Liburan Dadakan ke Anyer? Siapa Takut!

“Hayu lah, berangkat! InsyaAllah ada uangnya.”

.
Sesesuami yang saat itu sedang leyeh-leyeh tetiba mengajak berangkat. Sempat ragu karena waktu persiapan yang kurang dari seminggu, lantas Umminyai sendiri ga terlalu merespon dengan baik. Karena toh obrolan tentang mimpi liburan ini sering diwacanakan, dan berakhir… ga jadi ;). Sampai kemudian hari kamis pagi Suami menelepon, menyuruh Minyai untuk cekiceki review hotel beserta harganya. Pertualangan pun dimulai. Apa saja yang kita persiapkan di liburan dadakan kali ini? Yuk, simak keseruannya!

.
Mencari Tempat Menginap

.

Penting! Karena ga mungkin kita bawa tenda 😀 atau nginep bermalam di mobil dengan 3 bocah yang masih piyik-piyik. So? Berdasarkan informasi dari Kang Google, pilihan pun jatuh pada Hotel Pesona Krakatau. Mengapa? Karena masuk budget, udah itu aja alasan utamanya. Sempat meragu, karena setelah berselancar hanya mendapat 2 review, satu review yang ‘marah-marah’ satu lagi review ‘normal’ (ga memuji, ga menghujat). Untuk 1 malam di hari weekend, kami harus membayar sekitar Rp. 813.XXX. 

Inginnya Minyai sih nginep di Aston, secara dari namanya aja udah terkenal yes! Tak tahunya ga masuk budget, dan memang sudah full booked juga sih (Aston, terendahnya sekitar 1.2juta kalau ga salah.)

.
Di sepanjang Anyer ada beragam hotel, setiap ngelewatin hotel di sisi Anyer, Minyai langsung bilang ke Pak Suami.

.
“Nih, Pondok Layung ada di Internet! Marina Resort juga ada! Ini… Pesona Bali juga ada! Oh, ini Sanghyang hotel! Padma juga ada nih di internet! Double G mana sih Yah? Kok gaada?”

.
Wkwk. Serasa ngabsen di sekolahan gitu lah ;)). Marbela hotel tidak menjadi pilihan, karena walaupun Marbella ini hotel jadul yang paling terkenal (dan paling besar) di Anyer, Minyai sudah pernah kesana. Ceritanya kan ingin mencari suasana baru Yak! So, urusan tempat menginap, done. Tinggal entah nih bagaimana penampakan, pelayanan, dan lain sebagainya. Ga berekspektasi lebih, nothing to loose deh.

.
Pesiapan Pakaian, Makanan, Kendaraan, dan Sounding Rencana Perjalanan

Pakaian

Karena 2Ai sudah harus mulai terampil menyiapkan kebutuhannya sendiri. So? Umminyai hanya menginstruksikan Sediakan baju pergi 3 set, baju tidur 1 set. Dalaman. Baju renang. Mainan. Dan mereka pun mengambil dari lemari dan menumpuknya di satu pojokan. Yang packing? Tetap Minyai :D.
Karena kita di Anyer hanya dua hari, Sabtu-Minggu. Maka asumsi pakaian, satu hari dua pakaian.

Sabtu

• Pakaian Pergi – 1 Setelan pakaian pergi plus celana pendek. Semula, pakaian pergi ini mau dibungkus di tas yang mudah dijangkau, untuk nanti diganti di rest area. Rencana: Anak-anak bangun-Ai1 solat-cuci muka-berangkat. Kenyataan: Ai1 dan Ai2 bangun dan pada semangat mandi sebelum subuh. Yaudin, hanya tinggal Ai3 lah yang ganti baju di rest area. Sampai di Pantai, anak-anak dan Ayahnya buka celana doank pakai celana pendek. Minyai? Longdress menyusui Amabel donk! Nyaman dipakai, syar’I, lengkap dengan kaos kakinya (aurat tetap harus dijaga donk ya).

