7 Pesan untuk Perempuan dalam Novel Bidadari Bermata Bening (Sebuah Review)

 

republikacoid
sumber: republika.co.id

 

“Menurutku Mbak Ayna paling cantik disini, suer” ucap santri kecil saat sedang dilayani Ayna mengambil makanan.

Ayna merupakan tokoh utama dalam novel terbaru kang Abik, Bidadari Bermata Bening. Cover Novel berwarna PINK, jelaslah bahwa Kang Abik sedang ingin menyasar segmen khusus, perempuan. Dan YA, melalui kisah lika-liku perjalanan seorang Ayna, setidaknya kang Abik ingin menyampaikan 7 pesan ini kepada para perempuan.

  1. Perempuan Harus Bisa Menjaga Izzah

 

geektyrantcom
sumber: geektyrant.com

 

Izzah adalah harga diri. Ayna ditakdirkan menjadi khadimat (pembantu) sekaligus santri di sebuah pesantren di daerah Jawa Tengah. Dia harus bekerja 2x lipat dibanding teman-temannya yang lain, belajar dan membantu menyiapkan makanan untuk seluruh santri. Kehadirannya sebagai sosok khadimat sekaligus siswi berwajah blasteran palestina-jawa menjadikan salah satu temannya terjangkit penyakit hati, dengki. Dia masih bisa bersabar saat dirinya dihinakan mengenai profesinya, akan tetapi saat Neneng-teman yang sering menghinanya itu-menghina ibunya yang menyebutkan bahwa ibunya telah berzina dengan majikannya dan menghasilkan anak haram bernama Ayna, harga dirinya mulai berbicara. Sabar memang tak berbatas, tapi saat orang yang dicintainya difitnah, maka ada sebuah dorongan untuk menjaga Izzah, menjaga harga diri ibunya.

Ayna tunjukkan bahwa dia pun bisa melawan. Semula, Ayna hanya ingin Neneng meminta maaf dan mengklarifikasi tuduhan itu di depan orang-orang yang sudah ia berikan informasi bernada fitnah. Akan tetapi respon Neneg diluar prediksi. Ajang perkelahian pun tak bisa dihindarkan lagi.

  1. Perempuan Harus Memiliki Kemampuan Bela Diri

 

thesyahidahseekerdeviantartcom
sumber: thesyahidahseeker.devianart.com

 

Perkelahian pun terjadi. Serangan brutal Neneng Vs Gerakan terkontrol dari Ayna. Ya, Ayna sewaktu di tingkat SMP pernah mengikuti beladiri karate. Neneng pun kalah telak. Masalah baru timbul, Ibunya hendak memperkarakan Ayna ke meja hijau.

  1. Perempuan Harus Pandai Menyembunyikan Cintanya

 

allwidewallpaperscom.jpg
sumber: allwidewallpaper.com

 

Seperti halnya saya-lha kok gue dibawa-bawa-, Ayna memiliki bayangan-banyangan indah tentang siapa saja calon suaminya kelak. A? B? atau C?. Bedanya dengan saya,-dulu-bayangan indah tersebut saya utarakan kepada sahabat, dan tak jarang #kodekeras pun ditangkap sebagai sebuah sinyal mematikan oleh sang lelaki #halah. Skip. Skip. Namun, Ayna sangat pandai menjaga rasa cintanya. Sekali ia tunjukkan rasa cinta kepada Gus Afif-anak dari pemilik pesantren-dengan cara doing something yang membutuhkan pengorbanan. Karena Cinta itu- Kata Kerja.

  1. Perempuan Harus Siap dengan Takdir Terburuk yang Akan Menimpanya

 

freepalestimephotoblogspotcom.jpg
freepalestinephoto.blogspot.com

 

Lulus dari pesantren, dan dinobatkan sebagai siswa dengan nilai UN tertinggi se-Jawa Tengah. Menjadikan dia bak ratu yang dipuja puji. Ayna menjadi sorotan dari banyak pihak. Bahkan sekelas seorang Kyai duda, hendak melamarnya untuk dijadikan istri. Ayna menerimanya, walau itu bukan cinta sejatinya. Ayna bersiap pulang untuk meminta restu kepada keluarga satu-satunya kini, Pakde dan Bude-nya.

