mahdiya Hamda. Semoga kelak kau tumbuh menjadi Hamba yang pandai bersabar dan pandai memujiNya. Semoga kelak engkau diperjalankanNya selalu ke arah kebaikan. Semoga…

With Love, your Ummi :)
180513-180515

Pria Terrindu

Standar

image

Pria ini…
Pria yang melepaskan si gadis no.2 untuk pemuda gagah yang datang melamar, adalah pria yang yang paling kurindukan saat ini.

Pria ini…
Pria yang dengan genggaman tangannya melakukan ikrar ’mitsaqon ghalidza’ antara hamba dan Khaliknya, adalah pria yang paling kurindukan saat ini.

Pria ini…
Pria yang memegang kepala gadis no.2 dengan tatapan syahdu, adalah pria yang paling kurindukan saat ini.

Penggores Pena

Standar

Menulis itu… menghapus penat
Menulis itu… merekam jejak
Menulis itu… merasa rasa
Menulis itu… pengingat diri
Menulis itu… ’berbicara’
Menulis itu… mengikat idealisme
Menulis itu… mengingat idealisme
Menulis itu… menyenangkan
Menulis itu… butuh ilmu input

Ribuan kata bisa dibaca dalam sebuah tulisan, tapi RASA yang dirasakan dalam sebuah tulisan takkan pernah sama dengan sang penggores pena!

Maka menulislah! Ikatlah hikmah kehidupanmu dalam sebuah tulisan! Genggamlah idealismemu dalam sebuah tulisan! Buatlah rasamu sendiri!

Ya.