.
• Pakaian Malam – 1 setel pakaian Pergi dan 1 set baju tidur. Rencana: makan di luar hotel, pulang ganti baju tidur. Kenyataan: Anak-anak tidur bahkan saat perjalanan nyaari makan di luar. Cape Cyn! Habis basah-basahan! So? Mereka tidur dengan pakaian pergi 😀

Minggu

• 1 Baju Renang, 1 baju pulang.
Total yang dipakai : dari 4 set baju, hanya 3 Baju Pergi yang terpakai. Plus 1 baju renang.

.
Khusus untuk Ai3, Minyai membawa 7 set pakaian plus baju renang. Bo ya dia mah sehari juga bisa 3x ganti baju. LOL. Entah ketumpahan makanan lah, main air lah, dan segala kemungkinan tak terduga lainnya.

Makanan

Demi penghematan, kami membawa makanan 1 set makanan berat untuk kelak dimakan di rest Area. Jam 5 sudah berangkat, persinggahan di rest area pertama jam 06.30. Makan deh! Semua orang kelaparan. Sementara dari awal start kita udah cemal cemil roti, nugget, dan kentang goreng. Simple, ringkes, lumayan buat ganjel-ganjel. Selain makanan berat dan makanan setengah berat, kami pun membawa amunisi jajanan sehat seperti agar, nata de coco, yakult, susu, coco crunch, tolak angin, kerupuk Palembang, kue wafer, bengbeng, kue gabus. Tak lupa air mineral 2 L ditambah 2 botol besar pulpy orange. Dan untuk pak supir tercinta booster kafein. Haha.

Kendaraan

Saat bertanya apa yang harus disiapkan, Pak suami Cuma bilang cek ban sama air aja. Oia, karena bensin masih agak full, jadinya kami ga beli bensin. Barulah saat perjalanan pulang kami dibuat degdegan karena tinggal 2 setrip lagi, sementara mamang Waze menunjukkan bahwa pom bensin terdekat masih jauh 😀 Alhamdulillah diselamatkan Abang-abang Pertamini :p So? Pelajarannya, pastikan mencari pom bensin terlebih dahulu sebelum menempuh rute antah berantah berdasarkan petunjuk mamang Waze.

Sounding Perjalanan

Layaknya mau menyapih, Toilet Training, atau sesimple pergi ke Alfamart sounding ke bocah adalah hal yang wajib dilakukan. Tujuannya adalah, agar bocah memiliki gambaran situasi apa yang kelak ia akan hadapi. Kita perjalanannya jauh, Nak. Di perjalanan kita harus bahagia ya, belajar menikmati perjalanan. Nanti kita lewat jalan tol yang panjaaaaang, disana ada gedung-gedung tinggi. Mungkin nanti di mobil akan bosan, kita belajar ya sayang, belajar bersabar. Di jalan, harus saling membantu ya.
Dan benar saja, saat Ai2 mengeluh kok lama banget sih Mi! Aku bosan. Maka dengan kalimat Kan kita belajar, belajar apa Teh? Dia pun menjawab Belajar Bersabar. Udah deh ngeluh-ngeluhnya udahan 😀

.
Paling untuk Ai3, karena masih kecil dan kalau disounding pun belum terlalu mengerti, maka kita harus fleksibel saat dia sudah merasa tidak nyaman di carseatnya, yasudah kita bebaskan. Jangan sampai tangisannya mengganggu konsentrasi Pak Supir. Alhamdulillah, karena Ai3 sudah terbiasa di catseatnya, hanya satu kali saja dia meminta turun, meminta digendong oleh Ummi dan berakhir dengan tidur terlentang (rupanya dia bosan tidur sambil duduk).

Review Hotel Pesona Krakatau

Check in jam 14.00 Alhamdulillah jam 11.30 saat kami baru datang, sudah boleh masuk karena memang tidak ada penghuni sebelumnya. Begitu masuk, ternyata hotelnya tidak se’mengerikan’ yang Minyai bayangkan. Bahkan bisa dikatakan melebihi ekspektasi. Jadi, menurut Emak-Emak dari perusahaan Yamaha yang Ngobrol dengan Minyai, Pesona Krakatau ini yang pertama dibangun adalah cottagenya, satu cottage ada sekitar 2-3 kamar. Sedangkan untuk bangunan Hotelnya masih relative baru. Berikut Tampilan dalam, dan luar dari Hotel Pesona Krakatau yang terletak di jalan Karang Bolong.

