Nonton Film Jumanji sama Bocah? Yay or no?

Hai Hai! JAdi gimana nih review dari Umminya terhadap film Jumanji 2? Seru! Seru pisaaaaaan! Tiap adegannya selalu ditunggu, dan penuh dengan kejutan di tiap adegannya. Baik itu kejutan yang buat ngakak, maupun kejutan yang membuat reuwas! Aka Kageeet!

But… But… Kalau ditanya apakah film ini ramah anak?

Oh, jelas saja. Kalau mengacu pada prinsip keluarga Umminyai pasal 56 bab 23, film ini sangat jauh dari idealism seorang Umminyai dalam bab menjaga pandangan.

Lagian juga kalau ngeliat peruntukannya, ini kan buat 13 tahun ke atas Minyaiii! Hayohloooh. Jadi ini salah guwe? Salah temen-temen guwe? Iye iye. Ngaku salah cyin! Tulisan ini dibuat untuk orang tua yang masih suka tricky tricky ngajakin bocah di bawah usia yang ditentukan yaak! Ya macam Umminyai ini. So? Rekomen ga nih bawa bocah nonton film ini?

Nah lanjut ya.

Dari awal sulung udah protes tuh!

“Mi, itunya keliatan. Tuh tuh lihat” Seraya mengajak Ummi melihat posternya.

Heu. Iya sih. Karena udah terlanjur kesana,  akhirnya yang bisa dilakukan adalah meng-omat-omat-i-nya.

“Jangan dilihat ya A kalau yang pas ada auratnya, lihatnya muka yang lain”

Daaan… sepanjang film berjalan, sambil ngakak ngakak saya sibuk menoleh ke sulung.

“Yang ini jangan dilihat ya”

“A, tutup matanya A! ga bagus yang ini”

Duh. Agak nyesel juga sebenernya ngajak anak-anak nonton film ini. Secara kalau nonton di rumah, bagian-bagian ga penting biasanya dipercepat by manual. Lha ini? Mana bisa. Walaupun secara umum sudah lulus sensor. Tapi beda standar euy! Dengan idealism seorang Umminyai. Memangnya ada adegan apa aja sih yang meresahkan?

  1. Postur seksi pemeran wanitanya, adegan meiluk-liukan tubuh, gestur menggoda. Walaupun kalau yang nontonnya kita nih ya orang dewasa akan memaknainya sebagai adegan kocak, ya karena memang kocak! Tapi kalau yang nonton bocah laki? Duh ga tega euy ngeliatinnya! Di beberapa scene kelihatan jelas euy ‘keindahan’ eta body.
  2. Adegan gesture ‘girlish’, eh naon sih namanya. Pokoknya gestur kebanci-bancian. Walaupun sulung udah nangkap sih bahwa si dia yang bergesture kebanci-bancian itu disebabkan karena jiwa wanita yang terjebak dalam tubuh laki-laki tapi teuteup euy ga tega L. Bahkan kalau boleh saya bersuudzon, ini adalah sebagai bentuk halus menanamkan paham ‘terjebak dalam tubuh wania/pria’ yang sering digaung-gaungkan saudara kita yang onoh. Hayooh mau protes bagian opini guwe yang ini? Hok weh! Bebas da.
  3. Adegan kekerasan waktu berkelahi.

Duh. Jadi ceritanya ini tuh ngajakin nonton yang penuh penyesalan. Kalau yang nontonnya kita kita mah, masih oke lah.

Atau tunggu aja lah donlotannya, biar bisa dipercepat manual, skip skip adegan ga penting.

Kalau Aisha dan Aiki mah amaaan. Aisha sepanjang nonton ketakutan, kerjaannya Cuma nutup mata sambil nahan ceurik, dan berakhir disuruh tidur sama Umminyai. Aiki tidur ¾ filmnya.

Akhirnya, sewaktu di rumah saya review ulang tentang apa yang sulung tonton. Menceritakan kembali secara antusias inti dari ceritanya. Bertanya tentang adegan favoritnya. Sebagai usaha menghapus jejak jejak ga penting yang walaupun Umminyai sudah berusaha menyuruhnya menundukan pandangan, tapi pasti ada lah satu dua adegan yang missed.

Terus ceritanya gimana nih? Ah, ga mau diceritain. Tonton aja! Tapi sendirian atau sama suami yak! Gausah bawa anak. Yaaa… kecuali kalau Ente Ente udah punya standar sendiri tentang hal mana yang boleh dilihat dan mana yang engga oleh anak Ente. So? Dikembalikan lagi kepada masing-masing keluarga. Kalau saya sendiri sih termasuk Emak yang menyesal ngajak nonton sulung Jumanji. Sekian! Semoga berfaedah.

Iklan

2 respons untuk ‘Nonton Film Jumanji sama Bocah? Yay or no?

  1. Sulungnya usia berapa, Mbak? Iya bener.. saya juga sempat kepikiran yang terjebak di tubuh wanita itu sebagai penyusupan halus. Duh, apa kita terlalu sensi ya, Mbak? Hehehe… tapi lucu dan kocak sih filmnya.

    1. Sulungku usia 7.5 tahun Mbak…

      Iya kocak banget filmya. Seru.

      Naluri ibu kali ya mbak…apalagi mendengar cerita sekitar yang kayaknya kok serem serem.heuheu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s