Doa Bapak

Salah satu yang dirindukan dari Bapak adalah, doanya. Saat anak anaknya sakit, Bapak sering mengusap di bagian tubuh yang sakit sambil berdoa. Seperti saat saya jatuh dari motor saat SMA dan saat hamil Aisha. Tanpa suara, mulutnya bergerak berucap doa.

Atau seperti saat momen tertentu, saya mencium kedua pipinya dan tangannya, mulut Bapak pun bergerak tanda mendoakan.

Bapak pernah bilang, salah satu doa yang dimakbul oleh Allah adalah doa Bapak pada Anaknya. Beliau bilang, kalau seorang Ibu sudah biasa, mungkin karena sulitnya bagi seorang Bapak untuk mendoakan anaknya, maka doa Bapak ini lebih spesial. Sulit dari segi ikatan hati yang tak sedalam seorang Ibu-Anak, sulit dari segi waktu yang dimiliki seorang Ayah untuk berdoa.

Kini, momen ’komat kamit’ itulah yang sering saya rindukan. Tak ada lagi sosok Bapak yang sering mendoakan anaknya. Amal doa Bapak sudah terputus, giliran kami anak anaknya yang mengirim doa untuknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Apabila seseorang meninggal, maka terputuslah (pahala) amalnya, kecuali dari tiga jalur amal: amal sedekah jariyah, ilmu yang tetap dimanfaatkan, dan anak saleh yang mendoakannya” (HRMuslim).

image


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s