Drama dimulai dari sini. Pakde dan Bude serta anak tertua mereka yang biasa bersikap tidak baik kepada Ayna (dan ibunya saat masih hidup), mendadak menjadi pribadi yang ‘manis’. Rumah Ayna yang bersebelahan dengan rumah Pakdenya disulap menjadi sangat rapi. Mbak Aripah-anak tertua Pakde- tiba-tiba mengajak liburan ke Lombok dengan dalih ada temannya yang ingin memberi hadiah pada siswa berprestasi, Mas Yoyok.

Sepulang dari liburan. Bu Nyai dan Pak Kyai pemilik pesantren menyampaikan maksud rencana lamaran secara formal. Bude-nya menjawab dengan Bahasa diplomatis yang mengisyaratkan bahwa lamaran Kyai Soleh yang hendak melamar Ayna, ditolak.

“Kamu yang sabar ya Na, kalau misal nanti kenyataannya tidak seperti yang kamu bayangkan. Kamu harus sabar” Ucap Bu Nyai yang sudah menangkap sinyal penolakan itu.

Ayna menangis, hatinya berontak! Ia tahu secara syariat Pakde-nya tidak berhak menentukan, akan tetapi bisa apa Ayna dibawah ancaman? Apalagi ternyata Pakde dan Budenya sudah merencanakan sesuatu, menjodohkan Ayna dengan Mas Yoyok.

“Duda ga pantas dengan perawan! Ga sekufu itu! Kalau dengan anaknya Bu Nyai yang masih perjaka, itu baru sekufu!”

Deg. Hati Ayna berdesir. Desirannya semakin kuat tatkala Afif-seseorang yang dia cintai dalam hening-datang di depan pintu rumah Ayna dan menyatakan diri ingin menikahinya. Afif mengetahui pernyataan Pakde-nya dari hasil pertemuan PakdeBude dan Bu Nyai Pak Kyai yang menyatakan, mereka setuju menikahkan Ayna, bila jodohnya anak Bu Nyai-yang perjaka.

Tapi karena satu dan lain hal, cinta mereka harus kandas sebelum dimulai. Ada hati yang terluka, mengaga diiris sembilu.

  1. Perempuan Harus Bisa Menjaga Kehormatannya

 

mylessonngeblogblogspotcom.jpg
sumber: mylesson-ngeblog.blogspot.com

 

Kehormatan wanita muslim terletak pada bagaimana ia bersikap menjaga pandangannya, menjaga ‘mahkota’nya, menjaga tiap jengkal anggota tubuhnya, menjaga gerak gerik interaksi dengan lawan jenis. Adalah Ayna yang merasa terjebak dengan situasi yang sama sekali tidak diinginkannya. Menikah dengan seseorang yang reputasinya sangat jauh dari nilai-nilai yang ia dapatkan selama mendapatkan pendidikan di pesantren. Tapi bukan Ayna namanya kalau tidak cerdas, ia pun mulai bersiasat. Ibaratnya perang, ia harus mengatur strategi agar ‘menang’. Apalagi setelah kemudian ia tahu bahwa motif perjodohan itu adalah masalah politik. Yoyok menikahi seorang santri-Ayna, dengan maksud meraup ‘suara’ di kalangan pesantren.

Apa yang dilakukan Ayna agar tetap bisa menjaga kehormatanya? Sebelum akad dimulai, Ayna meminta Mas Yoyok agar bisa baca Al Qur’an, hapal Juz Amma, dan Surat Yassin. Sebelum syarat itu terpenuhi, maka Ayna tidak berkenan ‘disentuh’ oleh Mas Yoyok. Pun demikian, kewajiban-kewajiban Ayna yang lain tetap ia penuhi.

Sampai suatu hari Mas Yoyok pulang dalam keadaan mabuk dan memaksa Ayna untuk melayaninya. Apakah Ayna tetap bisa menjaga kehormatanya?