Tampak belakang. Area hotel menghadap pantai.
Tampak Dalam

So Far sih puas ya! Da atuh aku mah dikasih water heater aja udah senengnya bukan main. Jarang-jarang gitu loh mandi di kucuran pakai air hangat. LOL.

Ada pancuran air panas dingin, wc duduk, handuk bersih, sabun, sampo, conditioner, sikat gigi, shower cup, odol.
Letak Hotel, tepat di sebrang Alfamart.

.
Kami memilih yang garden View karena harganya lebih murah 100rb dibandingkan dengan yang sea View, utamanya adalah karena di garden view ini kasurnya terbelah menjadi dua. Satu buat 3 bocah, satu lagi buat emak bapaknya. Ga pake ekstra bed ekstra bed-an, penghematan 😛 Udah bawa sleeping bag sih, jaga-jaga kalau harus ngampar di bawah. Tapi Alhamdulillah kita mah keluarga slim, muat deh.

Pemandangan ‘Garden View’ dari balkon yang lebih mirip Parking View. LOL

.
Di Pesona Krakatau juga terdapat kolam renang yang ga besar, juga ga kecil. Bahkan waktu sore hari setelah main di pantai, kita langsung nyemplung ke kolam renang, dan… sepi! Serasa kolam renang pribadi 😀

.

Kolam Renangnya

Dengan harga 800 sekian sekian tadi, kita juga dapat fasilitas makan pagi. Dan karena makan pagi hanya untuk 2 orang, jadinya harus memilih siapa yang akan ambil fasilitas itu. Pilihan jatuh pada Ayahnya, Ai1 dan Ai2 sebagai pengganti Emaknya. Terus Emaknya sama Ai3 makan apa donk? Makan coco crunch, ayam nasi yang dibeli malam hari, dan popmie! Menu makanan yang ada di restaurant hotel terhitung biasa menurut selera suami. Ada mie goreng, lontong kari, roti bakar, sereal, nasi goreng, ayam bumbu, dan pisang goreng.

Suasana Sarapan.

.
Penilaian Minyai untuk hotel ini 8/10. Sesuai lah sama harganya, ga mengecewakan.

.
Asyiknya Hotel ini adalah, di belakang restaurannya kita bisa langsung menuju pantai. Dan ini yang penting, pantainya pasir! Beberapa Hotel yang disurvey walaupun masuk budget tapi pantainya pantai karang, kurang seru! Kalau jatuh nanti kejedot sakit! #lha.

Di depan cottage-nya


.

Keseruan Main di Pantai



No pic XD. Hahaha.

.
Karena Minyai agak waspada bin sedikit parnoan, maka saat bawa HP dan disimpan di tas di pinggir pantai. Kok ya jadi ga tenang. Lagi main ombak, kerjaannya liatin tas mulu. Takut diambil orang. Mana ini 2 bocah ga mau diem kan, harus ada pengawasan. Oia! Di Hotel Pesona Krakatau tidak menyediakan pengawas pantai, so? Memang disarankan dari masing-masing orang tua yang mengawasi aktivitas anak-anaknya secara langsung. Jadi mainnya yang aman-aman aja lha ya. Ke tengah dikit aja, Minyai langsung teriak, Jangan jauh jauuh! Sini! Sini! Deket sama Ummi! So? KArena alasan ketidaktenangan itulah akhirnya HP disimpan di kamar hotel, dan ga bisa foto-foto deh!

.

.

Kalau foto di bawah ini adalah foto saat pagi hari, di hari minggu. Asalnya mau main ke pantai lagi kan ya… tak tahunya anak-anak udah pada menggigil sehabis berenang pagi, dan saat pagi tu, anginnya kencang! Banget! Plus Sesekai Hujan datang tiba-tiba langsung besar. Bubar deh orang-orang di pantai XD. Padahal kalau boleh jujur, belum puas euy main ombaknya 😛

Untuk mengurangi kekecewaan, akhirnya Minyai, Ai1, dan Ai2 yang sudah rapi, foto-foto deh di pantai. Ayahnyai? tidur mengumpulkan energi untuk persiapan pulang.

