Letter For My Lil Brother

Hai Dek… ingin rasanya mengembalikan waktu ke masa lalu. Masa dimana aku, tetehmu ini, menganggapmu sebagai anak kecil, lucu, dan saaaangaaat menggemaskan. Masa Kecilmu… Berlarian ke sawah adalah Hobimu, sampai sandalmu terjerembab ke dalam lumpur di sawah dan berujar. ‘Teteh Tia, Teteh Tia, sandalku masuk lumpur mi’ ucapmu yang ketika itu pulang menggunakan sebelah sandal. … More Letter For My Lil Brother

Apa Rasamu? (Edisi Gerhana Matahari)

Melihat kebesaranMu Walaupun hanya dari sekotak alat elektronik Indah. Haru. Takjub. Betapa diri merasa kecil. Tak ada apa apanya, tak memiliki daya apa apa. ** Melihat fenomena dari dalam kotak besi beroda 4. Ah. Langit Jakarta masih terang. Biasa biasa saja. ** Dalam khusyuknya shalat. Tetiba ruang masjid menjadi hitam. Langit Balikpapan menjadi gulita sesaat. … More Apa Rasamu? (Edisi Gerhana Matahari)

Selamat Milad Bunda

U: “A, hari ini Bunda ulang tahun loh” Ai1: “iya gitu?” U: “iya…” Ai1: “Hayu atuh kita kasih kado” U: “Apa kadonya?” Ai1: “Apa weh…mm… handphone aja Mi..” U: *nelenludah* Wilujeng Milad teteh kesayangan satu satunya, teteh yang jadi teman pertama, teman berantem, teman debat, tempat curhat A s.d Z, partner tukeran baju, sampai sekarang … More Selamat Milad Bunda

Aiki-ku

Nak… Bergeraklah dalam kesenyapan diantara hiruk pikuk kehidupan manusia. Bergeraklah tanpa ingin diri dikenal jutaan manusia. Bergeraklah dikala matahari belum menampakkan senyumnya pada dunia. Nak… Bergeraklah dalam kesenyapan malam… Mengawali hari dengan pemilik jiwa penggenggam hati manusia. Ketahuilah Nak, bahwa hati hanya bisa disentuh dengan hati yang selalu dekat denganNya, bukan hati-hati yang dipenuhi iri … More Aiki-ku

Surat Untukmu, Teh…

Sedih rasanya melihatmu menjadi bahan perbincangan sekelompok ibu-ibu yang merasa dirugikan olehmu, Teh… Sedih rasanya saat sisi negatifmu terkupas satu demi satu, Teh… Ingin rasanya diri menyangkal, tidak mengakui mengenai fakta yang terungkap. Ya, karena aku mengenalmu bukan sebagai sosok yang mereka ceritakan. Aku mengenalmu sebagai sosok multitalenta, pandai memasak, merias diri, membawakan acara, menjahit. … More Surat Untukmu, Teh…

Tegak, Tersenyum, Bangkit.

Mentari akan tetap memberikan sinarnya sekalipun langit menutupi cahyanya Awan akan tetap membawa sejuta titik air sekalipun sedang dirundung kelabu Pelangi akan tetap memberikan warnanya sekalipun tak lagi mejikuhibiniu Karena mereka, karena mereka, bekerja bukan untuk menghibur siapa yang memujanya. Karena mereka, mereka, bekerja bukan untuk disukai siapa yang ternaungi olehnya. Mereka berdiri tegak, karena … More Tegak, Tersenyum, Bangkit.

Pernikahan Adalah…

Pernikahan adalah proses perkenalan seumur hidup. Seperti hampir sebulan saat Ramadhan, aku baru mengenalmu sebagai sosok yang rela menyiapkan makan sahur dan berbuka, komplit dengan segala tetek bengek perdapuran. Pernikahan adalah proses komitmen seumur hidup. Entah berapa kali kau dan aku merasa jemu, lelah menjadi seorang pasangan dan orang tua. Kalaulah saja pernikahan diartikan hanya … More Pernikahan Adalah…

Sepi Tanpamu, Pak…

Kadang… Saya berpikir bahwa setelah Bapak meninggal, saya akan hidup kesepian… Ya, saya memang kesepian untuk part part tertentu. Ada yang hilang di kehidupan saat ini, yang saat saya tafakuri lagi, betapa saya sangaaat banyak merindukan banyak hal dari Bapak. Caranya menyayangi anak anaknya yang antimainstream. Pertentangan, perbedaan pendapat yang terkadang melahirkan ketidakenakan hati pun … More Sepi Tanpamu, Pak…

Melekatlah, ’Alaqah…

Hai gumpalan daging, kau tetiba saja ada di rahim Ummi Nak… Tanpa kata dan tanpa suara, hanya sinyal mual saja yang kau berikan padaku sebagai tanda kehadiranmu… Kan kusambut engkau dengan guratan di bibir tanda bahagia. Disini ada Ayahmu, Ummimu, Aamu dan tetehmu yang lucu, yang siap menyambutmu saat tiba waktu itu. Ah. Tumbuhlah dengan … More Melekatlah, ’Alaqah…

Pria Terrindu

Pria ini… Pria yang melepaskan si gadis no.2 untuk pemuda gagah yang datang melamar, adalah pria yang yang paling kurindukan saat ini. Pria ini… Pria yang dengan genggaman tangannya melakukan ikrar ’mitsaqon ghalidza’ antara hamba dan Khaliknya, adalah pria yang paling kurindukan saat ini. Pria ini… Pria yang memegang kepala gadis no.2 dengan tatapan syahdu, … More Pria Terrindu