Delapan Dalam Satu

#1 Terbangun dan bersegera mengerjakan rutinitas. Mulutku tanpa disuruh berdzikir menyebut asmaNya. Saat cuci piring, baca dzikir almatsuraat. Saat mengepel, menyanyikan lagu asmaul husna. Saat menyusui, kubaca Al-Qur’an Saat membersamai anak bermain, kuberikan senyum terbaik seraya mendendangkan hapalan qur’anku yang pas-pasan. Hari itu, tak ada kata keluh dan amarah yang keluar dari lidah tak bertuan … More Delapan Dalam Satu

Diary Haily #1: Air Mata

Babak baru kehidupan Haily dimulai di sebuah Asrama mahasiswa yang kebetulan berada dalam kompleks sebuah masjid. Ya, babak baru. Karena kehidupan sebelumnya 180° berbeda. Haily yang sebelumnya ogah-ogahan ngaji qur’an, shalat malas malasan, pergaulan yang setengah bebas, keengganan menuntut ilmu agama, sekarang harus dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa kebiasaan-kebiasaan jeleknya itu tak bisa ia panggul … More Diary Haily #1: Air Mata

Aku dan Da

“Da… Da… lihat aku gambar pesawat” Suara kecil anak laki-laki terdengar di dekatku. Suara kecil tanda panggilan untuk seseorang. “Oh… iya… iya” Jawab seseorang yang dipanggil dengan sebutan Da itu. “Da… aku bikin ini… ini untuk inii… ini untuk ini… lihat Da! Da lihat!” Kali ini suara kecil perempuan, dia memanggil pada orang yang sama! … More Aku dan Da

Aku Jatuh Cinta (bukan) Pada Suamiku

Malam itu aku jatuh cinta! ya aku jatuh cinta untuk pertama kalinya, pada lelaki yang bukan suamiku. Adalah dia yang setiap hari mengamati setiap gerak gerik langkahku. Aku adalah seorang wanita dengan tingkat mobilitas tinggi, ketidakpercayaanku terhadap orang lain untuk mengasuh kedua anakku, menjadikanku harus membawa keduanya saat aku pergi. Anak ke-2 kugendong di depan, … More Aku Jatuh Cinta (bukan) Pada Suamiku

Bertamasya Ke Sijjin

Pagi itu… “Byuur” Seketika air dingin membasuhi setiap pori-pori tubuh tegap seorang pemuda yang dipenuhi dengan tattoo macan khas seniman jalanan. “Apa maksudnya ini!! Hey..kamu..kamu dan kamu! Jangan seenaknya  berlaku ini padaku. Akan kubalas kalian nanti!!” Tiga orang itu tetap diam melakukan pekerjaannya, sangat teliti,  tidak ada satu bagian pun yang terlewati. “Byuur” “Hentikan!! Kalian … More Bertamasya Ke Sijjin