Eaa… selfi sendiri dengan gaya begini? Gimana coba caranya? Demi yes! Gaada yang motoin soalnya!
Ai1 menatap sendu pantai. Ga dibolehin lagi main ombak. Pan mau pulang A!
Eaa… foto yang dilarang suami dipasang di PP. Tempel sini aja deyh!
Suasana Pantai. Dilihat dari depan restauran Hotel.
Waktu angin kencang dan hujan bwesar. Bubar semua! Bubar!
Dua anak yang ketagihan Mantai. Ai3 mah cuma seneng berenang di kolam doank, takut doi sama ombak.

 
Ai3? Ga ikutan. Bobok. Kecapean abis heboh berenang.

Ahlinya bobok sambil berdiri 😂

Tempat Makan yang Dikunjungi
Lagi-lagi berbekal informasi dari Kang Google, akhirnya kita memutuskan akan menuju Rumah Makan Bu Entin. Tapi ko ya jauh! Saat sabtu malam, akhirnya kami memutuskan untuk mencari di pinggir jalan sekitar anyer. Dan pilihan jatuh pada Rumah Makan Tyara. BErdasarkan apa? Berdasarkan jumlah mobil yang terparkir di depannya ;)) Asumsinya, semakin banyak semakin enak. Ada satu tempat yang banyaak banget mobilnya, tapi rumah makannya ga terlihat dari pinggir jalan. So? Akhirnya lanjut dan berlabuh ke RM Tyara. Rasanya? Lumayan laah. Untuk Gurame sebesar 1 Kg dihargai sebesar 100rb. Paling yang perlu dipastikan adalah tentang bahan-yang digunakan, apakah memakai angciu atau tidak (kemarin itu kami ga sempat menanyakan XD Saat sudah mau habis baru deh teringat XD).

.
Lalu apa kabar Ibu Entin? Kami rencanakan esok hari-nya saat sudah check out. Ko ngebela-belain sih? Karena berdasarkan review, disini makanannya enak dan utamanya murah! Benar ga ya?

.

Benar saja, untuk satu porsi ikan besar, dua tusuk udang, nasi, sambel enak dihargai sebesar 145rb.Ya… worth it lah. Ga kemahalan. Ga kemurahan.
Untuk menuju RM Ibu Entin ini kita harus menempuh perjalanan sekirat 40-50 Km (lupa) dari Hotel, dan menempuh rute perjalanan yang berbeda saat baru datang. Jalannya baru dibangun, panjang dan agak berkelok. Alhamdulillah, setelah sekitar 1 s.d 1.5 jam perjalanan, kami pun tiba, dan rasa lelah terbayarkan sudah.

.

Menu garingan(?)
Menu tumisan. Ga disentuh samsek. Takut ga habis.
Menu Utama. Dibayar berdasarkan item yang menghilang.

.

Setelah dari bu Haji Entin, perjalanan panjang untuk kembali ke rumah pun dimulai. 2 kali berhenti di rest area, satu kali keluar tol karena Pak supir ngantuk yang mengantarkan kami numpang Bobo cantik di parkiran KFC Padalarang. Jam 11 sampai rumah! Welcome home! Kasur, aku datang! Alhamdulillah. Mudah-mudahan segala informasi yang dituliskan bisa bermanfaat, bagi yang kelak ingin merancanakan perjalanannya ke anyer. 😀

.

.

.

.

.

Rincian Biaya

Hotel : 814.000

Jajan-jajanan : 250.000

Bensin : 250.000

Tol Bandung-Anyer : 200.000 (kayaknya, yang tahu persis Paksu)

Makan malam Sabtu : 135.000

Makan Siang Minggu bu Entin : 145.000

Makan malam minggu rest Area : 35.000 (beli CFC doank, soalnya ngebungkus nasi plus udang dari Bu Entin)

Total Kurleb : 1.749.000


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s