Rasa Tanpa Nama

Malam itu terjadi percakapan yang sama sekali tidak romantis..
A : ummi, kangen ga sama Ayah?
U : engga, ummi mah ga kangen sama Ayah..
A : masaaa?
U : iyah, ga kangen sama sekali..

Lalu di keheningan malam, muncul suara kecil dari mulut makhluk yang matanya sudah terpejam erat..

I : kenapa Ummi ga kangen Ayah?

Ketangkap basah deh, percakapan yang sungguh tak romantis itu.

Rupanya dalam lelapmu, kau mendengarkan kami Nak. Hehe. Langsung saja ku koreksi kata kataku.

U : engga, ummi kangen ko sama Ayah..

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi pergolakan batin dalam hati sang Anak. Hehe. Padahal sesungguhnya, sungguh, Ummi ga kangen sama Ayah.

Ga kangen tapi cukup menatap kalender tiap hari, menghitung kapan ia pulang, mendoakan agar Allah selalu menjaganya, menjaga amanahnya, menatap wajahnya saat video call, dan tetiba saja mata ini mengeluarkan airnya tanpa disuruh. Bukan itu bukan bentuk kangen, suer. Ada rasa yang lebih dalam dari sekedar kangen, rindu, sono, dan teman temannya. Ah entah rasa apa namanya itu, biarlah menjadi rasa tanpa nama.

19oktober2013
saat fisik terpisah ribuan Km 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s