Perangkap Syeitan Itu Bernama Cinta

Ini adalah salah 1 tulisan saya untuk buletin AnNisa Alhayaat.. (sumber dari kuliah bersama Ust Hervi Firdaus, Lc)

Pernahkah A (dibaca AnNisa.red) merasa memikirkan seorang lawan jenis sehingga orang itu tak lepas dari pikiran, dibawa kemana A pergi, ke dapur, kamar mandi bahkan dibawa saat A tidur. Pokoknya tak ada satu hari pun bila tidak memikirkan seseorang itu? Memikirkan seseorang merupakan jebakan awal syeitan dalam upayanya menyesatkan manusia kepada keburukan. Terdapat 4 tingkatan CINTA manusia, yang apabila diimplementasikan pada yang bukan semestinya, maka itulah perang syeitan itu.

Tingkatan Pertama: MEMiKIRkaN: seperti yang telah disebutkan diawal memikirkan seseorang yang belum menjadi haknya, merupakan langkah awal syeitan dalam menjebak manusia ke dalam lubang kemaksiatan. Syeitan akan senang bila manusia telah terjebak dalam pikiran-pikiran kosong, menghayal, membayangkan sesuatu yang tidak pantas u dibayangkan.

Tingkatan Kedua: SHABABAH: artinya adalah tindakan, sesuatu yang kita pikirkan akan mendorong kita kedalam sebuah tindakan yang nyata, SMSan, Chat,dan lain sebagainya. Walaupun pada tahap ini belum terlihat sebagai tahap yang kritis, tapi ini adalah tahap keberhasilan syeitan dalam menggoda manusia, sebelum akhirnya beranjak pada tingkat yang lebih tinggi.

Tingkatan Ketiga : GHOROMA: artinya adalah terikat kuat, bila sudah masuk tingkat ini sepasang anak adam ini akan menjadi sulit dipisahkan, kemana-mana berdua, resah bila tidak bertemu, inginnya selalu ada dia di dekat kita. Syeitan sangat senang dan mereka akan menari-nari kegirangan bila kita sudah terjebak ke dalam tingkat ketiga ini.

Tingkatan Keempat : SYAGHOF : Artinya mengakar, bila sudah mencapai tingkatan ini sepasang anak adam sudah tidak malu lagi terhadap hal-hal yang dilakukan, bila ada yang mengingatkan, maka peringatan itu akan mental dari dirinya, nasihat- nasihat sudah tidak lagi didengarkan, yang salah terlihat benar, yang benar terlihat salah, sudah tidak dapat membedakan lagi yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Hatinya mengeras seperti batu.

Naah..A sekarang sudah tahu kan ternyata syeitan itu membuat perangkap Cinta dalam 4 tingkatan diatas, sudah sampai manakah kita? Sebelum lebih jauh, mari kita STOP pada tingkatan yang paling awal,Tidak Ada Kata Terlambat u Memulai Sebuah Kebaikan., sebelum Ajal Menjemput, Sebelum segala sesuatunya berubah menjadi sebuah penyesalan,,,Cmanggad!!

wallahu’alam


6 respons untuk ‘Perangkap Syeitan Itu Bernama Cinta

  1. wallauhu’alam..
    kalo masalah dosa-ngganya muti ga berani menjawab..

    membantu sesama muslim itu kewajiban kox…
    sebenernya kalo mau membantu ikhwan, masih banyak cara yang bisa dilakukan tanpa membuat ‘pikiran’ kita terdominasi o ikhwan itu…
    misal, cari teman untuk sama-sama membantu masalahnya,
    cari teman ikhwan terdekatnya, dan minta dia membantu ikhwan yang sedang terkena masalah itu.
    kembali lagi pada benteng dalam hati kita..
    setebal apapun hijab yang diberikan bila hatinya tidak dihijab…
    berarti termasuk ke tingkat 1 itu…
    wallahu’alam

  2. emm..gitu ya teh…
    kalo misalnya mikirinnya itu karena adia ada masalah n ingin bantu trus jadi khawatir masuk yang pertama ga sih???hehe…

    jadi ga ada toleransi dalam kondisi tertentu ya teh…pasti dosa gitu,,,haduh,,,hehe!!!

  3. virus dan persahabatan?
    hm.bagaimanapun bentuk persahabatan dari sepasang anak adam, walaupun sahabat itu adalah adik tingkat kita, laki laki tetaplah laki-laki, dan perempauan tetaplah perempuan..yang mempunyai hati…
    bila sudah timbul rasa spesial terhadap dirinya dibanding orang lain..maka hati2lah..bibit-bibit virus itu akan menjadi menyebar ke tingkatan yang lebih tinggi..
    Atau mungkin bisa di evaluasi based on tingkatan di atas de, hubungan saya dan si A, ada di tingkat mana ya..?
    kalo di tingkat satu saja tidak, ya berarti Alhamdulillah..

    hm.setau muti si, tetep, mau alaesannya dianterin yang namanya beduaan gaboleh, pernah muti secara tidak sengaja, suatu keadaan yang membuat muti jalan dengan seorang ikhwan, dan ikhwan itu pun mempersilakan muti jalan duluan, karena itu tadi de..rawan menajdi fitnah..
    apalagi kalo pulang malem,
    untuk pulang malem itu sendiri pun menjadi dilarang bila tidak dengan mahramnya..lagi-lagi..wanita sangat rawan dari fitnah..

    solusi : nginep lha di asrama putri kalo kemaleman..hehe..
    atau dianter pulang rombongan…ga beduaan..

    wallahu’alam

  4. wadu teh mut….
    mau nanya nih…gimana ngebedain antara virus ini dengan persahabatan???
    trus sejauh apa sih berduaan ama lawan jenis itu ga dosa?(maksudnya gini..kaya misalnya cewe dianterin pulang ama cowo karena udah malem gitu,,itu terpaksakan jadi apa2 ato ga apa2?)ampe sejauh apa gitu…ngertikan??/hehehe…makasi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s