  1. Perempuan Harus Terus Move On- Bahkan di Titik Terendahnya

 

polygamy991wpcom.jpg
polugamy-991.com

 

Singkat cerita, Ayna berhasil keluar dari jeratan Yoyok dengan sebuah strategi penuh resiko yang ia rancang sendiri. Berbekal tabungan dari bisnis beras -bisnis satu-satunya Yoyok yang ‘bersih’-, Ayna Move On. Dia terus bergerak, bergerak, bergerak. Bila saja ia tak memiliki apa apa di dunia ini, ia masih memiliki Tuhannya. Sebuah keyakinan yang terus membuatnya maju, sebuah keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang.

Ayna pergi ke daerah lain untuk mencari pekerjaan apapun yang halal. Penjaga kafe, penjaga took mainan, sampai akhirnya Takdir membawanya bertemu dengan seseorang yang dapat mengangkat ‘derajat’nya-dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Apalah yang tak mungkin saat Allah berkehendak?

  1. Perempuan Harus Pintar dan Berkarakter

 

serumpicom.jpg
serumpi.com

 

Karakter Ayna yang sudah terbiasa dengan jiwa ‘melayani’, melakukan yang terbaik  dengan apa yang diamanahkannya, menjadikan ia menjadi orang kepercayaan Bu Rosidah, seorang Bisniswoman. Bu Rosidah menjadi guru bisnisnya, sampai akhirnya Ayna diberi kesempatan untuk dapat memburu ilmu lebih. Ayna tak menyia-nyiakan peluangnya. Ia berjuang, berusaha, melakukan terbaik takdir yang ada di hadapannya.

Dalam buku Dalam Dekapan Ukhuwah-Salim A Fillah, tersebutkan bahwa bila iman adalah akar, dan buah adalah akhlak. Maka Iman dan Akhlak harus seiring sejalan, walaupun memang keduanya tidak selalu menjadi hal sebab akibat. Akan tetapi keduanya harus tetap diusahakan ‘nutrisi’nya. ‘Buah’ yang ‘matang sempurna’, pada puncaknya akan memberikan rasanya yang manis, airnya yang segar, warnanya yang menggoda bagi yang memakannya. Begitu pun dengan akhlak, akhlak yang baik akan membuat orang-orang di sekelilingnya menjadi nyaman, teduh, dan dapat memberikan manfaat bagi sekitanya.

Di dalam lika-liku perjalanannya, Ayna tetap mengusahakan nutrisi pada akar agar semakin menghujam ke Tanah, ia pun terus mengusahakan menegakkan batangnya dengan ibadah-ibadah, kerja-kerja ikhlas, dan ia pun terus mengusahakan diri memberi nutrisi agar buah akhlaknya dapat dinikmati oleh banyak orang.

Bekerjalah, maka keajaiban.

Ayna sedang menunggu keajaiban-keajaiban apa saja yang selanjutnya datang dalam guratan takdir hidupnya. Apakah ia bertemu kembali dengan Afif? Apakah hal-hal yang menjadi bayangannya di masa lampau bisa ia rasakan? Cari jawabannya di Buku Bidadari Bermata Bening, sebuah Novel Pembangun Jiwa karya Habiburrahman El Shirazy.

**

Secara keseluruhan  novel ini baik, sangat baik. Seperti 7 pesan yang sudah diuraikan, novel ini menjadi reminder tersendiri bagi seorang Emak beranak 3, yang mana hal-hal tersebut berlaku seumur hidup, baik yang sudah pernah diusahakan maupun yang belum pernah/sedang diusahakan.

Hanya saja, bila dari segi alur cerita, endingnya kurang klimaks. Terlalu datar.  Entah ya, apa mungkin karena Minyai baru membaca novel Pulang-TereLiye, atau teringat novel Pesantren Impian-Asma Nadia, ending kedua novel itu penuh dengan adegan menegangkan tak terduga. Padahal sebenarnya, sangat mungkin loh novel Bidadari Bermata Bening ini dibuat ending yang lebih menegangkan. Misalnya, saat kemunculan Afif di hadapan Ayna, seiring dengan munculnya Yoyok yang kabur dari penjara untuk balas dendam. Jadi ada scene Ayna diselamatkan oleh Rama-nya gitu lah! Wkwk. 

Penilaian dari Minyai 8/10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s