Bapak-Bapak Aneh Itu…(Teriak2 aneh atau diam-diam menindih??)

Hari ini sy pergi kembali ke Cianjur, ke tempat saya KaPe, berangkat jam setengah 9, naik bis damri sampai leuwi panjang trs naik MGI ke Cianjur,rencananya si untuk pengamatan terakhir dan pengurusan administrasi yang belum selesai, ee.. taunya kata bapak Pembimbing untuk form penilaian dsb nya harus menunggu bu lid dan pa agus yang merupakan karyawan teknis, jadinya sy datang ksana hanya untuk pengamatan saja..(satu medium kelapa kembali terkontaminasi,, 🙂 ), singkat cerita tidak ada yang aneh selama perjalanan saya ke cianjur dan selama saya di sana. Cerita dimulai ketika perjalanan pulang.

Saat saya menaiki bis HIBA, sy tidak sempat memilih tempat duduk, karna bis langsung melaju saat saya naik, dan sy pun duduk di bangku kedua dr belakang yang kursinya 3, sy berada di paling ujung (bukan dekat jendela), urutannya : bapa2- aa2- sy, pertama kali duduk saya tidak merasa ada hal yang aneh, setelah beberapa lama saya duduk, ko aa2 itu duduknya mepet2 ke sy ya..oo.. ternyata aa2 itu mencoba u tidak dekat dg bapa2 yang duduk dekat jendela. Setelah saya perhatikan trs, memang ada yang aneh dr bapa2 itu. Bapa2 itu (untuk selanjutnya disebut ‘pak A’) berpakaian seragam coklat-coklat atau lebih tepatnya seragam PNS, setiap ada tulisan di jalan yang menurutnya menarik dia langsung berteriak, diantaranya yang sy ingat “Waaaa…Rumah makan padang Jaya”,, lalu dy berbicara sendiri,,, lalu dy tiba dia berteriak “Ya..terus pak”..lalu diam.. lalu berbicara sendiri..lalu berteriak “Sangkuriang”.. trs ngomong sendiri..begitu pun terus.sepanjang jalan.tidak berhenti-henti. Awalnya sy merasa aman2 saja karena pak A itu terhalang o aa2 yang duduk ditengah, dan saya pun tidur dengan pulass. Sampai suatu saat aa2 itu turun ..waaa…matilahh (dg intonasi ipin upin), sejak itu sy berusaha u tetap on walaupun mata ini tidak kuat ingin kembali menutup, sy mencoba masang wajah datar, menunduk kebawah, dan bersikap sewajarnya, sampai akhirnya di di tengah jalan ada ibu pegawai yang naik, dan menempati bangku di tengah itu, tiba2 pak A itu kembali berteriak “EE..pulang kerja”..sambil malu2 ibu muda itu menjawab “iya pak..”…”OO..kerja dimana..PJKA?? Perusahaan Jawatan Kereta Api hahaha”..mungkin ibu muda itu sudah mulai ketakutan karena posisi duduknya miring kea rah saya dan meununjukan ekspresi ketakutannya pada saya..lalu pak A itu tiba2 “OO tinggal dmn??”..”kopo” jawab ibu itu. “ KOPO?? Ohhh saha walikota kopo teh?? Pak ‘ieu’ nya?, tinggal sareng saha di kopo?? Caroge?? Ibu?? Bapak??”. “sumuhun”, jawab ibu itu. Tak lama setelah itu tiba2 ibu itu pindah ke bangku paling depan “ pak abdi ngalih heula nya,ka payun”…waahh matilahh…pak A itu kembali berceloteh, setiap ada tulisan di dluar dibacanya dengan suara yang lantang, tidak jarang penumpang lain menoleh ke belakang u melihat apa yang terjadi, kenek bis pun hanya melihatnya tanpa ekspresi, dan saya?? Kembali menunduk, sebenarnya si tdk terlalu bermasalah, dy tdk mengganggu sy, tetapi saya mencoba u berwaspada, saya takut kalo tiba2 bapak itu menggabruk saya, atau tiba2 muka bapak itu ada di depan muka sy smbil berkata “waaa..ko diem aja”..(pengalaman dipegang betisnya sm orang mabok yang lagi duduk di trotoar soalnya, tiba2 aja lg jalan dg tenang, trs org mabok itu tiba2 megang betis sambil blng “waaa”, nya reuwas we..). Satu hal yang menarik dari seribu tingkahnya adalah dia sering sekali menyebut kata ‘nunuy..nunuy’ sampai suatu ketika, saat memasuki gerbang tol padalarang, penjaga karcis yang prediksiku adalah wanita, dipanggil oleh bapak itu dengan sebutan nunuy, “nunuy..nuy..nuy..lagi kerja ya nuy..”. begitu pun ketika keluar tol pasir koja “nuy..nunuy..eh..lalaki geuning sugan teh nunuy,,”. hah ada apa pula dengan bapak itu dan nunuy. Tak mengerti aku. begitulah kisahku dengan bapak-bapak di bis HIBA.

Ternyata cerita bapak2 berlanjut pada perjalanan berikutnya di BIS DAMRI, saya duduk di bangku kedua dari depan kali ini, dekat jendela, lalu ada bapak2 duduk dii sebelah saya. Tidak ada yang aneh ketika bis blm melaju.ketika melaju, awalnya bapak2 itu membaca Koran galamedia, lalu mata bapa2 itu menutup.tidur. Lama-lama…lama-lama… loh ko berat ya.. loh ko miring miring ya…Pak saya kegencet ni… ga bisa napas..ya Alloh…saya hanya bs berucap di dalam hati, awalnya sy biasa saja, tapi lama kelamaan setiap saya mencoba u mendorong bapa2 itu ko tekanannya semakin kuat..’ya Alloh ini bapa2 teh tidur ato pura2 tidur’, mana kakinya gerak2 lagi..waaaaa…terjebak. Dari situ sy trs berusaha u menjauhkan (mendorong) bapa2 itu, dengan sekuat tenaga. Tapi angger wee..beurat. mau pindah, pindah kmana,pinuh,ah sudahlah,, selama ga macem2 biarin ajah lah, sampai akhirnya di pasar baru saya terus bergerak spy bapak2 itu g nyender ke saya, tapi da beurat, eungap, pengen nangis. Waaaa.. Bapak-bapak aneh itu, semoga tidak bertemu kembali, atau dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik.aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s